Logo BeritaSatu

Yang Vaksin 2 Kali Cukup Sertakan Hasil Tes Swab Antigen untuk ke Jawa dan Bali

Rabu, 11 Agustus 2021 | 08:55 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Tangerang, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kembali mengeluarkan surat keputusan (SK) bernomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi.

Dalam salah satu aturannya, pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkota atau antarkabupaten yang bepergian di wilayah Pulau Jawa dan Bali bisa hanya menyertakan hasil swab antigen sebagai salah satu syarat perjalanan dengan pesawat udara bila pelaku perjalanannya sudah divaksin dua kali.

Advertisement

Hal itu juga merujuk Surat Edaran Inmendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Aturan Baru Persyaratan Penerbangan Udara bagi Masyarakat yang Ingin Bepergian dalam Wilayah Pulau Jawa - Bali. Hal itu diungkapkan Staf Khusus Kemhub Adita saat dihubungi media, Selasa (10/8/2021).

"Berdasarkan SE Satgas Covid-19 bernomor 17 tahun 2021 dijelaskan pelaku perjalanan jarak jauh dengan menggunakan moda transportasi udara antar kota atau antar Kabupaten se Pulau Jawa dan Bali tetap wajib menunjukan surat vaksin sebagai dokumen perjalanannya. Dimana untuk masyarakat yang baru menjalankan vaksinasi dosis pertama harus menyertakan hasil swab PCR negatif yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum perjalanan," ungkap Aditya.

"Sedangkan untuk masyarakat yang telah menjalani vaksinasi lengkap (dua kali vaksin) bisa membawa hasil negatif berdasar swab tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan," lanjutnya.

Sementara untuk persyaratan perjalan menuju Pulau Jawa dan Bali dari luar kedua pulau itu tetap harus menyertakan bukti hasil swab RT - PCR maksimal 2 x 24 jam sebagai syarat perjalanan selain penyertaan bukti kartu vaksin baik dosis pertama atau kedua.

"Penumpang yang kita kecualikan penyertaan kartu vaksinnya adalah orang yang melakukan perjalanan logistik dan transportasi barang lainnya dan juga pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin dengan melampirkan surat keterangan dokter dari RS pemerintah yang menyatakan pelaku perjalanan tersebut belum / tidak bisa divaksinasi Covid-19 karena alasan kesehatan," tambahnya.

Anak di bawah 12 tahun sendiri tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri baik antar batas wilayah Kota/Kabupaten se Indonesia.

"Surat edaran ini berlaku efektif mulai Rabu (11/8/2021) besok hingga waktu yang akan ditentukan kemudian dan dengan berlakunya SE ini, maka akan menggugurkan SE No. 16 tahun 2021 yang dikeluarkan sebelumnya," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

5 Top News: Kabar Reshuffle, Tuntutan Bharada E hingga Tewasnya Mahasiswi Ditabrak

Selain berita mengenai perombakan kabinet atau reshuffle, berita soal tuntutan Bharada E dan juga tewasnya mahasiswi ditabrak di Cianjur mendapat perhatian besar,

NEWS | 31 Januari 2023

PKB Tunggu Parpol Pilihan Kaesang

Wakil Sekjen PKB itu berharap rencana Kaesang terjun ke politik menjadi momentum bagi para generasi Z dan milenial mengambil pilihan masuk di politik praktis.

NEWS | 31 Januari 2023

Polresta Malang Pulangkan Puluhan Aremania

Dari 107 orang yang sebelumnya diamankan, setelah diperiksa ternyata mereka mengaku tidak ikut dalam aksi demonstrasi di kantor Arema FC.

NEWS | 31 Januari 2023

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Turun 2% karena Proyeksi Kenaikan Suku Bunga

Harga Minyak Turun 2% karena Proyeksi Kenaikan Suku Bunga

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE