Logo BeritaSatu

Guru Besar UNJ: Pancasila Bukan Konsep Abstrak, tetapi Pembiasaan Nilai

Kamis, 3 Juni 2021 | 12:23 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK), Prof Sarkadi menegaskan, Pancasila bukanlah suatu konsep yang abstrak melainkan pembiasaan nilai sejak dini. Gagasan Pancasila yang dicetuskan oleh presiden pertama RI, Soekarno, digali dari nilai-nilai budaya asli bumi Indonesia.

“Pancasila lahir dari bumi Indonesia, itu seharusnya tetap membumi. Jangan sampai disingkirkan oleh perkembangan zaman, perkembangan teknologi secara masif yang tekadang mengabaikan nilai-nilai Pancasila,” ujar Sarkadi yang juga guru besar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (3/6/2021).

Advertisement

Sarkadi menyebut nilai Pancasila paling sederhana adalah sopan santun kepada orang tua. Penanaman sopan santun harus dilakukan secara bersama tidak hanya lewat kurikulum PPKn di sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah.

Nilai-nilai konkret Pancasila lainnya misalnya sikap religius, toleran, gotong royong, dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

Menurut Sarkadi, kurikulum di sekolah sudah memuat secara lengkap konsep maupun penerapan Pancasila sejak tingkat SD sampai perguruan tinggi.

“Saya sendiri terlibat dalam penyusunan, detail mengenai lambang negara, implementasi nilai Pancasila semua sudah termuat dalam PPKn dan di perguruan tinggi ada pendidikan Pancasila,” katanya.

Itu sebabnya, ujar Sarkadi, pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak perlu lagi disusun dalam formulasi khusus, tapi cukup lewat kebijakan penguatan yang dipikirkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Dia menilai Nadiem, yang dianggap mewakili generasi milenial, bisa memberikan atensi lebih untuk penguatan nilai Pancasila. Mendikbudristek bisa menjadi contoh generasi milenial yang memiliki ciri sangat terbuka untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menerima pemikiran-pemikiran baru.

“Mendikbudristek harus punya konsep bagaimana membangun generasi muda, harus ada kebijakan bagaimana menanamkan nilai Pancasila mulai dari SD sampai perguruan tinggi, termasuk generasi milenial,” katanya.

Sarkadi menambahkan penerapan nilai-nilai Pancasila saat ini mengalami tantangan berat karena arus informasi media yang sangat pesat. Anak-anak dibanjiri berbagai informasi yang sebagian besar tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Ditambah minimnya pendampingan orang tua, Pancasila pun semakin sulit untuk mengakar menjadi pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.

“Guru menyampaikan pendidikan karakter sampai berbusa-busa, tapi ketika pulang ke rumah orangtua tidak sinkron. Orang tua bicara marah-marah, atau bebas lihat TV, handphone yang berisi berbagai macam informasi tanpa disaring, jadi tidak sinkron,” kata Sarkadi.

Dia mengatakan penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara sinergi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Kementerian Agama, ditambah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Percuma Kemdikbudristek habis triliunan rupiah tapi tidak ada sinergi dengan komponen lain. Ini presiden harus secara kuat menyampaikan kepada para menterinya,” tambah Sarkadi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023

Habiburokhman: Tak Elok Giring Kaesang ke Gerindra

Habiburokhman mengungkapkan tidak elok rasanya menggiring putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep masuk ke Gerindra.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Terkait perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, PPP menyatakan belum memperoleh informasi.

NEWS | 31 Januari 2023

KUHP Baru Jadi Cermin Indonesia dalam Wajah Hukum Pidana

KUHP baru secara filosofis memiliki perbedaan dengan KUHP lama karena memiliki nilai dan kepribadian Indonesia sebagai bangsa merdeka.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemenaker Harap Anak Muda Berkontribusi dalam Pembangunan Ekonomi

Kemenaker Harap Anak Muda Berkontribusi dalam Pembangunan Ekonomi

EKONOMI | 47 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE