Logo BeritaSatu

Kemkeu Pastikan Hitung Ulang Pajak Bank Panin Cs

Selasa, 4 Mei 2021 | 22:05 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemkeu) bakal menghitung ulang pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, PT Gunung Madu Plantations, dan PT Jhonlin Baratama. Hal ini lantaran ketiga perusahaan melalui sejumlah pihak diduga menyuap mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (ditjen) Pajak Kemkeu Angin Prayitno Aji.

Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak juga diduga menerima suarap terkait pemeriksaan pajak perusahaan-perusahaan tersebut. Penghitungan ulang pajak ketiga perusahaan dilakukan untuk memastikan tidak adanya hak negara yang belum disetorkan.

Advertisement

“Terhadap wajib pajak yang terlibat kasus suap ini sedang dilakukan pemeriksaan ulang untuk melihat adanya potensi penerimaan yang menjadi hak negara yang belum disetorkan ke kas negara,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkeu Sumiyati di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Sumiyati mengatakan pihaknya akan memastikan para penyuap Angin membayar pajak sesuai dengan nominal kewajibannya. Pajak itu dibutuhkan untuk pembangunan dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Sumiyati berkomitmen penghitungan ulang pajak tidak akan dikorupsi lagi. Hal ini lantaran penghitungan ulang itu bakal melibatkan banyak pihak.

“Tim pemeriksa ini tidak hanya terdiri dari pejabat fungsional pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak tapi juga melibatkan fungsional penilai pajak, unsur kepatuhan internal dan juga Inspektorat Jenderal Kemkeu. Jadi tim gabungan,” papar Sumiyati.

Tak hanya itu, Sumiyati meminta KPK untuk terus memantau penghitungan ulang itu agar tidak lagi menjadi bancakan. Dalam kesempatan ini, Sumiyati mewakili Kemkeu mengaku prihatin dan menyesali praktik suap yang melibatkan Angin dan Dadan selaku pejabat Ditjen Pajak.

Perilaku suap itu, kata Sumiyati mengkhianati perjuangan dan perbaikan yang sedang dan terus dilakukan Kemkeu. Sumiyati meminta para wajib pajak tidak kendur memenuhi kepatuhan perpajakannya sesuai aturan yang berlaku.

Dikatakan, pajak yang dibayarkan wajib pajak akan dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia dan membiayai APBN, salah satunya untuk menangani pandemi Covid-19, dan untuk membiayai vaksin Covid-19 untuk seluruh rakyat.

“Kemkeu terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. memberikan layanan dan kepastian hukum pada masyarakat untuk dapat menjalankan hak dan kewajibannya dengan lebih baik, akuntabel, dan transparan,” ujarnya.

Diketahui, KPK menetapkan Angin dan Dadan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak. Tak hanya itu, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations; Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak Bank Panin; dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Angin bersama-sama dengan Dadan diduga memeriksa pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, Bank Panin untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017. Dalam menjalankan tugasnya itu, Angin dan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Tak hanya itu, pemeriksaan perpajakan yang dilakukan keduanya juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak itu, Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap sebesar S$ 500 ribu yang diserahkan Veronika Lindawati selaku perwakilan PT Bank Panin Indonesia Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar. Kemudian pada kurun waktu bulan Juli-September 2019, kedua penyelenggara negara itu diduga menerima suap sebesar total S$ 3 juta dari Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Top News, Jokowi Semadi hingga Serial Killer Wowon

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersemadi, kasus serial killer Wowon Cs, dan kasus mahasiswi ditabrak mobil diduga rombongan polisi menjadi berita terpopuler.

NEWS | 27 Januari 2023

BMKG Ingatkan Pemda Waspada Karhutla

BMKG mengingatkan pemerintah daerah (pemda) untuk waspada dan siap-siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

NEWS | 27 Januari 2023

Menag Minta Dana Pengembangan Madrasah Dikelola Profesional

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta dana pengembangan madrasah dikelola profesional dan hati-hati.

NEWS | 27 Januari 2023

Hakim Dinilai Layak Kurangi Hukuman Richard Eliezer

Hakim layak memberikan keringanan hukum kepada terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Sidang Obstruction of Justice Hari Ini, Hendra Kurniawan Cs Hadapi Tuntutan

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar sidang tuntutan terhadap para terdakwa Obstruction of Justice (ooj).

NEWS | 27 Januari 2023

Jadwal Perempat Final Indonesia Masters Hari Ini, Ada Jojo dan Bagas/Fikri di Awal

Aksi Jonatan Christie alias Jojo dan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri bakal mengawali babak perempat final turnamen Indonesia Masters 2023.

NEWS | 27 Januari 2023

Pakar: Richard Eliezer Diperalat Ferdy Sambo

Richard Eliezer atau Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, menyatakan dirinya diperalat mantan atasannya Ferdy Sambo.

NEWS | 27 Januari 2023

Kecelakaan Beruntun di Lintas Padang Panjang-Bukittinggi, 3 Tewas

Tiga orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan di Jalan Lintas Padang Panjang-Bukittinggi.

NEWS | 27 Januari 2023

PBB Ungkap Budidaya Opium di Myanmar Meningkat sejak Junta Berkuasa

PBB mengungkap adanya peningkatan signifikan dalam budidaya opium di Myanmar, setelah junta militer mengambil alih kekuasaan.

NEWS | 27 Januari 2023

LPSK: Ada Potensi Ancaman Tinggi ke Bharada E Saat Bongkar Kasus Brigadir J

LPSK menilai ada potensi ancaman tingkat tinggi yang akan dihadapi Bharada E saat hendak membongkar kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Terkait Barang yang Hilang Dicuri, Ashanty: Tolong Dikembalikan!

Terkait Barang yang Hilang Dicuri, Ashanty: Tolong Dikembalikan!

LIFESTYLE | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE