Logo BeritaSatu

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Jumat, 17 September 2021 | 22:48 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi berharap masyarakat jangan sampai terkotak-kotak dalam pergaulan, baik dalam pergaulan agama, pergaulan ras atau etnis.

Anwar mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dan perbedaan ini harus dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga dan dipahami bahwa keberagaman ini merupakan keniscayaan, bukan persoalan. Indonesia juga mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Advertisement

”Dengan perbedaan yang beraneka ragam ini, masyarakat bangsa ini jangan sampai terkotak-kotak,” ujar Anwar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Ia menjelaskan, dalam trilogi persaudaraan dikenal dengan nama ukhuwah wathaniyah yang bermakna persaudaraan sebangsa, di mana terdapat perbedaan ras, suku, budaya, dan agama bukanlah lagi menjadi tembok pemisah.

Menurut dia, persaudaraan kebangsaan yang demikian ini harus didahulukan, mengingat hal ini sejalan dengan cita-cita para pendahulu bangsa yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.

“Masyarakat Indonesia yang utamanya pada hari ini adalah para generasi muda harus diajarkan sedari dini tentang apa itu yang namanya persatuan dan bagaimana membela kepentingan bangsa di atas segalanya baik melalui pendidikan formal maupun informal,” ungkap Anwar.

Estafet
Menurut dia, generasi muda pemegang estafet kepemimpinan bangsa ke depannya perlu didoktrinasi mengenai pentingnya nilai kebangsaan terutama pada usia produktif mereka yang mana banyak berinteraksi dengan orang di sekitarnya sehingga akan memberikan pengaruh yang positif ke depannya.

“Bahkan dalam keluarga saja bisa ada perpecahan akibat perbedaan, lalu dalam pesta politik seperti pemilu di mana sangat terasa bahwa masyarakat kita pecah dan terkotak-kotak. Karena itu sangat perlu kita menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan kepada anak-anak kita,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada para tokoh baik itu tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar dapat menjadi contoh teladan bagi umat di dalam pergaulan melalui kepemimpinannya.

“Jika pemerintah bisa berbuat adil dan secara proporsional kepada semua etnis, suku, dan agama maka saya kira masyarakat kita ini akan cerdas dan tidak mudah untuk terprovokasi apalagi terjebak dalam radikalisme,” ucap mantan anggota DPR periode 1997-2014 ini.

Menurut dia, pemerintah sangat berperan penting untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya, bukan untuk golongan apalagi kepentingan kelompok. Karena jika pemerintah sudah mampu menunjukkan dan memberi contoh keadilan secara proporsional maka gejolak-gejolak negatif di tengah masyarakat kemungkinannya akan menjadi sangat kecil.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gagal Ginjal Akut Kembali Terdeteksi, IDI: Monitoring Pemakaian Obat Harus Diperketat

Ketua Umum IDI mengatakan, kesadaran atas efek samping obat sirup merupakan hal yang penting untuk di monitor guna mencegah kasus gagal ginjal akut.

NASIONAL | 8 Februari 2023

MRCCC Siloam Minimalisasi Kesenjangan Perawatan Pasien Kanker

MRCCC Siloam Semanggi meminimalisasi kesenjangan perawatan pasien kanker serta menekankan kesetaraan pasien dalam mendapatkan pelayanan medis.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Bareskrim Polri mengirimkan sampel ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dua kasus baru gagal ginjal akut yang ditemukan di DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Mardiono Sowan ke Ponpes Sukahideng, PPP Diminta Dekati Kiai dan Masyarakat

Muhamad Mardiono mengatakan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan kiai maka PPP diharapkan bisa mendengar serta menyerap aspirasi yang ada.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Daftar Obat Aman Dipertanyakan

Seiring munculnya kasus baru gagal ginjal akut, Tim Advokasi untuk Kemanusiaan meminta daftar obat aman yang dirilis BPOM harus diperiksa kembali.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

Diperlukan edukasi bagi masyarakat terkait bagaimana skrining untuk penyakit diabetes khususnya pada anak agar tidak terjadi peningkatan kasus secara signifikan.

NASIONAL | 8 Februari 2023

KPK Duga Ada yang Pengaruhi Saksi Kasus Lukas Enembe

Tim penyidik KPK mendalami dugaan adanya pihak yang memengaruhi saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Terduga Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online Masih Aktif di Densus 88

Identitas pelaku pembunuhan seorang sopir taksi onoine berinisial HS, seorang anggota Densus 88 yang masih aktif ini disampaikan oleh penyidik.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Jumlah Korban Pelecehan Seksual Ibu Muda di Jambi Kemungkinan Bertambah

Subdit IV Ditreskrimum Polda Jambi masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan tersangka Yunita Asri kepada belasan anak-anak.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kejagung Tetapkan dan Tahan Tersangka Kelima Kasus Korupsi BTS 4G Kominfo

Irwan Hermawan (IH), selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy jadi tersangka kelima kasus

NASIONAL | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

NASIONAL | 21 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE