Logo BeritaSatu

KPK Bakal Dalami Soal 'Atasan' Eks Penyidik di Suap Penanganan Perkara

Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami informasi dari mantan Wali Kota Tanjungbalai, M Syarial yang menyebut mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju kerap membawa nama 'atasan' untuk meminta uang suap. Pendalaman mengenai informasi itu akan dilakukan KPK dengan mengonfirmasi kepada sejumlah saksi lainnya.

"Setiap fakta sidang tentu menjadi informasi penting untuk didalami lebih lanjut dan KPK akan memanggil para saksi lain untuk mengonfirmasi keterangan tersebut pada persidangan berikutnya," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Dalam persidangan perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Stepanus di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (11/10/2021) lalu, Syahrial yang dihadirkan sebagai saksi mengaku kerap diminta Stepanus untuk segera memberikan uang suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Menurut Syahrial, Stepanus mengaku permintaan uang itu harus cepat karena 'atasan' meminta. Menurut Syahrial 'atasan' itu adalah pimpinan KPK.

Ali mengatakan, keterangan Syahrial masih bersifat testomonium de auditu atau keterangan karena mendengar dari orang lain. Untuk itu, KPK perlu mengonfirmasi keterangan tersebut dengan keterangan saksi lainnya.

"Sehingga fakta ini kemudian apakah terkonfirmasi atau tidak," kata Ali.

Ali mengatakan, dalam perkara suap ini, Stefanus diduga memanfaatkan jabatannya selaku penyidik KPK untuk meminta uang kepada Syahrial dan sejumlah pihak lain dengan dalih bisa mengamankan perkara. Padahal, kata Ali, Stepanus bukanlah satgas yang menangani perkara dugaan korupsi di Tanjungbalai yang menyeret nama Syahrial.

"Namun karena pihak lain percaya bahwa yang bersangkutan bisa membantu amankan perkara di KPK maka terjadilah dugaan transaksi dimaksud," kata Ali.

Dalam kesempatan ini, Ali mengatakan, seluruh perkara yang diklaim dapat diurus Stepanus sampai saat ini masih berproses penanganannya. Tidak ada penghentian penanganan sebagaimana dijanjikan Stepanus kepada pihak-pihak tertentu.

Dikatakan Ali, penanganan perkara di KPK sangat berlapis dan ketat. Melibatkan banyak personil dari berbagai tim lintas satgas maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan.

"Sistem tersebut membuat orang per orang tidak memungkinkan bisa mengatur sebuah perkara. Artinya dalam satu tim saja sangat mustahil dapat mengondisikan perkara agar tidak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat direktorat, kedeputian, bahkan sampai pimpinan. Karena kontrol perkara dipastikan juga secara berjenjang dari satgas, direktorat, kemudian kedeputian penindakan sampai dengan lima pimpinan secara kolektif kolegial," katanya.

Untuk itu, KPK mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati terhadap penipuan dan pemerasan dengan modus untuk mengurus perkara di lembaga antikorupsi yang marak terjadi.

"Bagi masyarakat yang menjadi korban pemerasan oknum pegawai KPK atau pihak lain yang mengaku sebagai pegawai KPK, segera laporkan kepada kami atau aparat penegak hukum lainnya," kata Ali.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022

Dapat Suntikan Rp 551 M, Jakpro Segera Bangun ITF Sunter

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyuntikkan modal Rp 551 miliar kepada PT Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Erick Thohir Anggap Kaesang sebagai Keponakannya Sendiri

Erick Thohir Anggap Kaesang sebagai Keponakannya Sendiri

LIFESTYLE | 23 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE