Logo BeritaSatu

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Askrindo Mitra Utama

Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:19 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS

Jakarta, Beritasatu.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua mantan petinggi PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan anggaran tahun 2016 sampai dengan 2020. Kedua tersangka berinisial WW dan FB itu langsung ditahan untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

"Tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan dua orang tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama, tahun anggaran 2016 sampai dengan 2020," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Dikatakan Leonard, tersangka WW selaku mantan karyawan dan mantan Direktur Pemasaran PT Askrindo Mitra Utama, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-25/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 27 Oktober 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-32/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 27 Oktober 2021. Sedangkan tersangka FB, selaku mantan karyawan dan mantan Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-36/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 27 Oktober 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-33/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 27 Oktober 2021.

Leonard menyampaikan, guna mempercepat proses penyidikan kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Menurut Leonard, perkara dugaan korupsi itu bermula ketika terdapat data pengeluaran komisi agen dari PT Askrindo kepada PT Askrindo Mitra Utama yang merupakan anak usaha, secara tidak sah dalam kurun waktu tahun 2016 sampai dengan 2020.

"Hal itu dilakukan dengan cara mengalihkan produksi langsung (direct) PT Askrindo menjadi seolah-olah produksi tidak langsung melalui PT AMU (indirect), yang kemudian sebagian di antaranya dikeluarkan kembali ke oknum di PT Askrindo secara tunai, seolah-olah sebagai beban operasional tanpa didukung dengan bukti pertanggungjawaban atau dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban fiktif sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara," katanya.

Leonard menyebutkan, terkait perkara dimaksud, penyidik telah mengamankan dan menyita sejumlah uang share komisi sebesar Rp 611,4 juta, US$ 762.900 dan SGD 32.000.

"Saat ini, sedang dilakukan penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," jelasnya.

Menurut Leonard, tersangka WW berperan meminta, menerima, dan memberi bagian share komisi yang tidak sah dari PT AMU. Sementara tersangka FB, mengetahui dan menyetujui pengeluaran beban operasional PT AMU secara tunai tanpa melalui permohonan resmi dari pihak ketiga yang berhak, dan tanpa didukung dengan bukti pertanggungjawaban atau dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban fiktif.

"Kemudian, membagi dan menyerahkan share komisi yang ditarik secara tunai di PT AMU Pusat kepada empat orang di PT Askrindo," paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Saat ini, tim penyidik Kejagung masih mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022

Dapat Suntikan Rp 551 M, Jakpro Segera Bangun ITF Sunter

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyuntikkan modal Rp 551 miliar kepada PT Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Erick Thohir Anggap Kaesang sebagai Keponakannya Sendiri

Erick Thohir Anggap Kaesang sebagai Keponakannya Sendiri

LIFESTYLE | 33 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE