Polri: Penghentian Kasus Dugaan Pencabulan di Luwu Timur Sesuai Prosedur

Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: FFS
Jumat, 8 Oktober 2021 | 20:04 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri memastikan, penanganan proses hukum kasus dugaan pencabulan atau pemerkosaan terhadap tiga anak oleh ayahnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan hingga penghentian kasus sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Dari proses hukum yang dilakukan, Polres Luwu Timur memutuskan menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup. 

"Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur melakukan gelar perkara. Kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut. Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (8/10/2021).

Argo menjelaskan, kronologi penanganan itu bermula ketika Polres Luwu Timur menerima laporan terkait dugaan pelecehan, pada 9 Oktober 2019 silam. Setelah menerima laporan itu, polisi mengantar ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum bersama dengan ibunya, serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

"Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan," ungkapnya.

Argo menyampaikan, dari laporan hasil asesmen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur, juga menyampaikan tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

"Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A, ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk di pangkuan ayahnya," katanya.

Menurut Argo, hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut juga melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Kemudian, hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik, termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel, tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, pada anak laki-lakinya juga tidak ada temuan atau kelainan.

"Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya," katanya.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

NEWS
Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

NEWS
Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

NEWS
Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

NEWS
Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

NEWS
Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

NEWS

BERITA TERKINI

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon