Logo BeritaSatu

Hamdan Zoelva Ungkap Dua Alasan Menkumham Tolak Sahkan KLB Kubu Moeldoko

Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:10 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva mengungkap dua alasan Menkumham Yasonna H Laoly menolak pendaftaran hasil KLB kubu Moeldoko. Alasan pertama, kata Hamdan, Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik (parpol) mewajibkan adanya surat keterangan tidak ada perselisihan internal apabila suatu parpol ingin mendaftarkan perubahan susunan pengurus dan AD/ART ke Kemenkumham. Namun, kubu Moeldoko hanya dapat memberikan surat keterangan tidak ada perselisihan internal di parpol yang ditandatangi oleh Ketua Mahkamah Partai yang terbentuk dari KLB itu sendiri.

“Mahkamah partainya sendiri belum sah, belum terdaftar, sudah membuat surat keterangan, dan sampai pada akhir masa pendaftaran, tidak bisa menunjukkan surat keterangan tidak ada perselisihan internal yang disampaikan oleh Mahkamah Partai yang sah dan terdaftar. Ketika kewajiban itu tidak terpenuhi, maka seluruhnya tidak bisa diproses,” ujar Hamdan dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Jumat (1/10/2021).

Hamdan telah memaparkan itu dalam sidang pengadilan PTUN Jakarta Nomor 154/G/2021/PTUN-JKT, Kamis (30/9/2021). Alasan yang kedua, karena kongres dan KLB parpol mesti sesuai dengan AD/ART. Padahal, KLB kubu Moeldoko nyata-nyata tidak memenuhi syarat-syarat KLB sebagaimana yang termaktub dalam AD/ART Partai Demokrat.

Berdasarkan Pasal 83 ayat (1) AD/ART disebutkan bahwa DPP sebagai penyelenggara kongres atau KLB. Selanjutnya, ayat (2) mengatur KLB dapat diadakan atas permintaan Majelis Tinggi Partai atau sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah DPD dan 1/2 dari jumlah DPC dan disetujui oleh Majelis Tinggi Partai.

“Kalau syarat ini tidak terpenuhi, apa yang mau disahkan Kementerian Hukum dan HAM? Justru akan menjadi salah jika Kementerian Hukum dan HAM memproses dan menerima atau mengesahkan hasil KLB, padahal KLB-nya sendiri tidak sah,” ucap Hamdan.

Dengan begitu, menurut Hamdan, perkara ini sudah sangat gamblang dan nyata bahwa keputusan Menkumham menolak pendaftaran hasil KLB kubu Moeldoko sudah sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, kuasa hukum DPP Partai Demokrat, Heru Widodo mengatakan keputusan Menkumham mengonfirmasi bahwa persoalan ini merupakan masalah internal partai, sehingga bukan wewenang PTUN. Hal ini dibuktikan dengan Jhoni Allen Marbun yang mengajukan sengketa kepada Mahkamah Partai DPP Partai Demokrat yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhyono (AHY) untuk kembali menjadi anggota Partai Demokrat.

“Pak Jhoni mengajukan sengketa ke Mahkamah Partai yang ketuanya adalah Nachrowi Ramli. Jadi, dia sendiri tidak mengakui Mahkamah Partai yang terbentuk dari KLB Deli Sedang,” kata Heru.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bom Bunuh Diri, Ledakan Kembali Terdengar di Polsek Astana Anyar

Satu ledakan kembali terdengar pasca bom bunuh diri di sekitar lokasi Kantor Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022), pukul 10.45 WIB.

NEWS | 7 Desember 2022

Jelang Tahun Baru, Pemprov DKI Petakan Lokasi Perayaan

Pemprov DKI Jakarta sudah memetakan sejumlah lokasi perayaan menyambut malam tahun baru untuk mengurai potensi kepadatan masyarakat.

NEWS | 7 Desember 2022

Polisi Ungkap Pelaku Tunggal Bom Bunuh Diri Bandung Tewas

Kapolrestabes Bandung pelaku tunggal bom bunuh diri di kantor Polsek Astana Anyar langsung teeas di lokasi pascaledakan.

NEWS | 7 Desember 2022

Sang Pisang Gratis Mungkin Jadi Sajian Pernikahan Kaesang dan Erina

Sang Pisang gratis mungkin akan menjadi sajian di food stall pernikahan Kaesang dan Erina.

NEWS | 7 Desember 2022

Densus 88 Antiteror Gerak Cepat Investigasi Teror Bom Bandung

Densus 88 Antiteror Polri sedang menginvestigasi aksi teror bom Bandung di halaman Mapolsek Astana Anyar, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022

Teror Bom Bandung, Pelaku Terobos Barisan Apel Polisi

Pelaku teror bom Bandung atau tepatnya di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, menerobos barisan apel polisi.

NEWS | 7 Desember 2022

Pedagang Angkringan Dapat Undangan Pernikahan Kaesang dan Erina

Seorang pedagang angkringan di Solo mendapatkan undangan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

NEWS | 7 Desember 2022

Gempa M 6,2 Tak Timbulkan Kerusakan Signifikan di Jember

Gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Selasa (6/12/2022) siang tidak menimbulkan kerusakan signifikan di wilayah Kabupaten Jember.

NEWS | 7 Desember 2022

Seorang Pria Diduga Jadi Pelaku Dugaan Bom Bunuh Diri Bandung

Dari berbagai foto yang beredar terlihat seorang pria tertelungkup dengan kondisi bagian punggung yang hancur. Terlihat pula potongan satu kaki yang terlempar.

NEWS | 7 Desember 2022

Kabar Meninggal Lord Rangga Jadi Trending Topics di Twitter

Berita meninggalnya Edi Raharjo alias Lord Rangga yang tenar berkat klaim kerajaan Sunda Empire langsung jadi trending topics di media sosial Twitter.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bom Bunuh Diri, Ledakan Kembali Terdengar di Polsek Astana Anyar

Bom Bunuh Diri, Ledakan Kembali Terdengar di Polsek Astana Anyar

NEWS | 54 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE