Logo BeritaSatu

Umrah 1443 H, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 07:48 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Arab Saudi diinformasikan akan membuka penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemag), Khoirizi mengatakan, pemerintah dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sepakat untuk memprioritaskan penanganan Covid-19 terlebih dahulu.

"Pemerintah dan asosiasi PPIU bersepakat untuk lebih memprioritaskan penanganan Covid-19 di dalam negeri sambil menunggu regulasi teknis penyelenggaraan ibadah umrah secara resmi dari Arab Saudi," ujar Khoirizi dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Minggu (31/7/2021).

Menurut Khoirizi, pihaknya telah menggelar pertemuan daring pada Sabtu (31/7/2021) dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Perhubungan (Kemhub), Kementerian Pariwisata (Kempar), Polri, KJRI Jeddah, serta lembaga negara yang terkait lainnya untuk mendiskusikan penyelenggaraan umrah di masa pandemi dengan asosiasi PPIU. Hadir, perwakilan dari Amphuri, Himpuh, Asphurindo, Kesthuri, Sapuhi, Gaphura, Ampuh, dan Asphuri.

"Pertemuan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyikapi masalah penyelenggaraan umrah di masa pandemi yang berkembang luas di masyarakat dan media sosial," terangnya.

Dikatakan Khoirizi, upaya diplomasi, lobi, dan komunikasi terkait penyelenggaraan umrah terus dilakukan oleh pemerintah, baik Kemag maupun Kemlu. Terbaru, Kemag juga telah bertemu Dubes Saudi di Jakarta untuk membahas persoalan ini.

"Namun, saat ini semua negara memang sedang konsentrasi dalam penanganan pandemi, termasuk Indonesia dan Saudi. Dubes Saudi juga mengatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan Covid-19," ujarnya.

"Penanganan pandemi adalah hulunya, bagaimana kita berupaya menurunkan kasus Covid-19. Untuk itu, disiplin prokes 5M dan vaksinasi menjadi kunci," sambungnya.

Pada pertemuan tersebut, lanjut Khoirizi, juga menyepakati tentang pentingnya penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Penyempurnaan dilakukan pada sejumlah aspek, termasuk skema vaksinasi, karantina, PCR, pemberangkatan satu pintu, pengaturan keberangkatan.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menilai penyelenggaraan umrah di masa pandemi cukup berat, baik secara teknis, persiapan, maupun kesiapan di lapangan yakni di Arab Saudi.

"Saat ini, sejumlah negara, antara lain Pakistan dan India, juga sedang memikirkan ulang terkait rencana penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Lebih baik kita fokus ke penanganan Covid-19 terlebih dahulu," ucapnya

Hal senada juga disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha. Menurutnya, dalam konteks pandemi, semua harus mengedepankan keselamatan. Apalagi, skema penyelenggaraan umrah di masa pandemi juga belum diterbitkan pemerintah Saudi.

"Kita perlu fokus dalam penanganan Covid-19 dalam negeri. Lalu, ini kita sampaikan ke Saudi, ditunjukkan dengan penurunan jumlah kasus," tuturnya.

"Sambil menunggu, kita benahi tata kelolanya, mulai dari prokes, skema vaksinasi, penyiapan sertifikat vaksin berbahasa Inggris, dan lainnya," sambungnya.

Berkenaan informasi keharusan transit di negara ketiga, Judha mengingatkan hal tersebut juga tidak membuat perlindungan jemaah menjadi lebih baik. "Bisa jadi negara ketiga yang dituju juga sedang fokus dalam penanganan pandemi di wilayahnya. Bisa jadi, mereka juga tidak setuju menjadi tempat transit," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan Udara, Maria Kristi Endah Murni yang menyampaikan bahwa dalam rangka perlindungan, sebaiknya dilakukan penerbangan langsung (direct flight) agar jemaah aman dari terpapar Covid-19 di negara lain.

“Ikuti saja skema yang sudah tertuang dalam KMA 719 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19 bahwa penerbangan harus diatur direct flight jika jemaah umrah nantinya diberangkatkan pada masa pandemi sehingga mudah dalam pengendaliannya," tuturnya.

Sementara Kepala Puskes Haji Kemkes, Budi mengingatkan bahwa kasus Covid-19 masih sangat dinamis. Kondisi saat ini menurutnya masih sangat sulit untuk melaksanakan umrah. Apabila dipaksakan, sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat.

"Kita bisa belajar dari Tokyo-Jepang yang menggelar Olimpiade. Sekarang ada lonjakan kasus," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Malaysia Alami Kekurangan Telur, Warga Diminta Jangan Panik

Sejumlah daerah di Malaysia mengalami kekurangan telur, yang membuat pemerintah meminta warga jangan panik dan menimbun telur.

NEWS | 30 November 2022

Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

Mendagri Tito Karnavian mengimbau kepala daerah segera menggenjot realisasi belanja APBD dalam satu bulan ke depan.

NEWS | 30 November 2022

Gerindra Beri Catatan, Anies Belum Punya Tiket Pilpres 2024

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade memberi catatan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum punya tiket ke Pilpres 2024 mendatang.

NEWS | 30 November 2022

Ibarat Piala Dunia, Zulhas: Jangan Remehkan Partai Kecil

Zulkifli Hasan alias Zulhas mengibaratkan partai-partai kecil seperti tim sepak bola Arab Saudi dan Jepang yang bsia mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.

NEWS | 30 November 2022

Bikin AS Khawatir, Tiongkok Bisa Miliki 1.500 Hulu Ledak Nuklir

Tiongkok kemungkinan akan memiliki persediaan 1.500 hulu ledak nuklir pada tahun 2035 jika terus mempercepat pembangunan nuklirnya.

NEWS | 30 November 2022

Ganjar Bentuk Tim Khusus Percepatan Pembangunan Tol Semarang-Demak

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membentuk tim untuk membereskan persoalan pembebasan lahan pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak.

NEWS | 29 November 2022

Jokowi Akan Hadiri Midodareni, Tetangga Erina Diminta Tak Inapkan Tamu

Jokowi akan menghadiri midodareni di kediaman calon menantunya, Erina Gudono di Purwosari RT 03/RW 59, Sinduadi, Mlati, Sleman.

NEWS | 30 November 2022

Menilik Rumah Bantuan Ganjar, Hanya Bayar Rp 355 Ribu per Bulan

“Tuku Lemah Oleh Omah” adalah program bantuan yang membantu banyak masyarakat hasil inisiasi dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

EKONOMI | 29 November 2022

Penyaluran Bantuan Dana Bansos Terus Dipantau

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat menegaskan penyaluran dana BLT BBM, BPNT/Sembako dan PKH terus dipantau tiap hari.

NEWS | 30 November 2022

Jokowi Dinilai Contoh Pemimpin yang Berani Tegakkan Kebenaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai contoh pemimpin yang berani menegakkan kebenaran.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE