Logo BeritaSatu

Kemdikbudristek: Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

Senin, 7 Juni 2021 | 20:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Kemdikbudristek), menegaskan, pembelajaran tatap muka terbatas tetap mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan anak. Apalagi, situasi pandemi Covid-19 membuat semua pihak tidak bisa memprediksi kapan pandemi berakhir.

Direktur Sekolah Menengah Atas (SMP) Kemdikbudristek, Mulyatsyah menuturkan, sebagai tanggung jawab dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan, maka Kemdikbudristek harus mencari solusi yang terbaik berdasarkan kajian untuk menentukan kebijakan selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Advertisement

“Kebijakan-kebijakan yang disampaikan Mendikbudristek berdasarkan kajian-kajian bersama tidak ujuk-ujuk tanpa mempertimbangkan aspek segala macam. Aspek pertama adalah aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Itu menjadi rujukan utama,” kata Mulyatsyah pada diskusi publik bertajuk “Kelayakan PTM Terbatas di Tahun Ajaran 2021/2022” Senin (7/6/2021).

Mulyatsyah menyebutkan, dari penerapan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang sudah diterapkan sejak Maret 2020, dilakukan kajian pada Desember 2020 untuk penyesuaian. Disebutkan, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan syarat-syarat tertentu, baik itu pada zona hijau dan kuning.

Sementara untuk zona oranye dan merah tetap belajar dari rumah.

“Dari tahap-tahap ini tentu kita melihat perkembangan-perkembangan di mana terjadi fluktuasi dari pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Mulyatsyah, pada Januari - Juni 2021 ini dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kemdikbudristek ditemukan beberapa dampak dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terhadap peserta didik.

Pertama, ada penambahan angka putus sekolah karena mereka harus membantu orang tua di rumah.

“Karena ada asumsi dan anggapan bahwa belajar itu bagi masyarakat kita di sekolah saja, padahal sesungguhnya belajar itu bisa di mana saja. Ini adalah paradigma yang memang terjadi di masyarakat sehingga anak-anak kadang-kadang harus waktu belajar di rumah, mereka juga harus ikut membantu ekonomi orang tua,” jelasnya.

Kedua, terjadi penurunan capaian pembelajaran atau kesenjangan pembelajaran. Mulyatsyah menyebutkan, fakta ini menjadi permasalahan bersama karena terkait masa depan anak bangsa.

“Tentu kita harus cari solusinya bagaimana untuk memperkecil risiko ini. Jangan sampai terjadi loss learning yang berkepanjangan,” ucapnya.

Ketiga, terjadi kekerasan pada anak, serta dampak sosial dan psikologis anak selama pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, berdasarkan hasil kajian tersebut, kata Mulyatsyah, Kemdikbudristek ingin menyempurnakan PTM dengan kebijakan PTM terbatas. Pasalnya, saat ini ada 30% sekolah menyelenggarakan PTM terbatas.

Ia menegaskan, PTM yang dimaksud tidak akan sama dengan selama era normal karena terjadi pembatasan-pembatasan. Selain itu, ada pula daftar periksa yang mesti dikroscek untuk divalidasi oleh Dinas Pendidikan sebagai penanggung jawab pengelola pendidikan di tingkat daerah.

“Begitu diusulkan oleh kepala sekolah, maka ini betul-betul diperiksa kelayakan sekolah untuk dibuka,” ucapnya.

Selain itu, perlu peran orang tua, Mulyatsyah menyebutkan, orang tua sangat berkepentingan karena ketika anak-anak masih ragu dan belum bisa menaati protokol kesehatan sepenuhnya maka peran orang tua di rumah sangat penting.

“Inilah kolaborasi kita bersama-sama tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat,” ucapnya.

Mulyatsyah mengatakan, kebijakan PTM terbatas ini akan disesuaikan dengan segala kejadian yang akan terjadi termasuk adanya temuannya kasus.

“Jadi opsi pembelajaran tatap muka adalah memberikan pilihan kepada anak-anak. Kalau dulu hanya PJJ saja sekarang memberikan opsi. Inilah yang kita harapkan agar para guru memiliki pemahaman yang sama. Ini kesempatan kita berjuang bersama- sama,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ratusan Warga Bersenjata Tajam Menyerang Polres Malinau

Ratusan warga bersenjata tajam menyerang Polres Malinau, Kalimantan Utara lantaran tidak terima setelah ada warga yang tewas akibat tertembak peluru polisi.

NASIONAL | 6 Februari 2023

PPA Lakukan Pendampingan Psikologis terhadap Korban Pedofilia Ibu Muda

Pendampingan psikologis dan sosial terhadap anak-anak korban seks menyimpang (pedofilia) segera diberikan oleh PPA Provinsi Jambi.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Angin Kencang Sebabkan Atap Pusat Belanja di Serang Roboh, 2 Luka

Sebuah atap salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Minggu (5/2/2023) sore roboh lantaran angin kencang.

NASIONAL | 5 Februari 2023

PGIW Apresiasi Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Islam Toleran

Ketekunan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga dan merawat toleransi antar kerukunan umat beragama telah dirasakan oleh seluruh umat agama lai.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Polda Metro: Bripka Madih Tak Konsisten soal Laporan Sengketa Tanah

Polda Metro nilai Bripka Madih tak konsisten soal laporan sengketa tanah milik orang tuanya yang sempat dilaporkannya pada 2011 silam.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Top News, Penembakan Calon Anggota DPD hingga Pengakuan Duloh Setubuhi Korbannya

Berita penembakan calon anggota DPD RI Bengkulu hingga pengakuan Duloh bersetubuh dengan mertua Wowon menjadi berita terpopuler

NASIONAL | 4 Februari 2023

Korban Gempa Cianjur Diminta Pastikan Termasuk Penerima Bantuan Perbaikan Rumah

Warga korban gempa di Cianjur diminta memastikan rumahnya masuk dalam penerima bantuan perbaikan rumah yang sudah diumumkan di sejumlah desa terdampak.

NASIONAL | 4 Februari 2023

Kesehatan Lukas Enembe, Komnas HAM dan KPK Lakukan Koordinasi

Guna memastikan diperhatikannya hak-hak tahanan dalam hal ini Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan KPK.

NASIONAL | 3 Februari 2023

Bakamla RI Berpartisipasi Latihan Sea Lion SAR Avitex

Bakamla RI berpartisipasi dalam latihan yang digelar Turkish Coast Guard karena kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keamanan wilayah

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kepala BNPT Apresiasi Upaya ESQ Jaga Pancasila dan NKRI

Upaya ESQ guna menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 16 Mei 2022


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Mentah Menguat Ditopang Sentimen Tiongkok

Harga Minyak Mentah Menguat Ditopang Sentimen Tiongkok

EKONOMI | 19 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE