Logo BeritaSatu

Pengetahuan Orang Tua dan Kesadaran Masyarakat Penting untuk Atasi Stunting

Jumat, 10 September 2021 | 11:41 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan penurunan angka kekerdilan pada anak atau stunting di Indonesia mencapai target 14% di akhir 2024. Menurut Tokoh Pendidik Publik yang juga merupakan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Profesor Dr Suyatno, stunting di negeri tercinta ini bisa dipecahkan melalui Sadar Stunting melalui Generasi Sehat, Generasi Bersih dan Sehat (Genbest)".

Dalam hal ini Generasi Bersih dan sehat harus menghadirkan generasi Indonesia Emas.

Advertisement

"Yang perlu di atasi untuk sekarang ini adalah penurunan angka stunting di Indonesia dengan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) sebagai generasi emas. SDM inilah yang harus dan wajib dikelola sejak dini hingga tahun 2024 mendatang," kata Profesor Dr Suyatno dalam webinar Forum Indonesia Emas.

Ia mengatakan, SDM itu harus dilihat dari beberapa sisi. Pertama, pendidikannya. Perlu diketahui bahwa sepertiga populasi masyarakat Indonesia ini terdiri dari anak. Jadi jangan sampai anak yang merupakan generasi penerus menjadi anak yang stunting.

Orang tua harus memperoleh pendidikan yang baik dan benar sehingga akan memahami dan mengerti cara memberikan gizi untuk buah hatinya.

"Orangtua harus memberikan asupan makanan yang benar. Misalnya, 1.000 hari pertama, anak harus diberikan asupan yang baik. Harus mendapatkan gizi yang seimbang. Dengan menu yang baik dan benar serta gizi tersebut, anak nantinya akan bertumbuh dengan baik. Diharapkan stunting bisa diminimalis, dapat ditekan. Ke depannya stunting di Indonesia tidak akan terjadi lagi," ujar Profesor Dr Suyatno.

Ia menuturkan, sisi yang kedua yaitu edukasi. Masyarakat harus secara detail dan mengetahui akan bahaya stunting. Untuk saat ini menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia belum mendapatkan edukasi tentang bahaya stunting. Dalam hal ini yang paling penting adalah komitmen pemerintah dibidang kesehatan untuk memecahkan stunting.

"Begitu juga di dalam kehidupan berkeluarga. Sebagai ayah dan ibu harus welcome. Harus saling memahami dan memberikan makanan yang bergizi untuk anak anaknya. Pemberian makanan ini tidak hanya tugas ibu, tetapi juga merupakan bagian yang harus dipahami oleh seorang bapak," katanya lanjut.

Masih menurut Profesor Dr Suyatno, anak yang stunting (kekurangan gizi) bukan merupakan anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu secara perekonomian. Pada keluarga yang mampu bisa saja terjadi stunting. Penyebabnya adalah jajanan anak yang tidak bergizi. Di sini diperlukan peran pendidikan yang sangat penting, yang harus banyaknya literasi tentang stunting.

"Sebagai orangtua harus pintar memberikan gizi yang tepat untuk jantung hatinya," ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ratusan Warga Bersenjata Tajam Menyerang Polres Malinau

Ratusan warga bersenjata tajam menyerang Polres Malinau, Kalimantan Utara lantaran tidak terima setelah ada warga yang tewas akibat tertembak peluru polisi.

NASIONAL | 6 Februari 2023

PPA Lakukan Pendampingan Psikologis terhadap Korban Pedofilia Ibu Muda

Pendampingan psikologis dan sosial terhadap anak-anak korban seks menyimpang (pedofilia) segera diberikan oleh PPA Provinsi Jambi.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Angin Kencang Sebabkan Atap Pusat Belanja di Serang Roboh, 2 Luka

Sebuah atap salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Minggu (5/2/2023) sore roboh lantaran angin kencang.

NASIONAL | 5 Februari 2023

PGIW Apresiasi Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Islam Toleran

Ketekunan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga dan merawat toleransi antar kerukunan umat beragama telah dirasakan oleh seluruh umat agama lai.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Polda Metro: Bripka Madih Tak Konsisten soal Laporan Sengketa Tanah

Polda Metro nilai Bripka Madih tak konsisten soal laporan sengketa tanah milik orang tuanya yang sempat dilaporkannya pada 2011 silam.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Top News, Penembakan Calon Anggota DPD hingga Pengakuan Duloh Setubuhi Korbannya

Berita penembakan calon anggota DPD RI Bengkulu hingga pengakuan Duloh bersetubuh dengan mertua Wowon menjadi berita terpopuler

NASIONAL | 4 Februari 2023

Korban Gempa Cianjur Diminta Pastikan Termasuk Penerima Bantuan Perbaikan Rumah

Warga korban gempa di Cianjur diminta memastikan rumahnya masuk dalam penerima bantuan perbaikan rumah yang sudah diumumkan di sejumlah desa terdampak.

NASIONAL | 4 Februari 2023

Kesehatan Lukas Enembe, Komnas HAM dan KPK Lakukan Koordinasi

Guna memastikan diperhatikannya hak-hak tahanan dalam hal ini Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan KPK.

NASIONAL | 3 Februari 2023

Bakamla RI Berpartisipasi Latihan Sea Lion SAR Avitex

Bakamla RI berpartisipasi dalam latihan yang digelar Turkish Coast Guard karena kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keamanan wilayah

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kepala BNPT Apresiasi Upaya ESQ Jaga Pancasila dan NKRI

Upaya ESQ guna menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 16 Mei 2022


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 26 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE