Logo BeritaSatu

PSI Belum Kirim Surat PAW, Viani Limardi: Masih Sayang, Kali!

Senin, 11 Oktober 2021 | 22:45 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Viani Limardi mengaku heran dan merasa aneh dengan DPP PSI. Hal ini karena surat pergantian antar waktu (PAW) dirinya belum dikirim ke DPRD DKI hingga saat ini. Padahal, kata Viani, PSI sudah memecatnya sejak tanggal 25 September 2021.

“Kabarnya belum dikirim, makanya saya juga bingung, hampir 3 minggu enggak dikirim-kirim, kenapa? Masih sayang kali!,” ujar Viani saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (11/10/2021).

Viani mengaku saat ini sudah mendapatkan surat pemecatan dari PSI. Viani menyiapkan gugatan untuk melawan balik DPP PSI. Tak tanggung-tanggung, Viani menggugat PSI senilai Rp 1 triliun. “Sedang di proses, penyusunan berkas butuh waktu,” ucap Viani.

Secara terpisah, Plt Sekretaris DPRD DKI Augustinus juga mengatakan surat PAW terhadap Viani dari DPP PSI belum sampai ke DPRD DKI. Jika surat PAW sudah diterima, maka pihaknya akan meneruskan ke pimpinan DPRD untuk diteruskan ke Mendagri melalui Gubernur DKI Jakarta. Nanti, Mendagri yang memproses PAW-nya. “Iya, belum masuk surat PAW-nya,” tutur Augustinus saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Sementara Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka belum merespons ketika dihubungi wartawan terkait alasan belum mengirim surat PAW Viani ke DPRD DKI.

Diketahui, pengurus DPP PSI telah memberhentikan Viani Limardi sebagai anggota partai sejak 25 September 2021. Viani diberhentikan karena sejumlah pelanggaran. Misalnya, tidak mematuhi Instruksi DPP PSI setelah melanggar peraturan sistem ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Kemudian, Viani juga disebut melanggar instruksi DPP PSI terkait keikutsertaan sekolah kader dan kelas bimbingan teknis PSI pada 16 Juli 2021. Selain itu, Viani pun dianggap tidak mematuhi instruksi pemotongan gaji untuk membantu penanganan Covid-19, dan dinyatakan telah menggelembungkan laporan anggaran reses.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Update Korban Gempa Cianjur: 323 Meninggal Dunia dan 9 Orang Hilang

BNPB mencatat 323 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, per Senin 28 November 2022. Sementara itu sebanyak 9 orang masih dinyatakan hilang.

NEWS | 28 November 2022

Cegah Politik Uang, Bawaslu Kerja Sama dengan Gopay dan OVO

Bawaslu akan lakukan kerja sama dengan platform digital seperti Gopay dan OVO untuk mencegah terjadinya politik uang.

NEWS | 28 November 2022

Calon Panglima TNI Yudo Margono Punya Harta Rp 17,9 Miliar

Kasal Laksamana Yudo Margono yang diusulkan oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI memiliki harta Rp 17,9 miliar.  

NEWS | 28 November 2022

DPR Bakal Gali 5 Hal Ini kepada Yudo Margono Saat Fit and Proper Test

DPR akan menggali lima hal utama kepada Kasal Laksamana Yudo Margono saat fit and proper test calon Panglima TNI nanti. 

NEWS | 28 November 2022

Puan Ungkap Alasan Kasal Yudo Margono Dipilih Jadi Calon Panglima TNI

Ketua DPR, Puan Maharani mengungkapkan alasan Kasal Laksamana Yudo Margono menjadi calon panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa. 

NEWS | 28 November 2022

Solidaritas Guru, Alumni UPI Himpun Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

56 guru tewas akibat gempa Cianjur, Alumni UPI serentak bergerak menggalang bantuan untuk para korban.

NEWS | 28 November 2022

Tilang Manual Masih Diberlakukan terhadap Sejumlah Pelanggaran

Polda Metro Jaya masih melakukan tilang manual terhadap sejumlah pelanggaran di jalan raya, seperti kendaraan tanpa pelat nomor.

NEWS | 28 November 2022

Menangis, Ferdy Sambo Sebut Sia-sia Pangkat Jenderal jika Tak Bisa Jaga Istri

Ferdy Sambo menangis karena menilai sia-sia bagi dirinya sudah berpangkat jenderal jika tidak mampu menjaga istrinya, Putri Candrawathi.

NEWS | 28 November 2022

Putri Terus Menangis Saat Beberkan Skenario Ferdy Sambo

Putri Candrawathi terus menangis saat membeberkan skenario Ferdy Sambo terkait peristiwa tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 28 November 2022

UMP DKI Naik 5,6% Jadi Rp 4,9 Juta, Ini Penjelasan Disnaker

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan upah minimum provinsi (UMP) naik 5,6% menjadi sebesar Rp 4,9 juta pada 2023.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
<em>Update</em> Korban Gempa Cianjur: 323 Meninggal Dunia dan 9 Orang Hilang

Update Korban Gempa Cianjur: 323 Meninggal Dunia dan 9 Orang Hilang

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE