Logo BeritaSatu

Taliban Diharapkan Tidak Dimanfaatkan Kelompok Teroris

Jumat, 20 Agustus 2021 | 00:03 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat teroris dan mantan pimpinan Jamaah Islamiyah Nasir Abas, berharap Taliban berubah dan tidak dimanfaatkan kembali oleh kelompok-kelompok teroris.

"Saya dulu pikir dulu Taliban membuat kesalahan dengan mengizinkan Osama bin Laden membuka kamp di sana. Saya berharap Taliban tidak membuat kesalahan lagi dengan membiarkan kelompok-kelompok teroris memanfaatkan wilayah Afghanistan sekarang," ujar Nasir dalam diskusi daring bertajuk, "Kemenangan Taliban di Afghanistan dan Implikasinya" yang digelar Lakpesdam PBNU, Kamis (19/8/2021).

Advertisement

Dikatakan Nasir, terlihat ada perubahan dari Taliban saat ini. Ketika menggelar jumpa pers mereka menyatakan tidak akan mengizinkan lagi kelompok teroris yang akan memanfaatkan Afghanistan sebagai tempat latihan.

"Sekarang kita wait and see, kita menunggu. Jadi kita harus fair dalam melihat mereka. Kalau Taliban bisa berubah, kenapa kita tidak berubah juga dalam melihat meraka. Saya dulu aktif dalam melakukan perekrutan, orang memegang senjata dan lainnya. Anak buah saya terpengaruh dengan Osama bin Laden, mereka melakukan operasi di Indonesia misalnya dengan bom-bom yang sangat besar. Lalu saya berubah, mengajak berhenti jangan lakukan lagi. Kira-kira apakah Taliban tidak seperti itu ?" ungkapnya.

Nasir menyampaikan, memang akibat kemenangan Taliban, terjadi euforia oleh para jihadis. Kenapa euforia terjadi karena mereka menganggap, merasa, Taliban menjadi inspirasi dan bukti perjuangan atas nama agama bisa mengalahkan pemerintah yang ada dan membentuk negara Islam.

"Taliban telah menunjukan buktinya, maka mereka bangga. Apakah akan terjadi ancaman di Indonesia, ancaman terjadi kalau ada orang menjelekan Taliban," katanya.

Nasir yang pernah berlatih militer di kamp akademi militer Mujahidin Afghanistan pada tahun 1987-1993 menceritakan pengalamannya mengenal karakter dan budaya orang Afghanistan. Pertama, orang Afghanistan itu sangat kuat dengan paham atau mazhab Hanafi.

"Sehingga yang melakukan ibadah, tata cara ibadah berbeda dengan mereka itu langsung dicap sebagai lawan. Makanya kami dari Indonesia di-briefing dan diarahkan untuk merubah cara pakaian, cara wudhu, kemudian cara shalat itu semua dengan cara mazhab Abu Hanifah. Supaya tidak menimbulkan fitnah, dan kemudian tidak menjadi kegaduhan di kalangan orang Afghan sendiri. Karena mereka belum memahami atau menerima perbedaan mazhab dan lainnya. Artinya bahwa orang Afghan tidak mudah menerima budaya luar," jelas Nasir yang ketika berada di Afghanistan berusia 18 tahun.

Nasir menjelaskan, kekacauan politik dan ideologi terjadi di Afghanistan sejak tahun 1973. "Jadi saat itu sudah ada rakyat yang mulai melawan pemerintah. Orang Arab Saudi mengatakan, itu bukan Mujahidin melawan pemerintahan komunis, tapi orang musyrik melawan orang kafir. Jadi orang Afghan yang melawan pemerintah itu dianggap musyrik kenapa ? Karena masih pakai jimat, kadang di tangan, kadang kambing, sapi pun diberikan jimat. Orang Afghan sangat keras mempertahankan keyakinannya," ucapnya.

Nasir melanjutkan, orang Afghanistan pantang diserang atau disakiti. Kalau dia disakiti pasti akan balas.

"Ketika konflik rakyat dengan pemerintah, pemerintah menggunakan kekerasan kepada rakyat, jadi rakyat semakin terbakar dan tergerak melawan pemerintah Afghan. Kemudian pemerintah meminta bantuan dari Rusia, sehingga tahun 1979, Rusia mengirim pasukannya ke Afghanistan. Jadi bukan karena akibat Rusia masuk dulu, lalu kemudian masyarakat bangkit. Tapi karena sudah ada konflik, pemerintah kewalahan minta bantuan. Di saat bantuan tentara Rusia masuk, semakin kuatlah keyakinan orang Afghan ini Rusia ingin menguasai Afghanistan," terangnya.

Nasir menambahkan, masyarakat Afghanistan sangat memuliakan tamu, kendati pun tamu itu mempermainkan adat mereka. Menurutnya, jangan coba-coba menepuk pantat atau buang angin di depan orang Afghanistan. Mereka akan marah karena menganggap hal itu tabu.

"Kami kemudian dikerjaain sama orang Afghan, kita kentut yang keras di depan orang Afghan, marah mereka. Tetapi walaupun marah, mereka anggap kita tamu. Mereka hanya mengelus dada. Jadi memuliakan tamu itu sangat tinggi budaya mereka," katanya.

Perang di Afghanistan

Nasir menjelaskan, mengapa terjadi perang di Afghanistan, karena adanya masalah politik internal sehingga saling menjatuhkan. Sebelum Mujahidin, raja-raja sebelumnya juga dijatuhkan.

"Itu sudah terjadi beberapa kali. Memang begitu politik di Afghanistan. Artinya konflik di Afghanistan adalah masalah internal, orang Afghan sendiri pun tidak pernah memanggil orang luar membantu mereka. Saya melihat, merasakan juga, orang Afghan tidak butuh orang luar. Mereka orang yang berani. Orang Afghan di sana tidak dibantu orang Arab. Orang Arab seperti Osama bin Laden dan lainnya hanya semacam mem-back up, bukan menjadi utama membantu," lanjutnya.

Menurut Nasir, yang paling utama membantu Afghanistan ketika itu adalah Pakistan, mulai dari persiapan hingga menyediakan senjata. "Bagi orang Afghan, Pakistan ini saudara mereka. Kalau Pakistan membantu, mereka akan terima."

Pada tahun 1992, Mujahidin menang melawan pemerintahan, kemudian membentuk pemerintahan Islam Mujahidin yang didukung tujuh kelompok atau organisasi diantaranya ada Itihad e Islamiy, Hibz e Islamiy, Jamiat e Islamiy, dan lainya.

Namun, pada tahun 1993 muncul kelompok bernama Taliban yang melakukan penyerangan. Mereka berangkat melakukan penyerangan dan memiliki senjata dari Pakistan.

"Alasan mereka bahwa ada kekacauan di pemerintah Mujahidin. Masih ada perebutan jabatan, perebutan wilayah oleh tujuh kelompok yang berkuasa, itu yang dikeluhkan Taliban. Ini pemerintahan apa ? Seharusnya perang berhenti, kenapa sering berebutan karena banyaknya organisasi. Makanya ini harus satu, tidak boleh pecah, kalau satu tidak akan terjadi kekacauan," katanya.

"Saya pernah tidak setuju dengan Taliban yang menyerang Mujahidin kenapa, sudah susah payah mendapatkan pemerintah Islam kenapa mesti diserang. Bukannya itu seperti muslim membunuh muslim, kenapa tidak diberi nasihat dengan menegur, memberikan koreksi. Tapi karakter orang Afghan berbeda, bukan menegur tapi melakukam kekerasan itu karakter mereka," tambahnya.

Nasir mengungkapkan, Taliban akhirnya berhasil menguasai Kabul pada tahun 1996, kemudian melaksanakan eksekusi gantung terhadap mantan Presiden Najibullah Ahmadzai.

Sebelumnya, pada tahun 1993, semua orang bingung karena Taliban juga menyerang kamp-kamp orang Arab dan menyita senjatanya. Sehingga orang-orang Arab banyak meninggalkan Afghanistan.

Kemudian, pada tahun 1996 Osama bin Laden keluar dari Sudan, dan tahun 1997 Osama kembali ke Afghanistan bertemu dengan pimpinan Taliban Mulah Omar dan menikahi anaknya.

"Maka diizinkan Osama membangun kamp, hanya satu saja, kalau ada yang mau buka bergabung dengan kamp itu. Nah sejak itu Osama membuka kamp, kamp itu bernama Al Qaeda. Kenapa Amerika menyerang Afghanistan, karena di sana ada Osama," katanya.

Osama, kata Nasir, telah melaksanakan operasi di luar Afghanistan sejak perang teluk tahun 1990. Kemudian pada tahun 1998, Osama menyerukan atau membuat suatu fatwa untuk membalas dendam kepada Amerika Serikat dan sekutunya dengan membunuh warga sipil Amerika serta sekutunya di mana saja.

"Maka saat itu terjadi operasi Al Qaeda di mana-mana. Tapi ingat tidak ada satu pun orang Afghan yang terlibat dalam operasi Al Qaeda, tidak ada satu pun orang Afghan yang terlibat operasi negara luar. Karena masalah orang Afghan hanya di negara meraka. Tetapi karena Al Qaeda ini adalah tamu mereka, maka mereka jaga. Akibat mereka jaga Al Qadea, Amerika itu melihat Taliban mendukung, membantu, melindungi Al Qaeda, maka dihantam habis (tahun 2001)," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polresta Malang Pulangkan Puluhan Aremania

Dari 107 orang yang sebelumnya diamankan, setelah diperiksa ternyata mereka mengaku tidak ikut dalam aksi demonstrasi di kantor Arema FC.

NEWS | 31 Januari 2023

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023

Habiburokhman: Tak Elok Giring Kaesang ke Gerindra

Habiburokhman mengungkapkan tidak elok rasanya menggiring putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep masuk ke Gerindra.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Terkait perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, PPP menyatakan belum memperoleh informasi.

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Timnas Indonesia Siapkan Dua Laga Persahabatan FIFA, Siapa Lawannya?

Timnas Indonesia Siapkan Dua Laga Persahabatan FIFA, Siapa Lawannya?

BOLA | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE