Logo BeritaSatu

KPK Setor Hasil Lelang Mobil Terpidana Korupsi E-KTP ke Kas Negara

Rabu, 23 Juni 2021 | 16:33 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyetorkan uang sebesar Rp 550 juta ke kas negara. Uang tersebut merupakan hasil lelang barang rampasan terpidana perkara korupsi proyek e-KTP, Markus Nari berupa mobil Land Rover tipe Range Tover 5.0L 4x4 warna hitam buatan tahun 2010.

"Jaksa Eksekutor KPK Andry Prihandono telah melakukan penyetoran ke kas negara uang hasil lelang barang rampasan sejumlah Rp 550 juta yang berasal dari lelang satu unit kendaraan roda empat merk Landrover Tipe Range Rover 5.OL 4 X 4 warna hitam, Nopol B 963 MNC tahun pembuatan 2010, nomor rangka : SLLMAME3AA328562, Nomor mesin :10051708292508PS beserta 1 buah kunci mobil, 1 STNK asli dan BPKB asli," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Rabu (23/6/2021).

Ali mengatakan, penyetoran barang rampasan itu berdasarkan isi amar putusan Mahkamah Agung No: 1998 K/Pid.Sus/2020 tanggal 13 Juli 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta Nomor : 3/ PID.SUS-TPK/2020/PT DKI tanggal 17 Februari 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 80/Pid.Sus-TPK/2019/PN. Jkt. Pst tanggal 11 November 2019 atas nama terpidana Markus Nari.

Sebelumnya, KPK berhasil melelang satu unit mobil Merk Landrover, Type Range Rover 5.0L 4 X 4, Warna Hitam. Mobil tersebut merupakan rampasan negara dari hasil penanganan perkara korupsi mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Markus Nari yang menjadi terpidana perkara korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

Markus Nari diketahui telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani masa hukuman 8 tahun dikurangi masa tahanan sesuai putusan Kasasi MA. Selain pidana penjara, dalam putusan Kasasi, MA juga menjatuhkan denda sebesar Rp 300 juga subsider 8 bulan kurungan terhadap Markus Nari. Tak hanya itu, Markus Nari juga dijatuhi pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar US$ 900 ribu subsider 3 tahun penjara.

Markus Nari juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan.

Markus Nari dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Selain itu, Markus Nari juga dinyatakan bersalah telah merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Markus sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang terhadap Miryam S Haryani yang saat itu berstatus sebagai saksi dan Sugiharto yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hari Ini, Gubernur Wajib Umumkan Kenaikan UMP

Pemerintah daerah wajib mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) hari ini, Senin (28/11/2022)

NEWS | 28 November 2022

Tak Mau Pemborosan, Anwar Ibrahim Tolak Mercedes S600 untuk Mobil Dinas

PM Baru Malaysia Anwar Ibrahim menolak penggunaan Mercedes-Benz S600 untuk mobil dinasnya, karena tak mau ada pemborosan dana publik.

NEWS | 28 November 2022

Tolak RUU Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan Gelar Aksi Bersama

Lima organisasi profesi terdiri dari IDI, PDGI, PPNI), IAI beserta organisasi kesehatan lainnya menggelar aksi damai bersama untuk menolak RUU Kesehatan

NEWS | 28 November 2022

Tolak RUU Kesehatan, PPNI Ingatkan DPR Tak Khianati Perjuangan Nakes

Ketua Umum Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Harif Fadhilla menyampaikan orasi menolak RUU Kesehatan.

NEWS | 28 November 2022

Tiba di Ruang Sidang, Bharada E Disambut Para Pendukung

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E disambut para pendukungnya saat tiba di ruang persidangan.

NEWS | 28 November 2022

Helikopter Polri Hilang Kontak, Nelayan Temukan Sandaran Kursi Penumpang

Terkait helikopter Polri jatuh, seorang nelayan bernama Sobri Wassholat menemukan sandaran kursi penumpang helikopter di Perairan Manggar Belitung Timur, Bangka Belitung.

NEWS | 28 November 2022

Jenazah Bripda Khoirul Anam Ditemukan di Pantai Burung Mandi

Jenazah yang ditemukan di Pantai Burung Mandi itu bernama Bripda Khoirul Anam. Ia merupakan kru helikopter Polri yang hilang kontak.

NEWS | 28 November 2022

Akses bagi Anak-Anak Buruh Tani Sawit Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Untuk menguatkan pemulihan pembelajaran, Kepala SDN 005 Tanjung Palas Timur Ludiah Liling merancang empat strategi implementasi Kurikulum Merdeka.

NEWS | 28 November 2022

Helikopter Polri yang Hilang Kontak Diduga Jatuh karena Cuaca

Helikopter Polri yang jatuh hilang kontak di dekat perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, pada Minggu (27/11/2022), diduga jatuh karena cuaca.

NEWS | 28 November 2022

Bertemu Tokoh Supremasi Kulit Putih, Donald Trump Dikritik Republikan

Mantan Presiden AS Donald Trump mendapat kritikan tajam dari sejumlah Republikan atau anggota Partai Republik.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Beras di Bandung Mulai Meningkat, Ini Pemicunya

Harga Beras di Bandung Mulai Meningkat, Ini Pemicunya

EKONOMI | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE