Logo BeritaSatu

Beda Situasi dengan PSBB, PPKM Darurat Tak Bisa Cepat Mengerem Lonjakan Kasus

Rabu, 14 Juli 2021 | 21:32 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Pandu Riono menilai pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sudah terlambat sehingga tidak otomatis mampu mengerem lonjakan masif kasus Covid-19. Pandu mengingatkan situasi saat ini sangat berbeda dengan situasi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di mana kasus Covid-19 belum didominasi varian Delta.

“Kita berhadapan dengan varian Delta yang mudah menular, jadi jangan mengharapkan keajaiban. Disangkanya dengan PPKM Darurat bisa turun seperti dulu PSBB. Tidak. Sekarang situasinya sangat berbeda,” tandas Pandu saat dihubungi oleh Beritasatu.com, Rabu (14/7/2021).

Pandu mengatakan pemerintah baru berani menetapkan PPKM Darurat pada Juli, saat angka orang yang terinfeksi sudah terlanjur tinggi sehingga sangat sulit menahan laju penularan. Bahkan, Indonesia kini menjadi negara paling berbahaya karena tingginya persentase varian Delta.]

Cakupan vaksinasi di Indonesia juga masih sangat rendah sehingga transmisi virus khususnya varian Delta semakin mudah. Ditambah, kasus infeksi di Indonesia baru bisa terdeteksi 10%, sedangkan sebagian besar kasus infeksi kategorinya orang tanpa gejala (OTG).

“PPKM Darurat terlambat, tidak adekuat karena yang dipikirkan ekonomi. Ya sudah, kalau ekonomi yang dipikirkan, ekonomi jalan, virus juga jalan,” tandasnya.

Pandu menyindir bahwa alih-alih mencapai herd immunity (kekebalan kelompok), Indonesia saat ini justru menuju herd stupidity (kebodohan kelompok). Dia mencontohkan herd stupidity yang ditunjukkan dari pernyataan pejabat pemerintah. Salah satunya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut pandemi di Indonesia bisa dikendalikan. Selain itu, pernyataan Satgas Covid-19 yang mengklaim kasus Covid-19 mingguan justru melambat.

“Covid itu senang sama orang-orang bodoh, tidak pakai akal, tidak pakai nurani,” ujar Pandu.

Pandu mengatakan kasus akan terus naik dan tidak bisa diprediksi kapan mencapai puncaknya. Di sisi lain, PPKM Darurat juga tidak dipatuhi dan susah untuk diterapkan. Pasalnya, pemerintah tidak bisa menjamin warga benar-benar kerja dari rumah atau tidak keluar rumah.

“Kasus akan naik terus selama Juli, bahkan mungkin naik terus sampai Agustus,” lanjutnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polri Benarkan Adanya Ledakan Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

Ledakan hebat diduga bom bunuh diri di halaman Mapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung Jalan Astana Anyar Nomor 340, Kota Bandung.

NEWS | 7 Desember 2022

Ini Kronologi Ledakan Bom Bandung di Polsek Astana Anyar

Menurut Kapolrestabes Bandung, Kombes pol Aswin Sipayung kronologi ledakan dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri terjadi pada pukul 08.20 WIB.

NEWS | 7 Desember 2022

Ledakan di Bandung Diduga Bom Bunuh Diri

Hingga kini polisi masih menyelidiki dan mengamankan area lokasi ledakan diduga bom tersebut.

NEWS | 7 Desember 2022

Suara Ledakan Terdengar di Polsek Astana Anyar, Bandung

Suara ledakan terdengar dari Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pagi.

NEWS | 7 Desember 2022

Satu Desa Terisolasi Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru

Warga Sumberlangsep yang terisolir itu harus melewati material bekas banjir lahar dingin Semeru untuk bisa beraktivitas keluar.

NEWS | 7 Desember 2022

Lord Rangga Mantan Pimpinan Sunda Empire Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Lord Rangga yang dikenal dengan klaim pimpinan Sunda Empire beredar luas di media sosial.

NEWS | 7 Desember 2022

Hari Ini, Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah Berawan

BMKG menyebutkan sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Rabu (7/12/2022) siang.

NEWS | 7 Desember 2022

Tiongkok Hapuskan Syarat Tes PCR di Beijing dan 50 Kota Lain

Otoritas Kota Beijing dan 50 kota lain di Tiongkok menghapus persyaratan tes PCR bagi warga setempat setelah gelombang pandemi Covid-19 mereda.

NEWS | 7 Desember 2022

Top 5 News: Pengakuan Sambo soal Istrinya Diperkosa dan KKB Tembak Mati Tukang Ojek

Pengakuan Ferdy Sambo soal istrinya diperkosa Brigadir J dan Basarnas cari korban gempa Cianjur merupakan dua dari lima berita terpopuler (top 5 news).

NEWS | 7 Desember 2022

Inovasi Pendidikan Vokasi Untuk Kendaraan Listrik Indonesia Akan Terus Ditingkatkan

Inovasi-inovasi nyata karya anak bangsa untuk menangani krisis iklim semakin terakselerasi cepat, mulai dari tingkat SMK hingga perguruan tinggi.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polri Benarkan Adanya Ledakan Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

Polri Benarkan Adanya Ledakan Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE