Logo BeritaSatu

Survei John Hopkins Sebut 34% Masyarakat Menolak Divaksin, Ini Respons Kemenkes

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Survei terbaru John Hopkins menyebutkan 34% orang Indonesia menolak divaksinasi Covid-19. Beberapa alasan karena cemas tentang efek samping serta menunggu apakah vaksin aman untuk tubuh seseorang. Merespons hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hasil survei tersebut menjadi masukan bagi pihaknya untuk perbaikan kebijakan.

Pasalnya, Kemenkes juga telah menerima banyak survei yang terkait dengan vaksinasi yang dilakukan lembaga lain.

“Pada prinsipnya, kita melihat secara umum survei ini mengatakan masih ada masyarakat yang ragu-ragu dan tidak mau divaksin. Nanti ini tentunya menjadi tugas kita adalah mengejar dulu percepatan vaksinasi,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (16/10/2021).

Nadia menuturkan, masyarakat masih menolak atau belum siap vaksin Covid-19 ini akan diberi edukasi dengan contoh nyata. Dalam hal ini, Kemenkes fokus mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat yang mau divaksin, dengan begitu ada contoh bagi orang lain didekatnya. Saat ini, kata Nadia, animo masyarakat yang bersedia divaksin lebih tinggi daripada kelompok yang menolak.

Nadia menuturkan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes juga melakukan survei serupa dan mendapatkan masih ada sekitar 7% masyarakat menolak dan ragu-ragu untuk divaksin Covid-19.

“Ada survei dilakukan oleh Badan Litbangkes Kemenkes kurang lebih angka sama, tetapi tidak sebesar hasil survei lembaga lain. Angka sudah lebih menurun bagi menolak atau ragu-ragu di bawah 10%, yakni pada kisaran 7%,” paparnya.

Dikatakan Nadia, segala upaya dilakukan Kemenkes. Sebab, sejak ada program vaksinasi Covid-19 telah muncul gerakan anti vaksin atau penolakan dari masyarakat yang ragu-ragu.

Selanjutnya, Nadia mengatakan, cakupan vaksinasi kelompok rentan seperti lansia masih rendah. Untuk itu, Kemenkes saat ini telah mengajak berbagai pihak seperti tokoh agama dan pihak swasta untuk mendorong percepatan vaksinasi kelompok lansia. Salah satunya dengan mendorong kepala desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan kelompok lansia di wilayahnya masing-masing melakukan vaksinasi dengan pengaturan.

“Dipastikan semua di data, kemudian dilakukan vaksinasi door to door atau kami mengajak pihak swasta dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia. Biasa saja swasta memberikan sesuatu kepada para lansia untuk memotivasi mereka bisa divaksin,” ucapnya.

Selain itu, Nadia mengatakan, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah (pemda). Pasalnya, pada penurunan level penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 selain mempertimbangkan indikator PPKM yang sudah ada juga harus dibarengi dengan indikator capaian vaksinasi termasukan untuk kelompok rentan seperti lansia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 2 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE