Logo BeritaSatu

Kemkes: Dengue Masih Jadi Masalah Kesehatan Utama

Jumat, 30 Juli 2021 | 12:49 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Dengue, jenis penyakit yang cepat menular disebabkan oleh virus sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama dalam masyarakat. Pelaksama Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan angka kejadian dengue cenderung selalu meningkat selama kurun 20 tahun terakhir, meskipun angka kematian (case fatality rate) semakin minim.

“Di Indonesia, kasus dengue masih menjadi masalah kesehatan utama dan penyebab utama kasus demam yang merupakan perawatan di rumah sakit,” kata Maxi dalam webinar Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025, Jumat (30/7/2021).

Advertisement

Maxi mengatakan kasus dengue pertama kali dilaporkan tahun 1968 di Jakarta dan Surabaya, kemudian meningkat pesat selama beberapa dekade dan meluas hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Namun, case fatality rate akibat dengue dari waktu ke waktu mengalami penurunan menjadi 1% sejak 2008. Kalau dibandingkan beberapa tahun lalu pernah mencapai lebih dari 40%,” ujarnya.

Maxi mengatakan pemerintah telah menargetkan penurunan angka kematian akibat dengue menjadi 0,5% pada 2025 dari angka tahun 2021 sebesar 0,7%. Sedangkan, proporsi kabupaten/kota dengan incidence rate (IR) dengue ≤ 49/100.000 penduduk ditargetkan menjadi ≥ 90% pada 2025 dari angka tahun 2021 sebesar 75%.

“Ini bukan target sangat ambisius, tapi kita bersama-sama dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah berupaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan terutama dalam mempercepat penanggulangan dengue,” kata Maxi.

Menurut Maxi, upaya penanggulangan dengue secara umum diharapkan bisa menurunkan beban kesehatan masyarakat akibat dengue. Pemerintah juga telah menetapkan 6 strategi nasional untuk penanggulangan dengue dalam 5 tahun ke depan. Pertama, penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Kedua, peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue.

Ketiga, penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen kejadian luar biasa (KLB) yang responsif. Keempat, peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi yang berkesinambungan. Kelima, penguatan kebijakan manajemen program, kemitraan, dan komitmen pemerintah. Keenam, pengembangan kajian, penelitian, dan inovasi sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.

Maxi menambahkan penanggulangan dengue di masa pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral, serta mengedepankan solidaritas. "Covid-19 tidak akan selesai kalau kita bekerja segmented, apalagi hanya mengharapkan pemerintah bekerja sendiri tapi diperlukan dukungan lintas sektor dan masyarakat," ujarnya



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023

Habiburokhman: Tak Elok Giring Kaesang ke Gerindra

Habiburokhman mengungkapkan tidak elok rasanya menggiring putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep masuk ke Gerindra.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Terkait perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, PPP menyatakan belum memperoleh informasi.

NEWS | 31 Januari 2023

KUHP Baru Jadi Cermin Indonesia dalam Wajah Hukum Pidana

KUHP baru secara filosofis memiliki perbedaan dengan KUHP lama karena memiliki nilai dan kepribadian Indonesia sebagai bangsa merdeka.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

EKONOMI | 19 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE