Logo BeritaSatu

KPK Didesak Hadirkan Mu'min Ali Gunawan di Sidang Perkara Suap Pajak

Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:37 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan bos Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, Mu'min Ali Gunawan dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan pajak yang menjerat dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani. Kehadiran dan kesaksian Mu'min Ali dinilai penting untuk membuat terang perkara dugaan suap pengurusan pajak. Salah satunya untuk mengonfirmasi mencuatnya nama Mu'min Ali dalam surat dakwaan jaksa penuntut dan keterangan saksi lainnya.

"Hukumnya wajib KPK hadirkan Mu'min Ali Gunawan dihadirkan sebagai saksi di persidangan Tipikor," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Advertisement

Dalam persidangan, Mu'min Ali Gunawan disebut mengutus orang kepercayaannya, Veronika Lindawati untuk bernegosiasi terkait pengurangan nilai pajak dari Bank Panin. Terlebih dalam surat dakwaan, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani menerima fee sebesar Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan pihak Bank Panin. Suap ini diduga diberikan lantaran kewajiban pajak Bank Panin disunat sekitar Rp 623 miliar, dari semula Rp 926 miliar menjadi Rp 303 miliar.

Boyamin menyatakan, jaksa sepatutnya menghadirkan Mu'min Ali ke persidangan untuk membuat terang perkara tersebut.

"Alasan untuk membuat terang perkara," tegas Boyamin.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan akan mendalami setiap informasi terkait kasus dugaan suap pajak, termasuk mengenai dugaan peran Mu'min Ali Gunawan. Hal ini lantaran nama Mu'min Ali terungkap dalam persidangan sebagai pihak yang mengutus Veronika Lindawati untuk bernegosiasi dengan pejabat pajak agar nilai pajak Bank Panin turun.

"KPK pastikan bahwa semua informasi dari masyarakat, KPK perhatikan, tentu KPK pelajari dan dalami termasuk keterangan baik yang disampaikan langsung ke KPK maupun keterangan dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan," ucap Firli beberapa waktu lalu.

Firli memastikan, KPK berkomitmen mengusut tuntas perkara dugaan suap terhadap dua mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani. KPK, tegas Firli, tidak pandang bulu menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam perkara suap perpajakan tersebut sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah lelah untuk memberantas korupsi sampai Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti, karena itu prinsip kerja KPK," tegas Firli.

Firli menjelaskan, dalam mengusut suatu perkara, pihaknya bekerja sesuai prosedur hukum yang berlaku. Firli memastikan akan menyampaikan setiap perkembangan penyidikan terkait kasus suap pajak ini kepada publik.

"KPK bekerja dengan berpedoman kepada asas-asas pelaksanaan tugas KPK di antaranya menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kami masih terus bekerja, pada saatnya kami akan memberikan penjelasan kepada publik," ucap Firli.

Diberitakan, nama Mu'min Ali Gunawan mencuat dalam surat dakwaan Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani. Dalam surat dakwaan itu, Veronika disebut jaksa sebagai orang kepercayaan Mu'min Ali Gunawan. Bank Panin menugaskan Veronika untuk menegosiasikan nilai kekurangan kewajiban pajak PT Bank Panin. Alhasil, kewajiban pajak Bank Panin disunat sekitar Rp 623 miliar, dari semula Rp 926 miliar menjadi Rp 303 miliar. Untuk menurunkan nilai pajak itu, Veronika menjanjikan untuk memberikan Rp 25 miliar kepada Angin, Dadan dan tim pemeriksa pajak.

Nama Mu'min Ali Gunawan kembali disebut dalam persidangan selanjutnya. Veronika mengaku diutus oleh Mu'min Ali Gunawan untuk bernegosiasi dengan tim pemeriksa pajak terkait pengurangan nilai pajak dari Bank Panin.

Hal itu terungkap ketika anggota tim pemeriksa pajak Febrian bersaksi untuk terdakwa Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu. Diungkapkan Febrian, perhitungan awal nilai pajak Bank Panin mencapai lebih dari Rp 900 miliar. Kemudian hasil perhitungan itu dikirimkan ke pihak Bank Panin sesuai arahan Yulmanizar yang juga anggota tim pemeriksa pajak. Bank Panin kemudian menanggapi hasil pemeriksaan tersebut.

Selanjutnya, Bank Panin melalui Veronika melakukan pertemuan dengan tim pemeriksa pajak di Kantor Ditjen Pajak. Dalam pertemuan itu, Veronika mengaku sebagai utusan Mu'min Ali.

"Veronika Lindawati, Dia mengaku sebagai utusan Pak Mumin Ali Gunawan," kata Febrian kepada Jaksa

"Pak Mu'min ini siapa?," tanya Jaksa.

"Sebagai pemegang saham dari Panin Group," kata Febrian.

Febrian mengatakan, dalam pertemuan bersama tim pemeriksa pajak itu, Veronika langsung menyebutkan angka nilai pajak yang sanggup dibayarkan oleh Bank Panin. Tak hanya itu, Veronika juga mengaku akan menyediakan fee sebesar Rp 25 miliar jika keinginannya dikabulkan tim pemeriksa pajak.

"Bu Veronika langsung menyebutkan, Panin sanggup membayar kurang pajaknya Rp 300 miliar dan menyediakan sebesar 25 miliar," kata Febrian.

Setelah nilai pajak Bank Panin disunat menjadi hanya Rp 303 miliar, Veronika kembali mendatangi kantor Ditjen Pajak dan bertemu tim pemeriksa pajak. Dalam pertemuan itu, Veronika mengaku hanya sanggup membayar Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan. Uang tersebut kemudian diserahkan tim pemeriksa pajak kepada Angin dan Dadan.

Diberitakan, jaksa KPK mendakwa dua mantan pejabat pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp 42 miliar. Suap dengan total Rp 57 miliar itu diterima Angin, Dadan bersama tim pemeriksa pajak agar merekayasa nilai pajak Bank Panin, Jhonlin Baratama dan Gunung Madu Plantations.

Uang suap sebesar Rp57 miliar tersebut diterima pejabat pajak dari tiga konsultan dan satu kuasa pajak, yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin; Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama; serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Angkot Terbalik dan Tabrak 2 Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Mandailing Natal. Sebuah angkot menabrak motor yang menyebabkan satu orang meninggal dan tiga lainnya terluka. 

NEWS | 28 Januari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU Digelar 7 Februari 2023

Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU atau Nahdlatul bakal digelar meriah dan diramaikan sejumlah musisi ternama Tanah Air pada 7 Februari 2023. 

NEWS | 28 Januari 2023

29 Rumah di Lumajang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 29 rumah warga di Dusun Krajan, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang rusak diterjang angin puting beliung, Jumat (27/1/2023). 

NEWS | 28 Januari 2023

KLHK Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan yang Adil dan Nyata

KLHK memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar pihak guna mendorong penegakan hukum lingkungan yang adil dan berdampak nyata.

NEWS | 28 Januari 2023

Ibu Mahasiswa UI: Anak Saya Ditabrak dan Dilindas, Mungkinkah Jadi Tersangka?

Ira Adi Saputra, ibu almarhum Hasya Atallah mahasiswa UI yang tewas ditabrak mengaku kecewa sang anak justru ditetapkan polisi sebagai tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Jurusan Bisnis Masih Pilihan Favorit Calon Mahasiswa

Rektor IBI Kwik Kian Gie, Hisar Sirait mengatakan belajar di jurusan bisnis menjadi investasi masa depan karena membuka kesempatan di pasar kerja global.

NEWS | 28 Januari 2023

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi III Dorong Humas Perguruan Tinggi Kolaborasi

Dikti mendorong agar Humas perguruan tinggi dapat berkolaborasi antarperguruan tinggi maupun dengan media massa.

NEWS | 27 Januari 2023

Sopir Audi A8 Bantah Tabrak Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia

Yudi Junadi, kuasa hukum keluarga Selvi Amalia Nuraini menyatakan, sopir mobil Audi A8 sudah membantah jadi pelaku tabrak lari mahasiswi Cianjur itu. 

NEWS | 27 Januari 2023

Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Petugas keamanan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO/Skywalk) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diminta ditambah guna memberikan rasa aman dan nyaman.

NEWS | 27 Januari 2023

Vaksinasi Booster ke-2 Gratis, Epidemiolog: Susun Regulasi Kesehatan

Pemerintah diminta terus memperkuat vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua untuk meningkatkan imunitas pada masyarakat.

NEWS | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Threego Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif

Threego Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif

EKONOMI | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE