Logo BeritaSatu

Hukuman Djoko Tjandra Berkurang Setahun, Kuasa Hukum: Masih Berat

Rabu, 28 Juli 2021 | 18:02 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Pengadilan Tinggi (PT DKI) Jakarta menyunat hukuman Djoko Soegiarto Tjandra atas perkara dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan pengurusan red notice interpol Polri. Dalam putusan banding, PT DKI menjatuhkan hukuman 3 tahun dan 6 bulan pidana penjara lantaran terbukti menyuap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo terkait pengurusan penghapusan red notice serta menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait upaya permohonan fatwa MA.

Hukuman PT DKI tersebut berkurang setahun dari putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukum Djoko Tjandra dengan hukuman 4 tahun dan 6 bulan pidana penjara. Menanggapi putusan ini, kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo menilai putusan PT DKI masih terlalu berat bagi kliennya. Soesilo menyebut tak ada bukti kliennya menyuap Pinangki, Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo.

Advertisement

“Saya berpendapat, itu pun masih berat karena tidak ada bukti yang terang benderang bahwa pak Djoko Tjandra itu menyuap Jaksa Pinangki dan para jenderal itu,” kata Soesilo saat dikonfirmasi, Rabu (28/7/2021).

Putusan banding Djoko Tjandra diputuskan Muhamad Yusuf selaku Ketua Majelis Banding dan Haryono, Singgih Budi Prakoso, Rusydi, dan Renny Halida Ilham Malik selaku Hakim Anggota pada 21 Juli 2021. Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim Banding mempertimbangkan sejumlah hal.

Untuk hal memberatkan, Majelis Hakim menilai Joko Tjandra telah melakukan perbuatan tercela. Bermula dari adanya kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang berdasarkan putusan MA tanggal 20 Februari 2012 Nomor 100 PK/Pid.Sus 2009 juncto putusan MA tanggal 11 Juni 2009 Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dihukum 2 tahun pidana penjara.

Akan tetapi, Djoko Tjandra menyuap penegak hukum untuk menghindari supaya tidak menjalani hukuman MA tersebut. Sementara itu, untuk hal meringankan, Majelis Hakim menilai Djoko Tjandra telah menjalani pidana penjara berdasarkan putusan MA tanggal 20 Februari 2012 Nomor 100 PK/Pid.Sus/2009 juncto putusan MA tanggal 11 Juni 2009 Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009 dan telah menyerahkan dana yang ada dalam Escrow Account atas rekening Bank Bali qq. PT. Era Giat Prima milik terdakwa sebesar Rp 546.468.544.738.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Djoko Tjandra. Majelis hakim menyatakan Djoko Tjandra terbukti menyuap mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte sebesar S$ 200.000 dan US$ 370.000 serta sebesar US$ 100.000 kepada Brigjen Prasetijo Utomo untuk mengurus penghapusan namanya dari daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, Djoko Tjandra juga terbukti memberikan suap sebesar US$ 500.000 kepada Pinangki Sirna Malasari melalui pengusaha Andi Irfan Jaya terkait pengurusan fatwa ke MA melalui Kejaksaan Agung.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Angkot Terbalik dan Tabrak 2 Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Mandailing Natal. Sebuah angkot menabrak motor yang menyebabkan satu orang meninggal dan tiga lainnya terluka. 

NEWS | 28 Januari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU Digelar 7 Februari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul bakal digelar meriah dan diramaikan sejumlah musisi ternama Tanah Air pada 7 Februari 2023. 

NEWS | 28 Januari 2023

29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 29 rumah warga di Dusun Krajan, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang rusak diterjang angin puting beliung, Jumat (27/1/2023). 

NEWS | 28 Januari 2023

KLHK Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan yang Adil dan Nyata

KLHK memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar pihak guna mendorong penegakan hukum lingkungan yang adil dan berdampak nyata.

NEWS | 28 Januari 2023

Ibu Mahasiswa UI: Anak Saya Ditabrak dan Dilindas, Mungkinkah Jadi Tersangka?

Ira Adi Saputra, ibu almarhum Hasya Atallah mahasiswa UI yang tewas ditabrak mengaku kecewa sang anak justru ditetapkan polisi sebagai tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

Rektor IBI Kwik Kian Gie, Hisar Sirait mengatakan belajar di jurusan bisnis menjadi investasi masa depan karena membuka kesempatan di pasar kerja global.

NEWS | 28 Januari 2023

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi III Dorong Humas Perguruan Tinggi Kolaborasi

Dikti mendorong agar Humas perguruan tinggi dapat berkolaborasi antarperguruan tinggi maupun dengan media massa.

NEWS | 27 Januari 2023

Sopir Audi A8 Bantah Tabrak Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia

Yudi Junadi, kuasa hukum keluarga Selvi Amalia Nuraini menyatakan, sopir mobil Audi A8 sudah membantah jadi pelaku tabrak lari mahasiswi Cianjur itu. 

NEWS | 27 Januari 2023

Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Petugas keamanan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO/Skywalk) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diminta ditambah guna memberikan rasa aman dan nyaman.

NEWS | 27 Januari 2023

Vaksinasi Booster ke-2 Gratis, Epidemiolog: Susun Regulasi Kesehatan

Pemerintah diminta terus memperkuat vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua untuk meningkatkan imunitas pada masyarakat.

NEWS | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE