Logo BeritaSatu

Kasus Suap Penanganan Perkara, KPK Tak Segan Jerat Azis Syamsuddin

Kamis, 20 Mei 2021 | 17:41 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penanganan perkara korupsi tak terpengaruh dengan polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang membuat 75 pegawai menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya lantaran dinyatakan tidak memenuhi syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan, termasuk kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Meskipun, hingga saat ini, KPK belum menjadwalkan kembali pemeriksaan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (7/5/2021) lalu.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menegaskan, lembaga antikorupsi akan menuntaskan berbagai perkara yang saat ini ditangani, termasuk kasus dugaan suap penanganan perkara. Bahkan, dalam pengembangan penyidikan kasus ini, KPK tak segan menjerat pihak lain yang terlibat, termasuk Azis Syamsuddin sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Kami akan tuntaskan dan ungkap seterang-terangnya perkara tersebut dan tak segan menetapkan pihak lain sebagai tersangka, sepanjang ditemukan kecukupan alat buktinya," kata Ali dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021).

Ali menegaskan, saat ini tim penyidik masih mengusut perkara tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti.

"Saat ini KPK masih terus mengumpulkan bukti-bukti sebagai tindak lanjut pengembangan terkait dugaan perbuatan tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan kawan-kawan," tegas Ali.

Dalam proses penyidikan kasus ini, Ali memastikan tim penyidik bakal kembali memanggil Azis Syamsuddin yang tak memenuhi panggilan sebelumnya. Pemanggilan kembali ini dilakukan lantaran Azis diduga mengetahui sengkarut penanganan perkara di Pemkot Tanjungbalai.

"Kami pastikan penyidik akan memanggil ulang saksi Azis Syamsuddin, waktunya akan kami informasikan lebih lanjut," kata Ali.

Ali menegaskan, KPK tetap bekerja dan tetap berkomitmen untuk memberantas korupsi di tengah polemik TWK pegawai. Hal ini lantaran di KPK telah terbangun sistem kerja yang terstruktur dengan baik. Dikatakan, kerja-kerja pemberantasan korupsi di KPK dilakukan secara tim sesuai dengan direktorat masing-masing.

Demikian pula dengan kerja-kerja di bidang penindakan. Dengan demikian, polemik 75 pegawai tak mempengaruhi kerja KPK secara kelembagaan.

"Kerja-kerja dilakukan secara tim dalam bentuk satgas yang dipimpin oleh kasatgas, tentu juga atas dasar penugasan dan pengetahuan direktur pada masing-masing direktorat sebagai atasan langsungnya," katanya.

Azis diketahui mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK pada Jumat (7/5/2021). Azis sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Saat itu,

Azis mengklaim tidak dapat memenuhi panggilan lantaran terdapat kegiatan lainnya. Namun, pada Senin (17/5/2021), Azis hadir memenuhi panggilan Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Azis dimintai keterangan Dewas terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Stepanus.

Nama Azis mencuat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di KPK. Azis disebut sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan Syahrial di rumahnya pada Oktober 2020. Atas dugaan itu, tim KPK telah menggeledah ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR, rumah dinas dan pribadinya. Tak hanya itu, KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi Kemkumham mencegah Azis Syamsuddin untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Diketahui, KPK menetapkan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai. Stepanus Robin Pattuju bersama Maskur Husain diduga telah menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar. Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK.

Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp 438 juta



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hingga Hari Ini, Total Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur 24.107 Unit

Total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat hingga hari ini, Kamis (1/12/2022) sebanyak 24.107 unit.

NEWS | 1 Desember 2022

Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

PP Pemuda Katolik menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka Korupsi Kredit Bank Jateng

Bareskrim Polri melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pemberian kredit proyek BPD Jawa Tengah (Jateng) cabang Jakarta.

NEWS | 1 Desember 2022

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan dan Agus Cecar Saksi dari Divisi Propam

Kuasa Hukum terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Henry Yosodingrat mencecar saksi Radite Hernawa yang merupakan Divisi Propam Polri.

NEWS | 1 Desember 2022

Karang Taruna Dukung Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan

Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto pihaknya mendukung dan konsisten bersama pemerintah mengurai persoalan, termasuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

NEWS | 1 Desember 2022

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saat hadir sebagai saksi di sidang Hendra Kurniawan, salah satu timsus Polri, Agus Saripul Hidayat membeberkan kejanggalan kasus Brigadir J. 

NEWS | 1 Desember 2022

Kasus Suap, Eks Kepala BPN Riau M Syahrir Ditahan KPK

KPK menahan mantan Kepala Kanwil BPN Riau M Syahrir, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan perpanjangan HGU di Kanwil BPN Riau. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bertambah, Pengungsi Gempa Cianjur Mencapai 114.414 Orang

Jumlah pengungsi akibat gempa Cianjur bertambah menjadi sebanyak 114.414 orang sementara sehari sebelumnya 109.386 orang. 

NEWS | 1 Desember 2022

CCTV Rumah Ferdy Sambo 26 Kali Dimatikan secara Paksa

CCTV rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 26 kali dimatikan secara paksa.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Jadi Profesor, Prabowo: Guru Besar Penentu Peradaban Bangsa

Terkait pengukuhan Sufmi Dasco Ahmad sebagai profesor, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan guru besar merupakan penentu peradaban bangsa.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE