Logo BeritaSatu

Penahanan 2 Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS Tunggu Hasil Audit BPK

Rabu, 2 Juni 2021 | 18:33 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dwi Agus Arfianto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menahan dua tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) tahun anggaran 2018 untuk SMKN 53 Jakarta Barat. Kejari, kata Dwi, masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penggunaan dana BOS dan BOP itu.

Kedua tersangka tersebut adalah mantan Kepala Sekolah SMKN 53, Jakarta Barat berinisial W dan staf Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I berinisial MF. Kedunya diduga melakukan manipulasi surat pertanggungjawaban (SPJ) dan menggunakan rekanan fiktif dalam pengadaan sejumlah barang.

Advertisement

“Untuk upaya paksa penahanan kami masih tunggu audit teman-teman BPK. Nanti bicara waktu yang konkret,” ujar Dwi saat konferensi pers terkait kasus korupsi BOS-BOP tahun anggaran 2018 di Kantor Kejari Jakbar, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (2/6/2021).

Dwi mengatakan, proses audit di BPK masih berlangsung dan lembaganya belum bisa memastikan kapan selesainya.

Yang jelas, tutur dia, Kejari terus berkoordinasi dan memberikan fakta-fakta terbaru terkait perkembangan kasus korupsi ini.

Koordinasi
“Sampai saat ini masih proses audit BPK, fakta perkembangan penyidikan akan kami koordinasi dengan BPK. Apa pun fakta termasuk perkembangan hari ini kami akan laporkan ke BPK,” tandas dia.

Dwi juga menegaskan, lembaganya tidak akan mencampuri hasil audit BPK. “Bagaimana mereka sikapi kami tidak bisa berikan statemen apakah diakomodasi untuk masuk ke kerugian negara atau tidak. Apakah diakomodasi untuk pengurangan nilai kerugian negara atau tidak, itu domain teman-teman BPK, kami tidak mencampuri ke sana,” pungkas Dwi.

Sebagaimana diketahui, Kejari Jakarta Barat telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana BOS dan BOP tahun anggaran 2018, yakni mantan Kepala Sekolah SMKN 53, Jakarta Barat berinisial W dan staf Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat I berinisial MF. Kedunya diduga melakukan manipulasi SPJ dan menggunakan rekanan fiktif dalam pengadaan sejumlah barang.

Nilai dana BOS dan BOP tersebut sebesar Rp 7,8 miliar dengan perincian dana BOS Rp 1,3 miliar dan dana BOP Rp 6,5 miliar. Dari jumlah tersebut, Kejari Jakbar menduga keduanya melakukan penggelapan setengah dari anggaran Rp 7,8 miliar. Saat ini, dugaan kerugian negara masih diperiksa BPK.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dengan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023

Habiburokhman: Tak Elok Giring Kaesang ke Gerindra

Habiburokhman mengungkapkan tidak elok rasanya menggiring putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep masuk ke Gerindra.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Terkait perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, PPP menyatakan belum memperoleh informasi.

NEWS | 31 Januari 2023

KUHP Baru Jadi Cermin Indonesia dalam Wajah Hukum Pidana

KUHP baru secara filosofis memiliki perbedaan dengan KUHP lama karena memiliki nilai dan kepribadian Indonesia sebagai bangsa merdeka.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemenaker Harap Anak Muda Berkontribusi dalam Pembangunan Ekonomi

Kemenaker Harap Anak Muda Berkontribusi dalam Pembangunan Ekonomi

EKONOMI | 1 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE