Logo BeritaSatu

Tren Pengencangan Kulit Wajah dengan Metode Tarik Benang

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:06 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Klinik Dermaster Indonesia memperkenalkan inovasi metode perawatan wajah tanpa operasi plastik, melalui treatment tarik benang Aptos generasi terbaru.

Head Doctor of Dermaster Clinic Network, dr Jessy Suryadi, mengatakan, benang Aptos diketahui dapat bertahan cukup lama di wajah dan baru terserap perlahan setelah 16-18 bulan.

Advertisement

"Melalui teknologi yang canggih, treatment ini menghasilkan efek lifting yang bertahan lebih lama dengan desain duri yang terfiksasi sempurna pada jaringan kulit, sehingga membuat wajah tampak lebih muda dan segar," ujar Jessy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Beritasatu.com, Selasa (5/10/2021).

Jessy menjelaskan, dibandingkan benang lainnya, salah satu keunggulan benang Aptos yaitu benang paling tahan lama di dunia. Di luar negeri, jenis benang ini ada yang bisa diserap dan tidak.

"Dermaster sendiri menggunakan benang Aptos yang bisa diserap. Benang ini memiliki banyak jenis diantaranya tergantung lokasi wajah yang akan dikerjakan. Seperti jenis benang Aptos light lift spring untuk bagian bibir karena benangnya lebih elastis, Aptos exelent visage untuk merangsang kolagen kulit agar lebih kencang dan padat, serta Aptos thread 2G digunakan untuk lifting," jelasnya.

Menurut Jessy, Dermaster telah menggunakan teknologi benang Aptos generasi tiga. Generasi benang terbaru ini, berbeda dengan benang yang beredar di pasaran.

Adapun bahan dasar benang Aptos generasi tiga adalah polycaprolactone (PCL) dan polylactic acid (PLLA), yang dilapisi oleh hyaluronic acid sehingga pemasangan kolagen menjadi lebih maksimal, kulit menjadi lebih kenyal dan masa pemulihan lebih cepat.

"Benang Aptos sendiri dapat digunakan pada berbagai bagian wajah seperti pipi, hidung, double chin, serta rahang. Bahkan, benang generasi terbaru ini bisa digunakan untuk area lengan, perut dan bagian tubuh lainnya," imbuhnya.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, kata Jessy, pasien harus bisa membatasi ekpresi wajah yang berlebihan. Hindari penekanan seperti memijat agar benang tidak bergeser atau terlepas dari posisinya. Jika pasien bisa menjaga minimal 3 minggu setelah pengerjaan, hasilnya bisa lebih lama hingga 2 tahun.

"Adapun efek samping setelah melakukan treatment Aptos akan ada pembekakan karena anastesi sekitar 5-6 hari. Namun, pasien tak perlu khawatir, karena setelah 7-10 hari akan hilang dengan sendirinya," tegasnya.

Jessy menambahkan, rahasia treatment contouring membuat wajah semakin kencang tidak hanya kualitas produknya tetapi juga tergantung dari penanganan dokter yang berpengalaman dan bisa memberikan penilaian secara objektif kepada pasien.

"Tidak hanya yang dilihat kondisi kulit saja, tetapi dokter harus pintar melihat posisi ototnya, dan kondisi lemaknya apakah perlu di tarik benang, filler atau botox. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk memilih klinik terpercaya, dokter yang telah mengikuti pelatihan Aptos Indonesia dan bersertifikat," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

5 Top News: Kabar Reshuffle, Tuntutan Bharada E hingga Tewasnya Mahasiswi Ditabrak

Selain berita mengenai perombakan kabinet atau reshuffle, berita soal tuntutan Bharada E dan juga tewasnya mahasiswi ditabrak di Cianjur mendapat perhatian besar,

NEWS | 31 Januari 2023

PKB Tunggu Parpol Pilihan Kaesang

Wakil Sekjen PKB itu berharap rencana Kaesang terjun ke politik menjadi momentum bagi para generasi Z dan milenial mengambil pilihan masuk di politik praktis.

NEWS | 31 Januari 2023

Polresta Malang Pulangkan Puluhan Aremania

Dari 107 orang yang sebelumnya diamankan, setelah diperiksa ternyata mereka mengaku tidak ikut dalam aksi demonstrasi di kantor Arema FC.

NEWS | 31 Januari 2023

Pemkot Jakpus Bangun 4 Embung Cegah Banjir di Cempaka Putih

Pemkot Jakpus membangun embung di Kecamatan Cempaka Putih untuk menampung air hujan. Selain itu, untuk mencegah potensi banjir.

NEWS | 31 Januari 2023

Covid-19 Subvarian Kraken, Pemerintah: Disiplin Prokes Diperlukan

Kemunculan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken mengingatkan masih perlunya memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

NEWS | 31 Januari 2023

Polda Metro Respons Pengakuan Wanita dalam Audi yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Polda Metro Jaya merespons pengakuan penumpang wanita di sedan Audi A6 yang menabrak mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, hingga tewas.

NEWS | 30 Januari 2023

Politeknik Tridaya Virtu Morosi Selenggarakan Studi Vokasi Industri

Politeknik Tridaya Virtu Morosi menyelenggarakan program studi vokasi industri dan bertekad mencetak serta membentuk SDM unggul dan berkompeten.

NEWS | 31 Januari 2023

Siap-siap, Rekrutmen Calon ASN 2023 Bakal Segera Dibuka

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 bakal segera dibuka.

NEWS | 31 Januari 2023

BPJS Kesehatan Diprediksi Kembali Defisit tahun 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memprediksi aset bersih dana jaminan sosial atau DJS kembali defisit pada tahun 2024.

NEWS | 30 Januari 2023

Polri Kirim 15 Personel Jadi Penyidik di KPK Selama 4 Tahun

Polri mengirimkan 15 personel untuk diperbantukan menjadi penyidik di KPK. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

Soal Reshuffle Kabinet, Waketum PPP Sebut Dengar Kabar

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE