Logo BeritaSatu

Proses Hukum secara Tegas, Aksi Main Hakim Napoleon Bonaparte Berbahaya

Jumat, 24 September 2021 | 12:51 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / LES

Jakarta, Beritasatu.com- Aksi main hakim sendiri yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kasman alias Muhammad Kace, bisa membahayakan apabila tidak diproses hukum secara tegas karena dapat menjadi legitimasi kelompok intoleran atau kelompok radikal untuk membenarkan tindakan itu.

"Kasus main hakim sendiri dan hukum rimba yang dipertontonkan kepada publik ini membahayakan jika tidak diproses hukum, karena dapat menjadi legitimasi kelompok-kelompok intoleran dan kelompok-kelompok radikal untuk membenarkan tindakan main hakim sendiri sesuai penilaiannya sendiri. Sehingga mengabaikan hukum dan memicu konflik horizontal dengan sesama masyarakat," ujar Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti, kepada Beritasatu.com, Jumat (24/9/2021).

Advertisement

Dikatakan Poengky, Kompolnas tidak mentolerir tindakan ujaran kebencian atau hate speech yang diduga dilakukan Muhammad Kace, tetapi juga tidak membenarkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan Napoleon Bonaparte.

"Kami tidak mentolerir hate speech dan hate crimes yang diduga dilakukan saudara MKC, tetapi kami juga tidak bisa membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan saudara NB dan kawan-kawan menganiaya MKC. Negara kita adalah negara hukum, sehingga semua orang harus menghormati hukum," ungkapnya.

Sementara itu, menyoal apakah tindakan Napoleon semakin menunjukan kalau radikalisme masuk ke jajaran penegak hukum, pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, siapa saja bisa terpapar radikalisme.

"Radikalisme bisa menerpa siapa saja," singkatnya.

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah menerima satu laporan polisi (LP) yaitu, LP nomor: 0510/XIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021, atas nama pelapor Muhamad Kasman alias Muhammad Kace. Kasusnya, terkait dugaan penganiayaan dengan pelaku disebut sesama penghuni Rutan Bareskrim Polri.

Belakangan diketahui, terduga pelaku penganiayaan ternyata Irjen Napoleon Bonaparte. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditahan atas perkara suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol.

Selain melakukan penganiayaan berupa pemukulan, Napoleon juga melumuri wajah dan tubuh Muhammad Kace dengan kotoran manusia. Dalam menjalankan aksinya, jenderal bintang dua itu dibantu tiga tahanan lain, salah satunya mantan panglima FPI Maman Suryadi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023

Habiburokhman: Tak Elok Giring Kaesang ke Gerindra

Habiburokhman mengungkapkan tidak elok rasanya menggiring putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep masuk ke Gerindra.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Terkait perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, PPP menyatakan belum memperoleh informasi.

NEWS | 31 Januari 2023

KUHP Baru Jadi Cermin Indonesia dalam Wajah Hukum Pidana

KUHP baru secara filosofis memiliki perbedaan dengan KUHP lama karena memiliki nilai dan kepribadian Indonesia sebagai bangsa merdeka.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

EKONOMI | 21 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE