Logo BeritaSatu

Studi: 50 Juta Derita Gangguan Depresi Berat Akibat Pandemi Covid-19

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Lebih dari 50 juta orang menderita gangguan depresi berat pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (9/10/2021), hal itu terungkap dalam studi penelitian global yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet.

Studi baru ini menunjukkan pandemi virus corona menambah beban gangguan depresi dan kecemasan di lebih dari 200 negara pada tahun 2020. Dampak Covid-19 telah meningkatkan jumlah orang yang depresi hampir sepertiga.

“Saat gangguan mental adalah penyebab utama beban terkait kesehatan global bahkan sebelum pandemi, penyebaran virus yang ditakuti dan tindakan pembatasan berikutnya untuk memerangi penyakit telah menambah beban,” bunyi hasil penelitian.

Menurut para peneliti, ada tambahan 53,2 juta kasus atau peningkatan 27,6%, gangguan depresi mayor dan 76,2 juta kasus gangguan kecemasan telah menambah jumlah orang yang menderita masalah kesehatan mental.

Untuk mengukur dampak pandemi pada area tertentu, tim menganalisis tingkat infeksi SARS-CoV-2 harian, pembatasan mobilitas manusia, dan tingkat kematian berlebih setiap hari.

Ternyata lokasi yang paling parah terkena dampak berdasarkan dua kriteria pertama berhubungan dengan mereka yang memiliki lonjakan gangguan depresi dan kecemasan yang terdokumentasi. Penelitian menyimpulkan ada peningkatan infeksi dan penurunan mobilitas "berhubungan secara signifikan" dengan memburuknya kesehatan mental.

Tim menemukan bahwa tingkat kematian yang berlebihan tidak terkait dengan perubahan prevalensi baik untuk gangguan depresi mayor atau gangguan kecemasan.

Studi ini juga menemukan bahwa kesehatan mental wanita lebih terpengaruh oleh pandemi daripada pria. Orang yang lebih muda terkena dampak lebih dari kelompok usia yang lebih tua, karena mereka menderita kurangnya interaksi teman sebaya setelah sekolah ditutup dan pembatasan sosial lainnya diberlakukan.

“Selain itu, kaum muda lebih cenderung menjadi pengangguran selama dan setelah krisis ekonomi daripada orang yang lebih tua,” catat para peneliti.

Peringatan bahwa gangguan kesehatan mental menambah risiko penyakit lain dan bunuh diri, studi tersebut meminta pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat sistem kesehatan mental.

“Mereka harus mempertimbangkan pesan kesehatan masyarakat tentang dampak kesehatan mental dari Covid-19, bagaimana individu dapat mengelola kesehatan mental mereka dengan baik, dan jalur yang jelas untuk penilaian dan akses layanan,” kata surat kabar itu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Serangan Gelombang Dingin di Xinjiang Tewaskan Tujuh Jiwa

Gelombang dingin di Daerah Otonomi Xinjiang telah menewaskan tujuh orang, menurut situs berita Tiongkok yang mengutip otoritas setempat, Rabu (30/11/2022).

NEWS | 30 November 2022

Bharada E Beberkan Ferdy Sambo dan Putri Pisah Rumah

Di persidangan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Bharada E membeberkan soal Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi pisah rumah. 

NEWS | 30 November 2022

2 Jenazah Kru Helikopter Polri Diserahkan kepada Keluarga

Jenzah Bripda Khoirul Anam dan Briptu Lasminto, dua kru helikopter Polri P-1103 yang jatuh di Babel diserahkan kepada keluarga, Rabu (30/11/2022).

NEWS | 30 November 2022

LRT Jabodebek Tanpa Masinis, KAI Siapkan SDM Andal

LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, oleh karena itu PT KAI akan menyiapkan SDM andal.

NEWS | 30 November 2022

Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Patologi Anatomi

Polda Metro Jaya menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk menyimpulkan penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. 

NEWS | 30 November 2022

Kuasa Hukum Bharada E Gali Fakta Sarung Tangan Ferdy Sambo

Kuasa hukum Bharada E menyatakan akan menggali keterangan dari Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal mengenai sarung tangan yang digunakan Ferdy Sambo.

NEWS | 30 November 2022

Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

Ismail Bolong mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Dit Tipidter Bareskrim Polri terkait kasus tambang ilegal dengan alasan sakit. 

NEWS | 30 November 2022

Ditembak OTK, Anggota Polres Yahukimo di Dekai Tewas

Orang tak dikenal atau OTK, Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 23.09 WIT menembak Brigadir Polisi Muhammad Yusdar, anggota Polres Yahukimo hingga tewas.

NEWS | 30 November 2022

Cianjur Bangkit, Warga Sarampad Wetan Bangun Kembali Masjid

Sepekan lebih bencana gempa Cianjur, Jawa Barat, warga mulai semangat untuk kembali bangkit dari bencana.

NEWS | 30 November 2022

Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa Keluarga Ismail Bolong

Bareskrim Polri akan memeriksa keluarga Ismail Bolong pada Kamis (1/11/2022) terkait kepemilikan saham perusahaan dalam kasus tambang ilegal.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ajukan JR Aturan Upah, Apindo: PP Lebih Tinggi dari Permen

Ajukan JR Aturan Upah, Apindo: PP Lebih Tinggi dari Permen

EKONOMI | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE