Logo BeritaSatu

Standardisasi Penting bagi Penjaminan Mutu Sistem Pendidikan Nasional

Rabu, 22 September 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Tuntutan akan terjaminnya mutu sistem pendidikan nasional tidak pernah surut. Berbagai kritik kerap dilontarkan kepada pemerintah terkait penyelenggaraan pendidikan berbasis standar yang dinilai tak efektif meningkatkan kualitas belajar siswa. Bahkan upaya pemenuhan standar masih dianggap hanya sebagai pemenuhan administratif semata, sehingga tidak berdampak pada perbaikan mutu sistem pendidikan nasional.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menjelaskan bahwa pengelolaan pendidikan nasional sejatinya tetap membutuhkan standar yang jelas dan terukur yang tidak hanya mendorong tertib administrasi, melainkan juga akan berdampak pada perbaikan mutu.

“Kami di Kemendikbudristek terus melakukan perbaikan terhadap penyelenggaraan pendidikan berbasis standar. Keberadaan standardisasi tersebut memastikan adanya suatu mekanisme yang jelas yang dapat dijadikan referensi dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional serta dijadikan landasan bagi penyelenggaraan evaluasi untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan sistem pendidikan,” terang Anindito belum lama ini.

Anindito mengakui jika masih ada anggapan di masyarakat bahwa sistem pendidikan berbasis standar masih kurang memuaskan dalam memastikan penjaminan mutu pendidikan nasional. Standardisasi bahkan dinilai telah menutup ruang bagi para guru dan kepala sekolah untuk melakukan inisiatif, dan kegiatan penjaminan mutu sebaliknya dianggap hanya bagian dari pemenuhan administratif namun gagal meningkatkan mutu pendidikan.

Selain itu, standardisasi juga dikritik telah mengabaikan keunikan konteks dan kebutuhan, baik di tingkat individu murid maupun sekolah dan daerah sehingga pembelajaran tidak berlangsung efektif.

"Standardisasi pada dasarnya memiliki banyak manfaat baik bagi siswa maupun bagi guru. Bagi siswa, adanya standardisasi dalam sistem pendidikan nasional dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap ketersediaan sistem pendidikan yang diakui bagi siswa dan dengan sendirinya menghapus kesenjangan dan praktik buruk yang merugikan siswa. Sementara bagi guru, standardisasi seolah membangun rambu-rambu atau aturan yang jelas bagi guru agar mereka dapat melakukan inovasi serta mengambil keputusan profesional untuk memajukan kompetensi para siswa,” terangnya.

Menurut Anindito jika upaya pemerintah dalam memastikan tersedianya sistem pendidikan nasional yang berkualitas sebenarnya telah dimulai hampir dua dekade lalu dengan memberlakukan pendidikan berbasis standar melalui penerbitan Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mandat yang dibawa UU tersebut jelas, yakni akan adanya penjaminan mutu yang mengacu pada delapan komponen standar nasional pendidikan.

Kemudian pada tahun 2005, yakni melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005, lanjutnya, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan jaminan mutu pendidikan dengan membentuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

BNSP mengemban tugas untuk merumuskan standar nasional pendidikan dan melaksanakan ujian nasional. Standar nasional yang dirumuskan BSNP ini bahkan menjadi acuan bagi diterbitkannya berbagai kebijakan penting seperti kurikulum, pemenuhan sarana-prasarana, dan tata kelola guru. Standar tersebut juga menjadi acuan bagi akreditasi sekolah/madrasah yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), dan bagi pemetaan mutu yang dilakukan pemerintah.

Penjaminan mutu oleh pemerintah juga didukung oleh penerbitan PP Nomor 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang memiliki sasaran untuk mengurangi kerumitan administratif dan fokus pada penguatan pembelajaran.

Komitmen perbaikan mutu pendidikan juga diperkuat oleh Kemendikbudristek melalui rencana penerapan asesmen nasional yang dirancang untuk memetakan mutu serta mendorong sekolah/madrasah, dan pemda, agar lebih serius merumuskan langkah untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi kesenjangan dalam pendidikan. Di sisi lain, BAN juga tengah merevisi mekanisme dan instrumen akreditasinya.

“Jadi penerapan standardisasi yang sungguh-sungguh dan terukur pada akhirnya berdampak pada perbaikan mutu sekolah. Namun tetap saja, keberhasilan suatu pendidikan tidak melulu menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini memerlukan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk memajukan pendidikan nasional dengan berkontribusi pada perbaikan mutu pendidikan di Indonesia,” tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE