Logo BeritaSatu

Komnas KIPI: 30 Gugatan Warga Terkait Vaksinasi Dimenangkan Negara

Kamis, 20 Mei 2021 | 22:59 WIB
Oleh : DAS

Jakarta, Beritsatu.com - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) melaporkan tidak kurang dari 30 gugatan warga terkait vaksinasi di Indonesia seluruhnya telah dimenangkan oleh negara.

"Dari 30 kasus itu, tidak ada satu pun yang pernah menang (penggugat). Semuanya dimenangkan negara," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (20/5/2021).

Menurut Hindra Irawan, gugatan yang dimaksud bukan hanya ketika vaksinasi Covid-19 melainkan juga saat vaksinasi polio.

"Gugatan itu hampir seluruhnya berkaitan dengan kejadian meninggal yang dikaitkan dengan program imunisasi," katanya.

Proses sidang tersebut, kata Hindra, ditangani oleh Biro Hukum Kementerian Kesehatan yang ditunjuk sebagai pengacara yang mewakili negara.

Sekretaris Komnas KIPI, Julitasari, yang juga hadir dalam agenda rapat bersama Komisi IX DPR RI mengatakan, pada 2020 pernah muncul kejadian medikolegal atau ilmu terapan yang memiliki dua aspek, yaitu kedokteran dan ilmu hukum yang melibatkan Komnas KIPI pada proses pengadilan di Maluku Utara.

"Itu pun bukan karena orang tuanya tapi karena pengacaranya," kata Julitasari.

Saat kejadian itu, Komnas KIPI mengutus dua orang profesor, yakni Hindra Irawan Satari bersama Agus Purwadianto untuk menghadiri undangan dari pengadilan dalam kapasitas mereka sebagai saksi ahli.

"Tapi kasusnya gugur. Itu adalah keinginan pengacara, dan orang tua dari peserta vaksinasi terkait pun tidak datang dan tidak mempermasalahkan karena sudah dapat penjelasan dari Komisi Daerah KIPI yang di Maluku terkait penyebab kematian anaknya," katanya.

Namun, saat muncul pertanyaan dari salah satu anggota Komisi IX DPR RI tentang bagaimana upaya masyarakat untuk bisa menuntut secara hukum atas kejadian yang diakibatkan pengaruh vaksin, Hindra menyerahkan jawaban tersebut kepada pakar yang memiliki kompetensi.

"Secara eksplisit dan tertulis ada dalam undang-undang. Tapi bagaimana menuntut, saya tidak bisa menjawab karena tidak punya kompetensi tentang bagaimana menuntut dan atau prosesnya. Tapi setiap warga negara berhak menuntut," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Astrazeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547 untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Minggu (16/5/2021).

Penghentian sementara adalah bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini.

Adapun terkait dengan laporan KIPI serius terkait meninggalnya pasien vaksinasi yang diduga berkaitan dengan Astrazeneca batch CTMAV547, Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap batch tersebut



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Komisi I DPR memutuskan untuk menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI, Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Mentan: Rakyat Bisa Tanam Buah dan Sayur, Kenapa Impor?

Mentan mengkritik banyaknya sayur dan buah impor yang membanjiri pasar Indonesia, padahal sebetulnya buah dan sayur lokal punya kualitas yang sama baiknya.

NEWS | 2 Desember 2022

Mentan Dorong Buah dan Sayur Lokal Tembus Pasar Ekspor

Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong lebih banyak lagi produk pertanian Indonesia untuk bisa menembus pasar ekspor, terutama sayuran dan buah-buahan.

NEWS | 2 Desember 2022

Pembangunan SDM TNI Jadi Prioritas Pertama Yudo Margono

Pembangunan SDM di internal TNI menjadi prioritas pertama Laksamana Yudo Margono jika terpilih menjadi Panglima TNI.

NEWS | 2 Desember 2022

Ini Pendapat Yudo Margono Soal Alutsista Modern TNI

Yudo Margono meyakini alat utama sistem senjata (alutsista) yang modern bisa membuat TNI siap menghadapi semua kemungkinan ancaman terhadap Indonesia.

NEWS | 2 Desember 2022

Yudo Margono Tegaskan Prajurit TNI Harus Tampil Sederhana

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan prajurit TNI harus menampilkan diri dan memberi contoh ke rakyat banyak mengenai sikap sederhana.

NEWS | 2 Desember 2022

Pembunuhan Keluarga di Magelang, Pelaku Belajar dari Kasus Sianida

Penyidikan pembunuhan keluarga di Magelang mengungkap fakta baru. DDS yang tega meracuni keluarganya hingga tewas menyebut belajar dari kasus sianida. 

NEWS | 2 Desember 2022

Buktikan Sinergisitas TNI-Polri, Yudo Margono Pamer Foto dengan Istri

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memamerkan foto dirinya dengan sang istri, AKBP Veronica Yulis Prihayati untuk membuktikan sinegisitas TNI-Polri.

NEWS | 2 Desember 2022

Visi Yudo Margono: TNI sebagai Patriot NKRI

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memaparkan visinya yaitu mewujudkan institusi TNI sebagai patriot Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

NEWS | 2 Desember 2022

Istri dan Anak Ismail Bolong Diperiksa, Polisi: Semakin Menguatkan

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah memeriksa istri dan anak Ismail Bolong terkait kasus tambang ilegal 

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

EKONOMI | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE