Logo BeritaSatu

DPC Peradi Jakbar Gelar Webinar Internasional

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 13:09 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Jakarta Barat (Jakbar) menggelar webinar internasional bertajuk "International Webinar on An International Comparison of Bar Entry Requirements and Conflicts Handling within Three Jurisdictions: California (USA), Australia and the Netherlands", Sabtu (30/10/2021).

Kegiatan ini dihadiri tiga pembicara internasional, di antaranya Darrell Johnson, Senior Foreign of Counsel, SSEK Legal Consultants, Hilton King, Foreign Legal Consultant, Makarim and Taira S. Law Firm dan Theodoor Bakker, Senior Foreign of Counsel, ABNR. Sebagai pembicara kunci, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Otto Hasibuan.

Ketua DPC Peradi Jakarta Barat, Suhendra Asido Hutabarat, menjelaskan webinar digelar sebagai wujud komitmen DPC dalam mendukung visi-misi DPN Peradi.

"Bahwa penyelenggaraan webinar ini, merupakan komitmen Peradi Jakarta Barat sebagai bagian dari DPN Peradi di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan," ujar Asido.

Juga dalam rangka menerapkan Undang-Undang (UU) Advokat, khususnya dalam hal meningkatkan kualitas advokat di Tanah Air, yang memang sejalan dengan komitmen Otto bersama Peradi.

"(Peradi) Sebagai organisasi yang lahir dari Undang-Undang Advokat berkomitmen untuk menjalankan amanah Undang-Undang Advokat untuk terus meningkatkan kualitas profesi advokat, serta memberikan sumbangan ilmu bagi para stakeholder, profesi hukum dan masyarakat," kata dia.

Sementara menurut Otto Hasibuan, persoalan advokat dan keberadaan organisasi advokat sangat penting di Indonesia. Sebab selain tak lagi single bar, sesuai undang-undang, organisasi memiliki peran penting dalam naik-turunnya kualitas advokat.

"Jadi topik ini memang di Indonesia, sangat krusial, sangat hangat dibicarakan di Indonesia sekarang. Walaupun sebenarnya ini sudah lama di setiap negara. Tapi di Indonesia menjadi pembicaraan hangat sekarang ini, karena akan berkaitan apakah kita akan masih bisa single bar atau multi bar," ujar Otto dalam paparannya.

"Ini masalah yang besar, salah satu penyebab turunnya kualitas advokat Indonesia," imbuhnya.

Menurut Otto, akibat dari tak berjalannya perintah UU Advokat bahwa organisasi advokat harus single bar, yang dalam hal ini diwujudkan melalui kehadiran Peradi, mutu pengacara Indonesia menjadi turun. Sebab, pasca berlakunya multibar, kini banyak organisasi advokat di luar Peradi dan yang diperintahkan, memiliki kewenangan 'melahirkan' dan mengawasi advokat, tanpa standar yang jelas dan tepat.

"Jadi banyak sekarang organisasi advokat berdiri bukan untuk coba berhimpun, untung mengelola suara organisasi demi kepentingan advokatnya. Tapi dengan satu, dua, tiga orang mendirikan organisasi advokat, dengan label organisasi advokat mereka bisa cari-cari calon advokat untuk itu didaftarkan, disumpah tanpa ujian, atau ujian yang asal-asalan, dan akhirnya pengadilan tinggi menyumpahnya," jelas Otto.

"Ini yang membuat persoalan advokat di Indonesia menjadi krusial. Karena mutu advokat menjadi rendah," sambungnya.

Adapun menurut Darrell Johnson, wadah tunggal advokat juga diberlakukan di negara bagian California. Organisasi ini bernama The State Bar of California.

"Organisasi advokat tunggal ini dibentuk merupakan perpanjangan tangan dari Mahkamah Agung negara bagian California dan memiliki beberapa tugas, termasuk mengawasi profesi hukum dan untuk melindungi kepentingan publik, dengan mengatur penerbitan izin praktik hukum dan mengatur profesi pengacara," ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku di Belanda. Di Negeri Kincir Angin, organisasi advokat menggunakan sistem single bar, yang direpresentasikan oleh berdirinya Nederlandse Orde van Advocaten (NOVA).

"Di Belanda ada organisasi advokat pusat dan juga organisasi advokat daerah atau organisasi advokat lokal. Organisasi advokat Belanda atau disebut dengan NOVA, adalah organisasi profesional advokat, tunggal dari semua advokat di Belanda," ujar Theo, sapaan Theodoor Bakker.

"NOVA didirikan berdasarkan Act on advocates,yang berlaku efektif sejak 1952, dan mengatur NOVA dan organisasi advokat lokal. Act on advocates ini menjaga karakter tunggal dan kesatuan dari seluruh organisasi advokat Belanda dan bersifat waktu itu," imbuhnya.

Sementara di Australia, advokat di negara itu memiliki organisasi bernama Australian Bar Association (ABA). Organisasi ini juga bersifat tunggal, sebagai wadah advokat jenis barrister, atau advokat yang berpraktik di pengadilan.

"Organisasi advokat yang dibentuk dalam ini adalah untuk barister. Asosiasi pengacara ini bersifat tunggal, yaitu Asosiasi Pengacara Australia atau ABA dimana untuk badan perwakilan barister Australia," ujar Hilton King.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengurus Baru ASPIKOM Korwil Jabodetabek Periode 2022-2025 Resmi Dilantik

Acara pelantikan berlangsung di Aula Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Desember 2022. 

NEWS | 8 Desember 2022

Kemenkes Pantau Subvarian Omicron BN.1 yang Muncul di Indonesia

Selain Amerika Serikat, Omicron BN.1 juga terdeteksi di lebih 30 negara lainnya, termasuk Australia, Inggris, India, hingga Austria

NEWS | 8 Desember 2022

Hari Ini, 2 Gempa Lebih dari 5,0 M Guncang Tanah Air

Hari ini, Kamis (8/12/2022) wilayah Indonesia diguncang dua gempa berkekuatan lebih besar dari magnitudo 5.

NEWS | 8 Desember 2022

Publik Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno

Publik mengaku puas dengan kinerja tiga menteri, yakni Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno.

NEWS | 8 Desember 2022

Jokowi Tinjau Rumah Contoh Tahan Gempa di Cianjur

Jokowi meninjau rumah contoh yang tahan gempa di Yonif Raider 300, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).

NEWS | 8 Desember 2022

Korban Bom Bunuh Diri, Aipda Sofyan Dapat Kenaikan Pangkat

Korban bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Aipda Sofyan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Aipda menjadi Aiptu Anumerta.

NEWS | 8 Desember 2022

Survei Poltracking: Kepuasan Kinerja Jokowi Kembali Naik

Berdasarkan survei Poltracking, kepuasan mayoritas publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf meningkat.

NEWS | 8 Desember 2022

Pemeriksaan Genomik Tumor Tentukan Terapi Kanker yang Optimal

Pemeriksaan DNA tumor bisa membantu menentukan opsi terapi pengobatan kanker bagi para pasien.

LIFESTYLE | 8 Desember 2022

Ferdy Sambo Urung Bersaksi di Sidang Hendra dan Agus

Ferdy Sambo urung menyampaikan kesaksian terhadap dua terdakwa perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 8 Desember 2022

Bom Bunuh Diri di Bandung, Polisi Periksa 18 Saksi

Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, sebanyak 18 orang diperiksa terkait peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sempat Anjlok 135 Poin, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Sempat Anjlok 135 Poin, IHSG Ditutup Melemah Tipis

EKONOMI | 42 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE