Logo BeritaSatu

Jhoni Allen Beberkan Alasan Berseberangan dengan Kubu SBY-AHY

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:40 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Jhoni Allen Marbun membeberkan alasannya memilih berseberangan dengan kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jhoni mengaku menginginkan agar Partai Demokrat berjalan sesuai dengan tujuan diinginkan para pendiri partai.

"Pak SBY itu ketua umum keempat. Sepanjang kepemimpinan ketua umum sebelumnya tidak pernah ada masalah walaupun terjadi perbedaan pandangan. Justru terjadi dinamika, perbaikan atas perbedaan pendapat. Kalau sekarang tidak. Mereka mengadopsi kekuatan-kekuatan yang menurut mereka paling benar dan mereka merasakan bahwa itu miliknya," tutur Jhoni, dalam keterangannya, Senin (18/10/2021).

Jhoni menyontohkan AHY. Jhoni mempertanyakan, sejak kapan anak sulung SBY itu tercatat secara resmi menjadi kader dan pengurus Partai Demokrat.

"Kemudian AHY direkayasa menjadi ketua umum. Dari mana asal kadernya? Melalui Kogasma? Apakah dia (Kogasma) masuk ke dalam struktur Partai Demokrat? Tidak! Sejak kapan ada Kogasma di Partai Demokrat? Di struktur mana dia? Kogasma sekarang sudah hilang," papar Jhoni.

Jhoni juga mengklarifikasi pernyataan jika AHY pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kapan dia jadi wakil ketua umum? Forum apa yang menjadikan dia wakil ketua umum? Apakah ada hal mendesak terjadi kekosongan kursi wakil ketua umum dan itu menjadi masalah? Tidak!" tegas Jhoni.

Saat itu, Jhoni menyebut SBY masih menjabat posisi sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Jhoni Allen menyebut AHY bertindak arogan lantaran mendapat legitimasi yang kuat dari sang ayah.

"AHY bertindak semena-mena terhadap kami, para kader dari Sabang sampai Merauke. Yang tidak setuju dengan pendapatnya, terjadi perbedaan pendapat, pecat," cerita Jhoni.

Hal itulah yang saat ini dilawan Jhoni Allen melalui KLB Partai Demokrat.

"Kenapa kita melawan, karena tidak sesuai dengan khitah Partai Demokrat yang diinginkan para pendiri sebagai partai terbuka, partai modern dan partai yang bebas dari tirani," terang dia.

Di berbagai kesempatan, Jhoni menyebut SBY selalu mengajak agar kita semua harus menjadi Demokrat sejati. Namun, katanya, fakta justru menunjukkan sebaliknya.

"Dalam AD/ART 2020 hanya ada dua pemegang kekuasaan tertinggi yakni Ketua Majelis Tinggi Pak SBY dan AHY yang kita tidak tahu kapan dia jadi kader Demokrat, kecuali pada saat pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Itu pun sedikit dipaksakan. Saat itu saya menjadi tim. Tiba-tiba kok berubah," tegasnya.

Jhoni menyebut sesungguhnya yang sedang kubu SBY-AHY hadapi adalah diri mereka sendiri, bukan kubu Partai Demokrat hasil KLB.

"Jadi, yang dilawan sesungguhnya bukan kami, tetapi diri mereka sendiri yang menyatakan telah melalui proses demokratis ternyata ada kediktatoran. Dikatakan bahwa partai ini milik rakyat, faktanya, pelaksanaannya partai ini milik kelompok dan keluarga Cikeas," papar dia.

Sebagai contoh, Mahkamah Partai diangkat oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yakni SBY, baru dikirim ke Kemenkumham. Lalu, ketua umum berhak mengangkat dan memberhentikan dewan pimpinan pusat, membatalkan keputusan DPD dan DPC.

"Ini yang lari dari substansi keorganisasian Partai Demokrat yang kita bangun sejak tahun 2001," tegasnya.

Menilik kepada sejarah, Jhoni paham betul bagaimana SBY berproses di Partai Demokrat. Saat itu, Partai Demokrat tengah menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Bogor. Kebetulan Jhoni yang menjabat Ketua Panitia Rapimnas Partai Demokrat.

"Di situlah SBY secara terbuka menyatakan bergabung ke Partai Demokrat. Saat itu beliau bersama Max Sopacua," terang Jhoni.

Dikatakan, apa yang dilakukannya dan rekan-rekannya saat ini adalah upaya memberikan masukan untuk kembalinya Partai Demokrat ke jalan yang benar.

"AHY tidak paham dinamika Partai Demokrat, makanya dia semena-mena, karena dia tidak punya sejarah perjuangan di Demokrat. Di mana sejarah perjuangannya? Menikmatinya iya. Menikmati pilkada-pilkada dengan kesewenangan, yang berbeda pendapat dan tidak sesuai dengan yang diinginkan diganti," ulas Jhoni.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ledakan di Bandung Diduga Bom Bunuh Diri

Hingga kini polisi masih menyelidiki dan mengamankan area lokasi ledakan diduga bom tersebut.

NEWS | 7 Desember 2022

Suara Ledakan Terdengar di Polsek Astana Anyar, Bandung

Suara ledakan terdengar dari Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pagi.

NEWS | 7 Desember 2022

Satu Desa Terisolasi Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru

Warga Sumberlangsep yang terisolir itu harus melewati material bekas banjir lahar dingin Semeru untuk bisa beraktivitas keluar.

NEWS | 7 Desember 2022

Lord Rangga Mantan Pimpinan Sunda Empire Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Lord Rangga yang dikenal dengan klaim pimpinan Sunda Empire beredar luas di media sosial.

NEWS | 7 Desember 2022

Hari Ini, Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah Berawan

BMKG menyebutkan sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Rabu (7/12/2022) siang.

NEWS | 7 Desember 2022

Tiongkok Hapuskan Syarat Tes PCR di Beijing dan 50 Kota Lain

Otoritas Kota Beijing dan 50 kota lain di Tiongkok menghapus persyaratan tes PCR bagi warga setempat setelah gelombang pandemi Covid-19 mereda.

NEWS | 7 Desember 2022

Top 5 News: Pengakuan Sambo soal Istrinya Diperkosa dan KKB Tembak Mati Tukang Ojek

Pengakuan Ferdy Sambo soal istrinya diperkosa Brigadir J dan Basarnas cari korban gempa Cianjur merupakan dua dari lima berita terpopuler (top 5 news).

NEWS | 7 Desember 2022

Inovasi Pendidikan Vokasi Untuk Kendaraan Listrik Indonesia Akan Terus Ditingkatkan

Inovasi-inovasi nyata karya anak bangsa untuk menangani krisis iklim semakin terakselerasi cepat, mulai dari tingkat SMK hingga perguruan tinggi.

NEWS | 7 Desember 2022

Wapres: Perlu Kerja Bersama Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan perlu kerja bersama yang makin intens antara semua stakeholder dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

NEWS | 7 Desember 2022

Destinasi Wisata di Nusa Penida Disiapkan Secara Optimal

Destinasi wisata Kepulauan Nusa Penida, Klungkung disiapkan secara optimal karena memiliki pemandangan alam yang indah yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lanjutkan Tren Negatif, IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Lanjutkan Tren Negatif, IHSG Melemah di Awal Perdagangan

EKONOMI | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE