Logo BeritaSatu

Dilanda Tsunami Covid-19, Indonesia Seharusnya di Posisi ke-3 Kasus Tertinggi Dunia

Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:32 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Tri Yunis Miko Wahyono, menyatakan angka kasus positif di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan apa yang dilaporkan oleh Satgas Covid-19. Miko mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia seharusnya berada di peringkat ke-3 tertinggi di dunia.

“Prevalensi kita sebenarnya tidak sama dengan yang dilaporkan (Satgas). Menurut saya, yang terjadi saat ini adalah tsunami Covid-19,” kata Miko dalam webinar Ikatan Alumni (Iluni) UI bertajuk “Bagaimana Strategi Penanganan Covid-19 Gelombang ke-2”, Sabtu (31/7/2021).

Miko mengatakan, kasus tertinggi Covid-19 saat ini dilaporkan dari Amerika Serikat (AS) sebanyak 34,75 juta kasus, India dengan 31,57 kasus, dan Brasil dengan 19,84 juta kasus.

“Jadi menurut saya, Indonesia seharusnya menduduki peringkat ke-4 bahkan ke-3, tapi menariknya Indonesia di urutan ke-29 dengan 3,33 juta kasus,” katanya.

Miko mengaku telah melakukan tiga kali survei prevalensi kasus Covid-19. Pertama, digelar di Provinsi Bali periode November-Desember 2020 dengan hasil yang mencengangkan. Angka kasus di Pulau Dewata ditemukan 54 kali lebih tinggi dibandingkan data pemerintah.

Kedua, dilakukan di Provinsi DKI Jakarta pada Januari-Maret 2021 yang hasilnya menunjukkan 45% warga ibu kota telah terinfeksi Covid-19.

Ketiga, dilakukan secara nasional di 17 provinsi dan 69 kabupaten/kota di Indonesia oleh UI bersama Universitas Airlangga dan Universitas Hassanudin. Hasil prevalensinya juga jauh lebih tinggi dari data kasus Covid-19 saat ini.

“Jadi menurut saya prevalensi kita tidak seperti dilaporkan Satgas atau Gubernur. Memang kita harus jujur pada diri kita sendiri. Hasil survei ini tidak saya sampaikan di mana pun,” kata Miko, yang saat dikonfirmasi langsung oleh Beritasatu.com enggan memberikan perincian hasil survei kasus secara nasional.

Menurut Miko, berdasarkan hasil survei tersebut seharusnya kasus di Indonesia akan terus naik dan mengalami peningkatan luar biasa pada Juli.

“Hasil survei (nasional) sudah saya laporkan kepada WHO dan WHO sudah tahu prevalensi kita atas survei pada Desember 2020 sampai Januari 2021 itu. Saya juga sudah melaporkan ke Menteri Kesehatan dan Deputi Menko Perekonomian,” katanya.

Miko menegaskan, upaya pengendalian Covid-19 di Indonesia harus dilakukan secara sistematis dengan deteksi dini, bukan sekadar testing. Pemerintah harus berupaya mendeteksi semua kasus dalam populasi, kemudian melakukan isolasi, serta karantina kepada semua kontak erat.

“Pemerintah tidak serius dengan kondisi pandemi saat ini. Jadi seolah-olah politik dinomorsatukan dibandingkan penderitaan masyarakat. Demi politik, kita berdiplomasi, tapi yang menjadi korban adalah penderitaan rakyat,” kata Miko.

“Kalau menangani penyakit itu jangan pakai politik, jangan pakai pertimbangan ekonomi, harusnya pertimbangannya adalah keselamatan rakyat,” lanjutnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Deschamps Sebut Kylian Mbappe Belum Maksimal Meski Cetak 2 Gol

Deschamps Sebut Kylian Mbappe Belum Maksimal Meski Cetak 2 Gol

SEMESTA BOLA 2022 | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE