Logo BeritaSatu

Komisi IX DPR Minta Perketat Pengawasan Pintu Masuk RI untuk Cegah Varian Mu

Rabu, 8 September 2021 | 13:48 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap arus masuk orang dari luar negeri. Hal ini menyusul munculnya virus baru Covid-19, yaitu varian Mu atau B1621 yang diduga lebih kebal terhadap vaksin dan memunculkan kekhawatiran akan gelombang baru virus corona.

“Pemerintah harus segera membuat langkah-langkah antisipatif agar varian Mu tidak masuk ke Indonesia. Untuk mencegah imported case, pemerintah perlu memperketat pengawasan mobilitas orang baik dalam maupun luar negeri,” kata Nihayatul dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Rabu (8/9/2021).

Nihayatul menyebutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan varian Mu sebagai variant of interest (VoI) dan sudah menyebar di 40 negara, termasuk di Asia seperti Korea Selatan, Hong Kong, serta Jepang. Untuk itu, Nihayatul berpesan kepada pemerintah agar menjadikan pengetatan mobilitas orang dari luar negeri sebagai fokus utama perhatian.

“Protokol kesehatan dan screening di bandara, pelabuhan maupun pintu-pintu masuk kedatangan orang dari luar negeri harus dipastikan berjalan dengan baik, dan pengawasannya harus ekstra ketat,” ucapnya.

“Namun, pengetatan ini juga harus mempertimbangkan sektor ekonomi yang mulai perlahan membaik,” sambungnya.

Nihayatul berharap Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 bersama kementerian/lembaga terkait menyiapkan skenario terburuk jika terjadi gelombang ketiga akibat varian Mu.

Dia mengingatkan agar tidak lagi terjadi lonjakan kasus corona seperti beberapa bulan lalu, yang menyebabkan fasilitas kesehatan terpuruk.

“Jangan sampai terulang kembali peristiwa menyedihkan seperti kemarin. Stok obat yang langka, rumah sakit penuh, tabung oksigen susah dicari, dan lain sebagainya,” tutur Nihayatul.

Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur III ini menegaskan, pemerintah harus menyiapkan segala infrastruktur kesehatan dalam upaya pencegahan masuknya varian Mu. Ninik mengimbau agar disiapkan regulasi khusus untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi akibat krisis kesehatan tersebut.

“Artinya, pemerintah perlu benar-benar memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan ancaman gelombang ketiga akibat pandemi,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo. Ia meminta agar screening orang dari luar negeri diperketat. Khususnya orang yang datang dari negara-negara sumber varian Mu maupun negara-negara yang paparan kasus Covid-19 masih tinggi.

“Kita juga dorong kepada Balai Litbangkes di seluruh wilayah di Indonesia untuk mendeteksi dini terhadap potensi kemungkinan varian-varian baru itu muncul,” sebut Rahmad.

Rahmad mengatakan, munculnya varian baru bisa terjadi karena dua hal yakni dari imported case dan juga bisa berasal dari lokal akibat mutasi.

“Untuk itu harus antisipasi. Litbangkes kita harus siap siaga dan sigap terhadap sesering mungkin mendeteksi, melihat, mengukur seberapa besar potensi dari virus itu bermutasi dan daerah mana yang sudah bermutasi sehingga virus-virus itu dideteksi lebih baik lag. Kalau kita bisa mendeteksi, kita bisa mengantisipasi lebih baik lagi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Rahmad



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bus Masuk Jurang di Magetan, 7 Meninggal Dunia

Sebuah bus masuk jurang di Magetan, Jawa Timur, tujuh orang meninggal dunia, belasan penumpang lainnya luka-luka.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasus Net89, Bareskrim Maksimalkan Sita Aset Tersangka

Bareskrim Polri hingga saat ini masih memaksimalkan penyitaan aset milik tujuh tersangka pada kasus Net89

NEWS | 4 Desember 2022

Pesawat Gagal Take Off di Jambi, Lion Air Siapkan Pengganti

Lion Air menyiapkan pesawat pengganti setelah JT601 tujuan Jambi-Jakarta yang dijadwalkan terbang pukul 06.00 WIB mengalami gagal lepas landas.

NEWS | 4 Desember 2022

Kendaraan Berat Terus Melintas, Jembatan Cikereteg di Bogor Rawan Ambrol

Jembatan Cikereteg di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor rawan ambrol dan diperparah dengan tetap melintasnya kendaraan berat di atasnya.

NEWS | 4 Desember 2022

Erupsi Semeru, Warga Dilarang Beraktivitas Hingga 13 Km dari Puncak

BPBD Lumajang meminta masyarakat tak beraktivitas di lereng tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

NEWS | 4 Desember 2022

Berkah Pernikahan Kaesang-Erina, Hotel di DIY Full Booked

Reservasi untuk hotel-hotel di DIY sudah mendekati 100% alias full booked menjelang hari pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gundono.

NEWS | 4 Desember 2022

Menikah, 2 Sejoli Korban Gempa Cianjur Tak Pikirkan Malam Pertama

Dua sejoli menikah di tengah suasana duka akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Mereka pun tidak memikirkan malam pertama.

NEWS | 4 Desember 2022

Wabup Lumajang Minta Warga di Zona Merah Semeru Dikosongkan

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta semua warga yang berada di zona merah erupsi dan awan panas guguran Gunung Semeru dikosongkan

NEWS | 4 Desember 2022

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Wisata di Bromo

Aktivitas wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak terdampak erupsi Gunung Semeru.

NEWS | 4 Desember 2022

Pembangunan Rumah Korban Gempa Cianjur Rampung Sebelum Lebaran

Pembangunan rumah korban gempa Cianjur, Jawa Barat, akan rampung sebelum Lebaran 2023 mendatang.

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Persija Siap Hadapi Enam Laga Liga 1 dengan Sistem Bubble

Persija Siap Hadapi Enam Laga Liga 1 dengan Sistem Bubble

BOLA | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE