Kemhub Tekankan Aspek Keselamatan Angkutan Sungai-Danau

Penulis: BeritaSatu | Editor: JNS
Senin, 31 Mei 2021 | 22:12 WIB
Ilustrasi perahu.
Ilustrasi perahu. (ist)

Boyolali, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengingatkan kembali pentingnya memastikan aspek keselamatan angkutan sungai-danau. 

Pada Kamis lalu (27/5/2021), Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemhub Budi Setiyadi melakukan kunjungan kerja ke Waduk Kedungombo, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Kunjungan ini menyusul adanya insiden perahu terbalik di kawasan wisata Waduk Kedungombo beberapa waktu lalu (15/5/2021).

"Kejadian ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Oleh sebab itu perlu perbaikan dan pembenahan, terutama peningkatan aspek keselamatan," kata Budi, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya.

Untuk meningkatkan aspek keselamatan di Waduk Kedungombo, Ditjen Hubdat akan memberikan pelatihan keselamatan bagi para operator kapal. Pihaknya juga akan memberikan life jacket bagi pengguna jasa perahu wisata.

Budi menegaskan, meski perahu digunakan untuk menempuh jarak yang tidak jauh, penumpang tetap harus memakai life jacket.

"Seperti kalau naik motor harus pakai helm, maka kalau naik kapal atau perahu ini harus pakai life jacket," ujar Budi.

Budi menambahkan, ke depannya, pihaknya akan membangun dermaga di Waduk Kedungombo. Adapun dermaga ini nantinya akan berjenis ponton yang bisa fleksibel terhadap naik turunnya permukaan air pasang/surut.

"Memang banyak harus kita lakukan, pembangunan dermaga, kapal yang berkeselamatan, operatornya atau nahkodanya juga, dan penting juga dukungan dari masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi juga meminta Camat Kemusu selaku pemerintah daerah setempat untuk merangkul masyarakat paguyuban pengelola kawasan wisata Waduk Kedungombo agar mengutamakan aspek keselamatan.

Dilansir dari keterangan resmi Ditjen Hubdat, insiden tenggelamnya perahu di Waduk Kedungombo bermula ketika ada sejumlah pengunjung hendak menyeberang menuju ke warung apung yang ada di tengah waduk. Perahu yang seharusnya hanya mampu mengangkut 14 orang, ditumpangi oleh 21 orang. Kondisi kelebihan muatan ini mengakibatkan masuknya air ke dalam perahu sedikit demi sedikit.

Kurang lebih 10 meter mendekati warung apung, penumpang panik melihat semakin banyak air masuk ke dalam perahu. Penumpang kemudian bergeser maju ke bagian depan perahu, menyebabkan perahu tidak seimbang, sehingga akhirnya perahu terbalik dan tenggelam. Sebanyak sembilan orang korban meninggal pada insiden tersebut.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

NEWS
Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

NEWS
Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

NEWS
Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

NEWS
Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

NEWS
Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

NEWS

BERITA TERKINI

Efisiensi Energi Taiwan Peringkat 2 di Asia

Efisiensi Energi Taiwan Peringkat 2 di Asia

INTERNASIONAL 3 jam yang lalu
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon