Logo BeritaSatu

Senin, Dewas KPK Gelar Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pantauli

Kamis, 26 Agustus 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) bakal menggelar sidang pembacaan putusan dugaan pelanggaran kode etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, pada Senin (30/8). Diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik terkait perannya dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang juga telah menjerat mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

"Senin tanggal 30 Agustus (sidang putusan dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli)," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (26/8/2021).

Sebelumnya, Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris menyatakan pihaknya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap seluruh insan KPK baik pegawai, pimpinan dan Dewas sendiri yang melanggar kode etik dan pedoman perilaku. Dewas tak segan menjatuhkan sanksi kepada setiap insan KPK apabila terbukti melanggar etik.

"Sejak awal Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK. Siapapun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik," kata Haris.

Diberitakan, mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi Direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (PJKAKI KPK) Sujanarko serta dua penyidik lembaga antikorupsi, Novel Baswedan dan Rizka Anungnata, melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik. Laporan ini terkait peran Lili dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang juga telah menjerat mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Terdapat dua dugaan pelanggaran etik Lili yang dilaporkan Sujanarko, Novel dan Rizka ke Dewas. Pertama, Lili diduga menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Wali Kota Tanjungbalai, Syahrial.

Atas dugaan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip Integritas yang tercantum dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Pasal itu menyebutkan, “Insan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui perkaranya sedang ditangani oleh Komisi kecuali dalam rangka pelaksanaan tugas dan sepengetahuan Pimpinan atau atasan langsung”.

Kedua, Lili diduga menggunakan posisinya sebagai Pimpinan KPK, untuk menekan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial terkait penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai. Atas dugaan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip Integritas yang tercantum dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Pasal itu menyatakan, “Insan KPK dilarang menyalahgunakan jabatan dan/atau kewenangan yang dimiliki termasuk menyalahgunakan pengaruh sebagai Insan Komisi baik dalam pelaksanaan tugas, maupun kepentingan pribadi”.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Malaysia Alami Kekurangan Telur, Warga Diminta Jangan Panik

Sejumlah daerah di Malaysia mengalami kekurangan telur, yang membuat pemerintah meminta warga jangan panik dan menimbun telur.

NEWS | 30 November 2022

Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

Mendagri Tito Karnavian mengimbau kepala daerah segera menggenjot realisasi belanja APBD dalam satu bulan ke depan.

NEWS | 30 November 2022

Gerindra Beri Catatan, Anies Belum Punya Tiket Pilpres 2024

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade memberi catatan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum punya tiket ke Pilpres 2024 mendatang.

NEWS | 30 November 2022

Ibarat Piala Dunia, Zulhas: Jangan Remehkan Partai Kecil

Zulkifli Hasan alias Zulhas mengibaratkan partai-partai kecil seperti tim sepak bola Arab Saudi dan Jepang yang bsia mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.

NEWS | 30 November 2022

Bikin AS Khawatir, Tiongkok Bisa Miliki 1.500 Hulu Ledak Nuklir

Tiongkok kemungkinan akan memiliki persediaan 1.500 hulu ledak nuklir pada tahun 2035 jika terus mempercepat pembangunan nuklirnya.

NEWS | 30 November 2022

Ganjar Bentuk Tim Khusus Percepatan Pembangunan Tol Semarang-Demak

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membentuk tim untuk membereskan persoalan pembebasan lahan pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak.

NEWS | 29 November 2022

Jokowi Akan Hadiri Midodareni, Tetangga Erina Diminta Tak Inapkan Tamu

Jokowi akan menghadiri midodareni di kediaman calon menantunya, Erina Gudono di Purwosari RT 03/RW 59, Sinduadi, Mlati, Sleman.

NEWS | 30 November 2022

Menilik Rumah Bantuan Ganjar, Hanya Bayar Rp 355 Ribu per Bulan

“Tuku Lemah Oleh Omah” adalah program bantuan yang membantu banyak masyarakat hasil inisiasi dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

EKONOMI | 29 November 2022

Penyaluran Bantuan Dana Bansos Terus Dipantau

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat menegaskan penyaluran dana BLT BBM, BPNT/Sembako dan PKH terus dipantau tiap hari.

NEWS | 30 November 2022

Jokowi Dinilai Contoh Pemimpin yang Berani Tegakkan Kebenaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai contoh pemimpin yang berani menegakkan kebenaran.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE