Logo BeritaSatu

KPK Bakal Dalami Tujuan Dodi Reza Alex Noerdin Bawa Uang Rp 1,5 M ke Jakarta

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:07 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mendalami tujuan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin membawa uang sebesar Rp 1,5 miliar ke Jakarta. Diketahui, Dodi Reza yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (15/10/2021). Dodi Alex ditangkap saat bersama ajudannya, Mursyid di lobi hotel wilayah Jakarta. Dalam penangkapan itu, KPK turut menyita uang sebesar Rp1,5 miliar yang ditaruh di dalam sebuah tas berwarna merah.

"Itu menjadi sesuatu yang menarik oleh penyidik berdasarkan temuan tersebut," kata Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Setyo mengatakan uang yang telah disita untuk sedang didalami penyidik. Setidaknya, terdapat dua hal yang akan didalami penyidik mengenai uang tersebut.

"Nantinya akan kami dalami yang pertama adalah sumbernya, asalnya dari mana uang tersebut," ujar Setyo.

KPK juga akan mendalami maksud dan tujuan Dodi membawa uang tersebut.

"Untuk apa keperluannya? Atau kepentingannya?" tutur Setyo.

Diketahui, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Muba. Tak hanya Dodi, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Penetapan tersangka terhadap Dodi yang merupakan anak sulung mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dan sejumlah pihak lainnya ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang diringkus dalam OTT pada Jumat (15/10/2021) malam kemarin.

Dodi Reza Alex Noerdin diduga menerima suap sekitar Rp 2,6 miliar dari Suhandy yang mendapat empat proyek pekerjaan di Dinas PUPR Muba. Sebagian suap itu telah diserahkan Suhandy kepada Dodi Reza melalui Herman Mayori dan Eddi Umari.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Dodi langsung dijebloskan ke sel tahanan di Rutan KPK Kavling C1. Saat keluar Gedung KPK untuk dibawa ke sel tahanannya, Dodi yang telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye enggan menjelaskan maksudnya membawa uang itu. Dodi berjanji akan menjelaskan kasus suap yang menjeratnya, dan maksudnya membawa uang itu suatu hari nanti.

"Nanti saya akan jelaskan," kata Dodi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Rekonstruksi Detik-detik Rudolf Bunuh Icha di Apartemen

Polisi menggelar rekonstruksi detik-detik Christian Rudolf Tobing (36) membunuh temannya sendiri Ade Yunia Rizabian (36) alias Icha di apartemen. 

NEWS | 8 Desember 2022

Pemkot San Francisco Selidiki Kamar Tidur Darurat di Markas Twitter

Pemkot San Francisco baru-baru ini mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki keluhan bahwa Twitter telah membuat kamar tidur darurat di markas pusatnya.

NEWS | 8 Desember 2022

Buwas: Tak Mudah Impor Beras di Tengah Krisis Pangan

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas mengatakan, tidak mudah untuk impor beras saat krisis pangan melanda banyak negara. 

NEWS | 8 Desember 2022

Majalah Time Nobatkan Zelensky Person of the Year 2022

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai "Person of the Year" tahun 2022 pada Rabu (7/12/2022).

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Minta Pemerintah Desa di Pati Buat Program Antikorupsi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pemerintah desa di Kabupaten Pati membuat program antikorupsi dengan pendampingan dari inspektorat.

NEWS | 8 Desember 2022

Tiba di Gedung KPK, Bupati Bangkalan Ra Latif Jalani Pemeriksaan

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif, tersangka kasus dugaan suap lelang jabatan tiba di Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

NEWS | 8 Desember 2022

Begini Rute Bus Tamu Undangan Pernikahan Kaesang di Solo

Polda Jateng melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan saat pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Solo, Minggu (7/12/2022).

NEWS | 8 Desember 2022

Bocah 3 Tahun Tewas Terjepit Ban Truk Kontainer di Bekasi

Seorang bocah 3 tahun berinisial AWK tewas terjepit ban truk kontainer di Jalan Kampung Legon, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

NEWS | 7 Desember 2022

Jenazah Pelaku Bom Astana Anyar Diautopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih

Jenazah Agus Sujatno, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar atau bom Astana Anyar diautopsi di RS Bhayangka Sartika Asih, Bandung.

NEWS | 7 Desember 2022

Kutuk Bom Bunuh Diri Bandung, Eks Napiter: Tidak Sesuai Ajaran Islam

Mantan narapidana terorisme (napiter), Muchtar Daeng Lau mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Rekonstruksi Detik-detik Rudolf Bunuh Icha di Apartemen

Ini Rekonstruksi Detik-detik Rudolf Bunuh Icha di Apartemen

NEWS | 37 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE