Logo BeritaSatu

KPK Perpanjang Masa Penahanan Azis Syamsuddin

Senin, 11 Oktober 2021 | 23:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin yang merupakan tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menyatakan, masa penahanan Azis Syamsuddin diperpanjang selama 40 hari ke depan terhitung 14 Oktober 2021. Dengan demikian, Azis setidaknya bakal mendekam di sel tahanannya di Rutan Polres Jakarta Selatan hingga 22 November 2021.

"Hari ini penandatanganan berita acara perpanjangan penahanan tersangka AZ (Azis Syamsuddin) untuk 40 hari ke depan, terhitung sejak 14 Oktober 2021 sampai dengan 22 November 2021. Tersangka AZ ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan," kata Ali dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

Perpanjangan masa penahanan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas perkara Azis. Ali memastikan, tim penyidik akan bergerak cepat merampungkan berkas penyidikan dengan memeriksa para saksi dan langkah penyidikan lainnya.

"Tim penyidik segera menyelesaikan berkas perkara tersangka dimaksud," kata Ali.

Untuk melengkapi berkas perkara ini, tim penyidik memeriksa Azis sebagai tersangka pada hari ini. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan perdana yang dijalani Azis setelah ditahan KPK pada Sabtu (25/9/2021) dinihari lalu.

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Azis mengenai sejumlah hal. Salah satunya mengenai delapan orang dalam KPK yang disebut bisa digerakkan Azis untuk mengamankan perkara. Kepada tim penyidik, Azis mengeklaim hanya memiliki satu orang dalam di KPK, yakni Stepanus.

"Tersangka AZ menerangkan di hadapan penyidik bahwa tidak ada pihak lain di KPK yang dapat membantu kepentingannya selain SRP (mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju)," kata Ali.

Sebelumnya, delapan orang dalam KPK yang disebut bisa digerakkan Azis Syamsuddin terungkap dalam persidangan dengan terdakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Dalam persidangan itu, jaksa penuntut KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekda Tanjungbalai, Yusmada.

BAP itu berisi percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial. Dalam BAP itu disebutkan, Syahrial mengaku mengenal Stepanus karena dibantu Azis Syamsuddin. Syahrial juga mengatakan Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakkan untuk kepentingannya, seperti OTT atau amankan perkara, salah satunya Stepanus.

Ali memastikan KPK tidak mempercayai begitu saja klaim Azis yang mengaku hanya memiliki satu orang dalam di lembaga antikorupsi. KPK memastikan akan mendalami hal tersebut dengan memeriksa pihak lainnya.

"Tentu KPK tidak berhenti sampai disini, terkait hal tersebut akan dikonfirmasi kembali kepada para saksi lainnya," tegas Ali.

Selain soal orang dalam, tim penyidik juga mendalami transaksi suap antara Azis dengan Stepanus Robin Pattuju. Azis diduga menggunakan rekening pribadinya untuk mengirimkan uang suap kepada Stepanus. Sementara, Stepanus diduga menggunakan rekening pihak lain untuk menampung uang suap dari Azis.

"Dikonfirmasi diantaranya terkait dengan kepemilikan rekening bank atas nama pribadinya yang diduga digunakan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada SRP (Stepanus Robin Pattuju) melalui rekening bank milik pihak lain," kata Ali.

Diketahui tim penyidik KPK menjemput paksa atau menangkap Azis Syamsuddin di rumahnya pada Jumat (24/9/2021). Upaya paksa ini dilakukan lantaran Azis tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Lampung Tengah.

Dalam surat yang disampaikan ke penyidik, Azis mengeklaim tidak dapat memenuhi pangilan pemeriksaan tim penyidik lantaran sedang menjalani isolasi mandiri setelah berinteraksi dengan orang yang terpapar Covid-19. Namun, setelah kesehatannya diperiksa tim Covid-19 yang dibawa tim penyidik, Azis dinyatakan negatif atau nonreaktif Covid-19. Atas dasar itu, tim penyidik pun membawa Azis ke Gedung KPK untuk diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan, Azis pun dijebloskan KPK ke sel tahanan Rutan Polres Jakarta Selatan pada Sabtu (25/9/2021) dinihari.

Dalam perkara yang menjeratnya, Azis Syamsuddin bersama Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Aliza Gunado diduga menyuap mantan penyidik KPK, Robin Pattuju sebesar Rp 3,1 miliar dari yang dijanjikan Rp 4 miliar. Suap itu diberikan Azis dan Aliza kepada Stepanus secara bertahap melalui seorang pengacara bernama Maskur Husain. Suap ini diberikan agar Stepanus mengurus kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah yang menyeret nama mereka.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tergenang Banjir, Jalan Raya Puri Kembangan Macet

Jalan Raya Puri Kembangan Jakarta Barat, Selasa (29/11/2022) pagi, macet karena tergenang banjir.

NEWS | 29 November 2022

Kekompakan Laksamana Yudo Margono dan Jenderal Dudung

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman menunjukkan kekompakan.

NEWS | 29 November 2022

Tiongkok Pilih Jalan Tegas Redam Warga Protes Kebijakan Covid-19

Pemerintah Tiongkok memilih jalan tegas untuk meredam warga protes kebijakan Covid-19 yang jarang terjadi di negara itu.

NEWS | 29 November 2022

Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Pergantian Nama Calon Panglima TNI

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan tidak ada pergantian nama calon Panglima TNI yang masuk ke DPR dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

NEWS | 29 November 2022

Mensesneg Tegaskan Presiden Fokus Jalankan Roda Pemerintahan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalankan roda pemerintahan.

NEWS | 29 November 2022

Salim Segaf Salurkan Bantuan dari Anggota PKS untuk Korban Gempa Cianjur

Salim Segaf Al Jufri mendatangi posko tanggap bencana gempa bumi Cianjur di kantor DPD PKS Cianjur.

NEWS | 29 November 2022

Kemenkumham Ungkap Pentingnya Pelatihan bagi Kurator Negara

Kemenkumham mengungkap pentingnya pelatihan bagi pegawai Balai Harta Peninggalan (BHP) atau kurator negara.

NEWS | 29 November 2022

Satelit Karya Anak Bangsa Diluncurkan Bareng Roket Elon Musk

Satelit nano karya anak bangsa Surya Satellite-1 (SS-1) berhasil meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari Florida AS.

NEWS | 29 November 2022

ELT Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Tidak Berfungsi

ELT atau emergency locator transmiter milik helikopter Polri yang jatuh di Belitung berhasil ditemukan dalam keadaan tidak berfungsi.

NEWS | 29 November 2022

Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Kembali Jalani Sidang di PN Jaksel

Sembuh dari Covid-19, terdakwa Putri Candrawathi kembali menjalani sidang di PN Jaksel (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan), Selasa (29/11/2022).

NEWS | 29 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi: Pemimpin Indonesia ke Depan Harus Sadar Keberagaman

Jokowi: Pemimpin Indonesia ke Depan Harus Sadar Keberagaman

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE