Logo BeritaSatu

Jadi Tersangka Suap Proyek, Dodi Reza Alex Noerdin Ditahan di Rutan KPK

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:30 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin, Sabtu (16/10/2021). Anak sulung mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) sehari sebelumnya itu ditahan usai diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sejumlah proyek di Pemkab Muba.

Tak hanya Dodi Reza, KPK juga menahan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, Dodi Reza Alex Noerdin dan tiga tersangka lainnya ditahan di tiga rumah tahanan (rutan) berbeda.

"DRA (Dodi Reza Alex Noerdin) ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1; HM (Herman Mayori) ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur; dan EU (Eddi Umari) ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih; SUH (Suhady) ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Alex, sapaan Alexander Marwata mengatakan, Dodi Reza dan tiga tersangka lainnya ditahan untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, keempat tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 4 November 2021.

"Penahanan kepada para tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2021 sampai dengan 4 November 2021 di Rutan KPK," katanya.

Sebelum mendekam di sel tahanan masing-masing, keempat tersangka akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK.

"Untuk tetap menjaga dan terhindar dari penyebaran Covid 19 dilingkungan Rutan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari pada rutan masing-masing," kata Alex.

Diketahui, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Muba. Tak hanya Dodi, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Penetapan tersangka terhadap Dodi yang merupakan anak sulung mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dan sejumlah pihak lainnya ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang diringkus dalam OTT pada Jumat (15/10/2021) malam kemarin.

Dodi Reza Alex Noerdin diduga menerima suap sekitar Rp 2,6 miliar dari Suhandy yang mendapat empat proyek pekerjaan di Dinas PUPR Muba. Sebagian suap itu telah diserahkan Suhandy kepada Dodi Reza melalui Herman Mayori dan Eddi Umari.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Awasi Potensi Korupsi Penyaluran Bantuan Korban Bencana

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti soal isu bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana yang dikelola dengan tidak amanah.

NEWS | 2 Desember 2022

Persiapan Pemilu 2024, KPU Gelar Konsolidasi Nasional

KPU menggelar rapat konsolidasi nasional dalam rangka persiapan Pemilu 2024 di Beach City Entertainment Center Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Ekonomi Global Suram, Jokowi Minta KPU Efisien Gunakan Anggaran Pemilu 2024

Presiden Jokowi mengingatkan KPU untuk efisien menggunakan anggaran Pemilu 2024 karena Pemilu kali ini digelar dalam situasi ekonomi global yang suram. 

NEWS | 2 Desember 2022

Pemilu 2024, Jokowi: Kedepankan Politik Adu Gagasan, Bukan Adu Domba

Dalam acara konsolidasi nasional KPU untuk persiapan Pemilu 2024, Presiden Jokowi mengingatkan untuk mengedepankan adu gagasan, bukan adu domba. 

NEWS | 2 Desember 2022

Hari AIDS, UNAIDS Sebut Terapi AIDS di Indonesia Jauh Tertinggal

UNAIDS menyebutkan, Indonesia menduduki posisi tiga terbawah di Asia Pasifik untuk cakupan pengobatan ARV bersama dengan Pakistan dan Afghanistan.

NEWS | 2 Desember 2022

Jokowi: Semua Kepala Negara Pusing, Indonesia Tidak

Presiden Jokowi mengungkapkan, Pemilu 2024 digelar dalam suasana ketidakpastian ekonomi. Semua kepala negara sedang pusing menghadapi ancaman resesi global. 

NEWS | 2 Desember 2022

Harga Beras di Lampung Selatan Merambat Naik Jelang Natal

Harga beras di Kabupaten Lampung Selatan merambat naik. Kenaikan rata-rata Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram.

NEWS | 2 Desember 2022

Tembok 30 M di Bintaro Roboh Akibat Hujan, 4 Mobil Ringsek

Akibat hujan tiada henti, tembok sepanjang 30 meter di Kantor Bank CIMB Niaga Finance Bintaro sektor 9 roboh menimpa 4 mobil.

NEWS | 2 Desember 2022

Kasus Suap Unila, Zulhas Bantah Titip Keponakan Masuk Unila

Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan tanggapan terkait sidang kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa di Unila yang menyeret namanya.

NEWS | 2 Desember 2022

Pembunuhan Keluarga di Magelang, ART Sempat Diminta Tolong Pelaku

Pembunuhan keluarga di Magelang. Sartinah tidak menyangka jika yang membunuh adalah anak kedua korban, Dhio Daffa Syahdilla (22).

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Investor <em>Kripto</em> Masih Ragu-ragu, Bitcoin Gagal Tembus US$ 17.100

Investor Kripto Masih Ragu-ragu, Bitcoin Gagal Tembus US$ 17.100

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE