Logo BeritaSatu

Rumah Sakit dan Nakes Berhak Tolak Permintaan Pasien

Sabtu, 18 September 2021 | 19:22 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Mencegah munculnya perselisihan antara rumah sakit dan tenaga kesehatan dengan pasien, semua pihak diharapkan memahami hak dan kewajiban masing-masing. Pasalnya, sejumlah kasus muncul yang menghadapkan pasien dengan pihak rumah sakit, dan berujung pada penyelesaian secara hukum.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemkes), Sundoyo menyampaikan, potensi permasalahan hukum yang bisa dialami oleh pihak rumah sakit maupun tenaga kesehatan sudah dideteksi saat pemerintah merumuskan Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Tenaga Kesehatan.

"Di dalam undang-undang tersebut setidaknya ada 20 kewajiban yang harus dilakukan pihak rumah sakit dan tenaga kesehatan, jika tak ingin terlibat perselisihan dengan pihak penerima layanan,” ujar Sundoyo dalam webinar bertema "Perlindungan Hukum bagi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi" yang digelar RS Premier Bintaro, Sabtu (18/9/2021).

Sundoyo menjelaskan, UU itu juga mengatur memberikan informasi yang benar tentang pelayanan rumah sakit, lalu memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif, memberikan pelayanan gawat darurat, melaksanakan dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan, serta menyelenggarakan rekam medis dan melaksanakan sistem rujukan.

"Namun demikian rumah sakit dan tenaga kesehatan juga boleh menolak keinginan pasien, jika itu bertentangan dengan standar profesi dan etika, serta perundang-undangan,” kata Sundoyo.

Walaupun rumah sakit hingga tenaga kesehatan sejatinya telah diikat oleh banyak rambu-rambu, yang mendorong diterapkannya langkah dan tindakan yang sesuai prosedur, keluhan berujung perselisihan dengan pihak pasien masih saja kerap terjadi.

"Terlebih di saat pandemi covid-19 saat ini, terdapat gap yang lebar antara tindakan yang harus dilaksanakan nakes sesuai prosedur, dengan pemahaman masyarakat perihal prosedur tindakan medis," kata Prof Budi Sampurna, anggota Dewan dan Guru Besar Universitas Indonesia.

Untuk itu, tambah Budi, demi menghindari perselisihan dengan masyarakat, para nakes dan pihak rumah sakit harus memiliki kemampuan public speaking yang baik. "Tujuannya, untuk menjelaskan treatment yang mereka lakukan merupakan prosedur yang memang sudah diatur dalam undang-undang," tambahnya.

CEO RS Premier Bintaro Dr Martha ML Siahaan, menyampaikan, nakes dan rumah sakit saat ini memiliki peran besar dalam menekan penyebaran pandemi covid-19, dan penyembuhan bagi pasiennya.

"Tentunya perlindungan hukum bagi nakes dan rumah sakit adalah hal esensial yang harus didapat, agar para nakes dan pihak rumah sakit bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,” kata Martha.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Top News, Wakil Wali Kota Pagar Alam Meninggal dan Kebakaran Gedung Kemenkumham

Berita meninggalnya Wakil Wali Kota Pagaralam, Sumatera Selatan Muhammad Fadli dan kebakaran gedung Kemenkumham paling banyak dibaca.

NEWS | 9 Desember 2022

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Nielsen: Vidio Paling Banyak Ditonton, Netflix Nomer 3

Nielsen: Vidio Paling Banyak Ditonton, Netflix Nomer 3

LIFESTYLE | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE