Logo BeritaSatu

Berantas Pungli, Konsistensi dan Pengawasan Penegak Hukum Penting

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:38 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Permasalahan pungutan liar (pungli) belum selesai, dan terus menjadi problem Kamtibmas di negeri ini. Belum lama, Presiden Joko Widodo, mendengarkan sendiri keluhan sopir kontainer terkait adanya praktik pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Advertisement

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto mengatakan, konsistensi dan pengawasan terhadap penegak hukum penting dilakukan untuk memberantas pungli.

"Memang problem pungli itu bukan hal baru, dan terus menerus menjadi problem Kamtibmas kita. Kalau melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, konsistensi itu penting. Tetapi juga harus dilakukan pengawasan pada penegak hukum karena fakta yang terjadi pungli itu bukan hanya dilakukan preman, tapi juga dilakukan oleh penegak hukum sendiri," ujar Bambang saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (12/6/2021).

Dikatakan Bambang, Presiden telah menandatangani Perpres 87/2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), 21 Oktober 2016 lalu.

"Dalam Perpres Nomor 87/2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, yang menunjuk Irwasum Polri sebagai ketua pelaksana sebenarnya sudah diatur secara detail bagaimana aturan dan pelaksanaanya. Dengan perintah langsung Presiden pada Kapolri itu berarti satgas saber pungli tersebut gagal mengemban amanat Presiden. Dan, memang harus ada evaluasi secara menyeluruh mengapa satgas tersebut gagal," ungkapnya.

Bambang menyampaikan, transparansi pengawasan kepada penegak hukum harus dilakukan. "Fungsi pengawasan secara transparan pada penegak hukum ini yang sampai saat ini belum ada," katanya.

Diketahui, Saber Pungli dibentuk berdasarkan ‎Perpres 87/2016. ‎Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar pada sentra pelayanan publik di kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, korporasi, lembaga independen, badan hukum dan tempat lainnya. Tujuannya agar kegiatan pelayanan publik dapat terselenggara secara efektif dan efisien.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara dan Polres KP3 Tanjung Priok telah menangkap 50 tersangka terkait tindakan pungli dan aksi premanisme, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Bukan hanya preman yang diciduk, namun sebagian besar justru oknum pegawai dan sekuriti yang bekerja di PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra (DKM) Jakarta.

Aksi pungli, dimulai dari jalan saat mendekati pelabuhan hingga masuk ke pos masing-masing. Sopir truk dimintai uang Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Uang itu dimasukkan ke dalam plastik atau dus, kalau tidak mau disuruh ke pinggir.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Top News, Penembakan Calon Anggota DPD hingga Pengakuan Duloh Setubuhi Korbannya

Berita penembakan calon anggota DPD RI Bengkulu hingga pengakuan Duloh bersetubuh dengan mertua Wowon menjadi berita terpopuler

NASIONAL | 4 Februari 2023

Korban Gempa Cianjur Diminta Pastikan Termasuk Penerima Bantuan Perbaikan Rumah

Warga korban gempa di Cianjur diminta memastikan rumahnya masuk dalam penerima bantuan perbaikan rumah yang sudah diumumkan di sejumlah desa terdampak.

NASIONAL | 4 Februari 2023

Kesehatan Lukas Enembe, Komnas HAM dan KPK Lakukan Koordinasi

Guna memastikan diperhatikannya hak-hak tahanan dalam hal ini Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan KPK.

NASIONAL | 3 Februari 2023

Bakamla RI Berpartisipasi Latihan Sea Lion SAR Avitex

Bakamla RI berpartisipasi dalam latihan yang digelar Turkish Coast Guard karena kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keamanan wilayah

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kepala BNPT Apresiasi Upaya ESQ Jaga Pancasila dan NKRI

Upaya ESQ guna menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kapolda Jatim: Sopir Bus Maut Berpotensi Tersangka

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta  menyatakan, sopir bus maut berpotensi menjadi tersangka karena diduga mengantuk.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Gelombang Tinggi Hantam Puluhan Warung di Pantai Bagedur

Gelombang tinggi kembali menerjang objek wisata Pantai Bagedur di Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Bencana Tanah Bergerak Robohkan Rumah Warga di Lebak

Rumah warga di Jampang Cikoneng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, roboh hingga rata dengan tanah akibat terdampak tanah bergerak.

NASIONAL | 16 Mei 2022

KSPSI Salurkan Paket Bantuan Kapolri untuk Buruh di Maluku Utara

KSPSI menyalurkan 1.000 paket bantuan sembako dari Kapolri untuk buruh di Maluku Utara di site PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

NASIONAL | 16 Mei 2022

Gunung Merapi Tercatat Alami 77 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 77 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (15/5/2022) pukul 00.00-24.00 WIB.

NASIONAL | 16 Mei 2022


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE