Logo BeritaSatu

BKKBN: Remaja Harus Paham Kesehatan Reproduksi

Jumat, 23 Juli 2021 | 09:20 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, data sensus penduduk tahun 2020, jumlah remaja usia 10 – 24 tahun sebanyak 67 juta jiwa atau 24% dari total penduduk Indonesia. Oleh karena itu, remaja menjadi fokus perhatian dalam pembangunan nasional.

Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN, Mukhtar Bakti mengatakan, salah satu tugas program prioritas nasional BKKBN adalah kesehatan reproduksi.

Dalam hal ini, fokus pada peningkatan pengetahuan dan akses layanan kesehatan reproduksi bagi remaja agar mereka paham akan pentingnya kesehatan reproduksi.

Ia menyebutkan, masalah kesehatan reproduksi pada remaja berkaitan erat dengan perilaku remaja yang berisiko, di antaranya yaitu merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, dan melakukan hubungan seksual pranikah.

"Perilaku berisiko remaja disebabkan oleh rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Di mana dapat berisiko memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, di antaranya terkait penyakit menular seksual dan kelahiran pada remaja yang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan," kata Mukhtar dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Jumat (23/72021).

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan, sebetulnya tidak sulit menjadi remaja yang melek kesehatan reproduksi bisa dimulai dari hal ringan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, remaja perempuan harus mengetahui menstruasi, sayangnya banyak yang tidak tahu mengenai menstruasi.

"Kalau ditanya kapan batas umur menstruasi dan mengapa belum menstruasi banyak yg tidak tahu," kata Hasto.

Ia menambahkan, ketidaktahuan ini menyebabkan tingginya angka anemia. Pasalnya, remaja akan melakukan diet ketat ketika akan menikah dan tidak melakukan pemeriksaan hemoglobin (hb) sehingga tidak mengetahui hemoglobinnya rendah menyebabkan anemia.

Hasto menyebutkan, ketika hamil dalam keadaan anemia, maka anaknya akan menjadi stunting. Saat ini hampir 43% lebih wanita hamil dalam keadaan anemia, anaknya kemudian mengalami stunting.

"Ini sangat sederhana sekali, karena mereka tidak sadar bahwa kalau menstruasi ternyata mengeluarkan darah kurang lebih 200cc setiap menstruasi, berarti setelah mengeluarkan darah 200cc asupan gizinya harus cukup supaya tidak anemia," terang Hasto.

Hasto juga menyebutkan, masalah reproduksi lainnya adalah, ada wanita yang hamil di bawah umur 21 tahun yakni pada kisaran 14,15 dan 16 tahun. Padahal Tuhan menciptakan panggul perempuan dewasa hanya berukuran 10 cm yang sesuai dengan ukuran kepala bayi, tetapi banyak remaja yang tidak mengerti kawin di bawah usia 21 tahun bisa menyebabkan kematian bayi dan pendarahan pada ibu.

Dikatakan Hasto, remaja perempuan yang sudah hamil di bawah usia 21 tahun tidak bisa tambah tinggi karena tulangnya diambil oleh bayinya.

"Perempuan itu kalau sudah umur 50 tahun mulai menopause tulangnya keropos sehingga mudah patah ketika jatuh, dan itu ada hubungannya waktu hamil terlalu muda," ungkapnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022

Dapat Suntikan Rp 551 M, Jakpro Segera Bangun ITF Sunter

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyuntikkan modal Rp 551 miliar kepada PT Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Taman Pracima Pura Mangkunegaran, Dulunya Lapangan Tenis Tertua di Solo

Taman Pracima Pura Mangkunegaran, Dulunya Lapangan Tenis Tertua di Solo

LIFESTYLE | 38 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE