Logo BeritaSatu
Raymond Tjandrawinata

Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia

Rabu, 2 Juni 2021 | 07:48 WIB
Oleh : Indah Handayani / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Terlibat dalam institusi ternama dunia, seperti Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) adalah mimpi kebanyakan orang. Namun, seorang ahli farmakologi molekuler, Dr Raymond Tjandrawinata memilih kembali ke Tanah Air untuk mengembangkan potensi biodiversitas Nusantara menjadi obat-obatan.

"Pengalaman bekerja dengan para saintis di NASA sangat memperkaya perspektif saya sebagai seorang saintis biomedis,” ungkap peraih WIPO Medal for Inventor Award, SINTA Award dan Habibie Award melalui keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Raymond meneliti obat dari bahan alam sejak menimba ilmu di negeri Paman Sam. Ia bisa disebut sebagai salah satu putra Indonesia yang pertama kali mempelajari ilmu rekayasa genetika pada era 80-an, karena pada waktu itu ilmu rekayasa di Indonesia belum sepenuhnya didalami.

“Pada waktu saya kuliah S-1 di pertengahan tahun 1980-an, penelitian rekayasa genetika baru saja dimulai,” katanya.

Pada 1991, astronaut wanita bernama Dr Millie Hughes-Fulford mengajak Raymond dalam proyek penelitian spacelab life sciences dengan menerbangkan pesawat ulang alik ke luar angkasa. Proyek tersebut adalah misi spacelab pertama yang didedikasikan untuk penelitian biomedis. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ilmiah ekspresi gen tulang manusia dalam kaitannya dengan pengeroposan tulang pada kondisi tanpa gravitasi.

Raymond kemudian mengembangkan obat dari bahan alam saat berkarier di perusahaan farmasi terkemuka di Amerika, Smithkline Beecham pada awal 90-an hingga 2000. Di perusahaan tersebut, ia belajar teknik riset laboratoris yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan farmasi di Amerika.

"Di sana saya banyak belajar cara mengembangkan obat baru dengan teknik riset translasional dari laboratorium ke pasien," ujar peraih penghargaan SmithKline Beecham IMPACT Award Philadelphia pada 1997 dan Marquee's Who's Who in Science dan Engineering pada 2008 dan 2011.

Pada awal 2000-an, Raymond kembali ke Tanah Air dan berkarier di perusahaan farmasi terkemuka, PT Dexa Medica. Ketika itu pendiri PT Dexa Medica, Rudy Soetikno (almarhum) memiliki visi untuk mengembangkan obat-obatan dari kekayaan alam Indonesia. Pada 2005, Raymond dipercaya memimpin Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Pusat riset tersebut merupakan pelopor pengembangan obat modern asli Indonesia (OMAI) yang dibuat dari bahan alam dengan teknologi modern.

Hingga kini, Raymond terus mengembangkan obat dari bahan alam yang teruji klinis. Raymond telah memegang 64 paten di Indonesia dan mancanegara yang berkaitan dengan OMAI.

“Saya selalu mendapatkan tantangan untuk lebih banyak mengembangkan obat baru,” kata Raymond.

OMAI merupakan obat dari bahan alam Indonesia yang telah teruji baik secara praklinis (obat herbal terstandar) maupun teruji klinis (fitofarmaka). Obat-obatan fitofarmaka yang telah dikembangkan dan diproduksi, antara lain adalah berbahan kayu manis dan daun bungur untuk pasien diabetes, lalu ada yang terbuat dari cacing tanah untuk pasien penderita penyakit jantung dan stroke, dan ada pula yang terbuat dari kayu manis untuk membantu mengatasi gangguan asam lambung.

Menurut Raymond pengembangan obat fitofarmaka tidak mudah. Meski demikian, dia melihat potensi besar dari pengembangan fitofarmaka, yakni selain mencapai kemandirian farmasi nasional, juga dapat mendorong perekonomian petani.

“Impor bahan baku obat bisa dikurangi, sehingga petani sejahtera. Para petani bisa sejahtera jika produsen membeli bahan baku yang jumlahnya bisa berton-ton,” tutur peraih gelar doktor dari University of California tersebut.

Pria penyandang gelar Masters of Business Administration in Management dari Golden Gate University ini menilai, kesejahteraan ekonomi petani dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kita bisa menyejahterakan Indonesia dengan biodiversity alam Indonesia itu sendiri," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Kabupaten Pemalang

Banjir rob yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Pemalang berdampak pada 1.272 kepala keluarga (KK) atau 3.900 jiwa.

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut, BMKG: Aktivitas dalam Lempeng Indo-Australia

Gempa bumi yang terjadi di Garut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut 6,4 M, Warga Cianjur Dibuat Panik Tak Keruan

Warga Cianjur yang masih trauma akibat gempa kembali berhamburan keluar dari dalam rumah dan perkantoran menuju lapangan terbuka, Sabtu (3/12/2022).

NEWS | 3 Desember 2022

Gempa Garut M 6,4 Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Garut terjadi pada Sabtu pukul 16.49 WIB dan dirasakan getarannya di wilayah Garut, Ciamis, Kalapanunggal, Sumur, Tasikmalaya dan Pamoyanan.

NEWS | 3 Desember 2022

Paspampres Perkosa Prajurit, Moeldoko: Tak Ada Toleransi

Moeldoko menilai tidak boleh ada toleransi dalam kasus dugaan perkosaan oleh perwira Paspampres terhadap seorang prajurit wanita.

NEWS | 3 Desember 2022

Pertamina Teken Kontrak Kerja Sama dengan Nippon Yusen Kaisha Senilai Rp 7,7 M

Pertamina International Shipping (PIS) menjalin kerja sama dengan Nippon Yusen Kaisha (NYK) di Tokyo dengan nilai sekitar Rp 7,7 miliar.

NEWS | 3 Desember 2022

Getaran Gempa Garut Buat Panik Warga Sukabumi

Getaran gempa Garut hampir dirasakan oleh seluruh warga Sukabumi, namun belum ada laporan kerusakan.

NEWS | 3 Desember 2022

Masyarakat Padati Tempat Tes PCR Covid-19 di Beijing

Kerumunan orang memadati tempat-tempat tes PCR Covid-19 di Beijing hingga menyebabkan antrean panjang di Ibu Kota China itu.

NEWS | 3 Desember 2022

Hari Guru Nasional, Ini Pesan PGRI untuk Pemerintah

PGRI menitipkan pesan dari para guru kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah saat ini dan akan datang untuk tetap berpihak kepada para guru.

NEWS | 3 Desember 2022

IDI: Tetap Waspada, Cegah Kelonjakan Kasus Covid-19 Jelang Nataru

Salah bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19 tersebut adalah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin terutama memakai masker.

NEWS | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Kabupaten Pemalang

Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Kabupaten Pemalang

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE