Logo BeritaSatu

Pernyataan Perang Bin Laden dan Jawaban George Bush

Jumat, 10 September 2021 | 23:05 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Sekitar tiga tahun sebelum serangan teroris dahsyat ke sejumlah kota di Amerika Serikat pada 11 September 2001, sebetulnya sudah ada ancaman dari kelompok pelaku yang juga diketahui masyarakat luas.

Pada Februari 1998, warga Arab Saudi terusir Osama Bin Laden dan buronan asal Mesir Ayman al Zawahiri mengeluarkan “fatwa” dengan klaim mewakili Front Islam Dunia untuk diterbitkan di sebuah suratkabar bahasa Arab di London.

Advertisement

Dalam “fatwa” itu disebutkan bahwa Amerika sudah menyatakan perang kepada Tuhan dan nabi-Nya, dan menyerukan pembunuhan terhadap setiap warga negara Amerika di mana pun di muka bumi.

Seruan itu menjadi “tugas yang bisa dilakukan setiap Muslim di semua negara bila mana memungkinkan”, menurut bunyi “fatwa” tersebut.

Tiga bulan kemudian, ketika diwawancarai televisi ABC di Afghanistan, Bin Laden mempertegas pesannya dengan mengatakan lebih penting bagi kaum Muslim untuk membunuh warga Amerika daripada membunuh “orang kafir” lainnya.

“Jauh lebih baik bagi siapa pun untuk membunuh seorang tentara Amerika daripada melakukan aktivitas lainnya,” ujarnya ketika itu.

Saat ditanya apakan dia menyetujui tindak terorisme dan serangan terhadap warga sipil, Bin Laden menjawab: “Kami yakin bahwa pencuri paling buruk di dunia dan teroris paling buruk adalah warga Amerika. Kami tidak harus membedakan antara militer dan sipil. Sepemahaman kami, mereka semua adalah target.”

Bin Laden mengatakan bahwa hengkangnya tentara Uni Soviet dari Afghanistan pada akhir 1980-an merupakan bukti bahwa pasukan Muslim yang berdedikasi bisa mengatasi sebuah negara superpower.

“Kami yakin -- dengan rahmat Allah -- akan bisa menang atas Amerika,” ujarnya.

Lalu dia melanjutkan: “Jika ketidakadilan ini berlanjut, tidak akan terhindarkan lagi bahwa perang akan pindah ke tanah Amerika.”

Pada September 2001, 19 anggota Al Qaeda pimpinan Bin Laden membajak empat pesawat penumpang Amerika, dua ditabrakkan ke menara kembar World Trade Center, satu dihantamkan ke gedung Pentagon, dan satu lagi jatuh sebelum sampai ke Washington DC, entah menargetkan Gedung Putih atau Gedung Capitol.

Hampir 3.000 orang tewas di bumi Amerika saat itu, serangan teroris paling dahsyat dalam sejarah mereka.

Jawaban Amerika
Tidak pelak lagi, serangan itu membuat Amerika dalam situasi siap perang. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui siapa pelaku serangan, dan tidak butuh waktu lama untuk menyimpulkan bahwa Al Qaeda pelakunya dan Bin Laden dalangnya.

Mood untuk segera berperang dan melakukan pembalasan tidak hanya melanda pemerintah, tetapi juga anggota parlemen, akademisi, dan bahkan media Amerika.

Presiden George W Bush tampil sebagai sosok pemersatu dan setiap rencananya untuk menyusun serangan berlangsung mulus tanpa kendala politik.

Pernyataan Perang Bin Laden dan Jawaban George Bush

Presiden George W. Bush berpidato secara mendadak menggunakan megafon di atas reruntuhan gedung World Trade Center pada 14 September 2001. (National Archives Catalog/Eric Draper)

Malam hari setelah serangan, Bush mengatakan Amerika akan memburu pihak yang bertanggung jawab dan “tidak akan membedakan antara teroris dan pemerintah yang melindungi mereka”.

Ketika itu, nama Al Qaeda dan Bin Laden belum disebutkan.

Baru pada 20 September 2001, di hadapan seluruh anggota parlemen di Capitol, Bush mengidentifikasi lawan Amerika dalam pidato yang disebut-sebut yang terbaik pada eranya.

Ketika itu, para politisi Partai Republik dan Partai Demokrat bersatu dan membuang perbedaan. Mereka berdiri dan bertepuk tangan untuk presiden hingga lusinan kali. Juga hadir sebagai tamu kehormatan adalah Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

“Pada 11 September, musuh dari kebebasan melakukan tindakan perang melawan negara kita. Amerika pernah berperang, tetapi selama 136 tahun mereka berperang di luar negeri, kecuali pada satu hari Minggu tahun 1941. Amerika juga pernah mengalami jatuhnya korban, namun tidak di pusat kota yang hebat pada pagi yang damai,” kata Bush.

“Amerika juga pernah diserang mendadak, tetapi tidak pernah dilakukan pada ribuan warga sipil.”

Setelah itu, Bush mulai membeberkan peran Al Qaeda, Bin Laden, dan rezim yang melindungi mereka -- Taliban di Afghanistan.

Berikut petikan pidato Bush:

“Bukti yang kami kumpulkan semua menunjuk pada afiliasi longgar organisasi-organisasi teroris yang diketahui sebagai al Qaeda. Mereka ini sebagian adalah para pembunuh yang didakwa atas pemboman di kedutaan Amerika di Tanzania dan Kenya dan bertanggung jawab atas pemboman di kapal USS Cole.

Al Qaeda dan terorisme sama seperti Mafia dan kriminalitas. Namun, tujuan mereka bukan mendapat uang, tujuan mereka adalah mengubah dunia dan memaksakan keyakinan radikal pada orang-orang di mana saja.

Para teroris mempraktikkan satu ajaran ekstremisme Islam yang sudah ditolak oleh para cendekiawan Muslim dan sebagian besar para pemuka agama Islam -- gerakan yang mengkhianati ajaran-ajaran damai dalam Islam.

Perintah yang diterima para teroris adalah membunuh umat Kristen, Yahudi, dan semua warga Amerika dan tidak membedakan antara militer dan sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kelompok ini dan ketuanya, orang bernama Osama Bin Laden, terkait dengan organisasi-organisasi lain di berbagai negara, termasuk Islamic Jihad Mesir dan Islamic Movement Uzbekistan.

Ada ribuan teroris seperti ini di lebih dari 60 negara.

Mereka direkrut dari negara dan lingkungan masing-masing dan dibawa ke tempat-tempat seperti Afghanistan, di mana mereka dilatih taktik terorisme. Mereka lalu dikirim pulang atau dikirim untuk bersembunyi di negara lain di seluruh dunia untuk merencanakan kejahatan dan kehancuran.

Kepemimpinan Al Qaeda punya pengaruh besar di Afghanistan dan mendukung rezim Taliban untuk menguasai sebagian besar negara itu. Di Afghanistan kami melihat visi Al Qaeda pada dunia. Rakyat Afghanistan diperlakukan dengan brutal, banyak yang kelaparan dan banyak yang sudah melarikan diri.”

Pernyataan Perang Bin Laden dan Jawaban George Bush

Presiden George W. Bush menonton berita televisi tentang pesawat yang menabrak salah satu menara World Trade Center saat dia berkunjung ke sebuah sekolah dasar di Sarasota, Florida, 11 September 2001. (National Archives Catalog/Eric Draper)

Taliban
Lanjutan pidato Bush berikutnya secara tidak langsung menjadi pernyataan perang bukan hanya kepada Al Qaeda, tetapi juga Taliban yang memerintah Afghanistan.

Berikut pernyataannya:

Dengan membantu dan mendukung pembunuh, maka rezim Taliban ikut melakukan pembunuhan. Dan malam ini, Amerika Serikat menyampaikan sejumlah tuntutan berikut kepada Taliban.

Kirim kepada otoritas Amerika Serikat semua pemimpin Al Qaeda yang bersembunyi di negara Anda.

Bebaskan semua warga asing, termasuk warga Amerika yang telah kalian penjarakan secara tidak adil.

Lindungi para jurnalis asing, diplomat dan pekerja kemanusiaan di negara Anda.

Segera tutup secara permanen setiap tempat pelatihan teroris di Afghanistan. Dan serahkan semua teroris dan infrastruktur pendukung mereka ke otoritas berwenang.

Berikan Amerika Serikat akses penuh ke tempat-tempat pelatihan teroris sehingga kami bisa memastikan mereka tidak beroperasi lagi.

Tuntutan-tuntutan ini tidak untuk dinegosiasikan atau didiskusikan.

Jelas pidato Bush tersebut tidak banyak basa-basi, tetapi langsung mengarah ke rencana aksi militer di Afghanistan. Dalam konteks waktu itu, hampir tidak ada anggota Kongres atau rakyat Amerika yang keberatan.

Kalimat Bush lain yang mendapat aplaus sangat meriah adalah berikut ini:

“Perang kami melawan terorisme dimulai dengan Al Qaeda, tetapi tidak akan berakhir di sana. Ini baru akan berakhir kalau setiap kelompok teroris yang punya jangkauan global telah ditemukan, dihentikan, dan dikalahkan.”

Bush juga menjelaskan bahwa perang yang akan dijalani Amerika Serikat tidak seperti perang mengusir Irak dari Kuwait atau perang di Kosovo yang berlangsung relatif singkat.

Juga bukan sekedar aksi pembalasan dengan serangan terbatas, melainkan perang berkepanjangan untuk mengalahkan dan mengusir teroris dari satu tempat ke tempat lain sampai tidak ada lagi tempat bersembunyi. Juga akan melibatkan aksi diplomasi dan upaya menghentikan pendanaan global bagi teroris.

Kontroversi
Lalu, dia membuat pernyataan yang sangat kontroversial di mata negara lain hingga sekarang.

“Dan kami akan memburu negara-negara yang memberi bantuan atau melindungi terorisme. Setiap negara di setiap kawasan harus membuat keputusan sekarang: apakah Anda bersama kami, atau Anda bersama teroris,” kata Bush.

Bagi para anggota Kongres, ucapannya itu terdengar sangat heroik dan mendapat sambutan luar biasa.

Pidato Bush diikuti oleh invasi militer Amerika ke Afghanistan pada 7 Oktober 2001, dengan nama Operation Enduring Freedom dan dibantu negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hanya sekitar satu bulan berikutnya, Kabul direbut dan penguasa Taliban tersingkir ke wilayah pegunungan.

Namun, kelompok tersebut tetap eksis dan kembali berkuasa di Kabul pada Agustus 2021, sebulan menjelang perayaan 20 tahun peristiwa 11 September.

Bin Laden akhirnya terbunuh dalam operasi pasukan khusus Amerika di Pakistan pada Februari 2011 di era Presiden Barack Obama.

Pernyataan Perang Bin Laden dan Jawaban George Bush

Kabar terbunuhnya Osama Bin Laden di halaman sampul surat kabar Pakistan Today (AFP)



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu Abad NU, Denny Malik Tertantang Buat Koreografi untuk 12.000 Anggota Banser

Denny Malik mengaku tertantang menjadi koreografer bagi 12.000 anggota Banser saat puncak peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul Ulama. 

NEWS | 28 Januari 2023

Tempat Penimbunan BBM di Cilegon Kebakaran, Terdengar Suara Ledakan

Kebakaran melanda tempat penimbunan BBM di Kota Cilegon, Jumat (27/1/2023) malam. Terdengar beberapa kali suara ledakan. Sebanyak 2 mobil dan 6 motor hangus.

NEWS | 28 Januari 2023

Angkot Terbalik dan Tabrak 2 Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Mandailing Natal. Sebuah angkot menabrak motor yang menyebabkan satu orang meninggal dan tiga lainnya terluka. 

NEWS | 28 Januari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU Digelar 7 Februari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul bakal digelar meriah dan diramaikan sejumlah musisi ternama Tanah Air pada 7 Februari 2023. 

NEWS | 28 Januari 2023

29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 29 rumah warga di Dusun Krajan, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang rusak diterjang angin puting beliung, Jumat (27/1/2023). 

NEWS | 28 Januari 2023

KLHK Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan yang Adil dan Nyata

KLHK memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar pihak guna mendorong penegakan hukum lingkungan yang adil dan berdampak nyata.

NEWS | 28 Januari 2023

Ibu Mahasiswa UI: Anak Saya Ditabrak dan Dilindas, Mungkinkah Jadi Tersangka?

Ira Adi Saputra, ibu almarhum Hasya Atallah mahasiswa UI yang tewas ditabrak mengaku kecewa sang anak justru ditetapkan polisi sebagai tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

Rektor IBI Kwik Kian Gie, Hisar Sirait mengatakan belajar di jurusan bisnis menjadi investasi masa depan karena membuka kesempatan di pasar kerja global.

NEWS | 28 Januari 2023

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi III Dorong Humas Perguruan Tinggi Kolaborasi

Dikti mendorong agar Humas perguruan tinggi dapat berkolaborasi antarperguruan tinggi maupun dengan media massa.

NEWS | 27 Januari 2023

Sopir Audi A8 Bantah Tabrak Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia

Yudi Junadi, kuasa hukum keluarga Selvi Amalia Nuraini menyatakan, sopir mobil Audi A8 sudah membantah jadi pelaku tabrak lari mahasiswi Cianjur itu. 

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE