Logo BeritaSatu

Disebut Bungkam Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham Minta Maaf

Senin, 1 November 2021 | 21:44 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meminta maaf kepada keluarga korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang jika dianggap tidak tepat dalam menyodorkan sejumlah dokumen yang harus ditandatangani keluarga korban. Hal tersebut disampaikan Dirjen HAM Kemenkumham, Mualimin Abdi menanggapi aduan sejumlah keluarga korban ke Komnas HAM.

Tim Advokasi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menyebut adanya upaya pembungkaman agar para keluarga korban tidak menuntut pihak manapun atas peristiwa kebakaran Lapas Tangerang. Hal itu diperkuat melalui sepucuk surat yang harus ditandatangani ahli waris.

“Kami pemerintah dari Kementerian Hukum dan HAM, kalau memang surat itu dianggap tidak pas, tidak cocok, tentunya sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf kami kepada keluarga korban. Mudah-mudahan keluarga korban memaafkan atas hal itu, yang tidak pas," kata Mualimin Abdi di Komnas HAM, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Mualimin menjelaskan surat yang disodorkan pihaknya kepada para keluarga korban kebakaran adalah bukti tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, segala urusan mengenai pemulasaraan dan pemakaman sudah diselesaikan.

"Semata-mata bahwa ini untuk bukti bahwa segala sesuatunya sudah dilakukan dengan baik. Mengurus dan memulasarakan jenazah. Ini adalah bentuk negara hadir dan pemerintah hadir," ujarnya.

Diberitakan, sejumlah keluarga korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten, didampingi beberapa lembaga bantuan hukum mendatangi Komnas HAM mengadukan penanganan peristiwa tragis di mana para narapidana tewas karena masih terkunci dalam sel.

"Kami melaporkan temuan dari pengakuan keluarga korban dan melaporkan temuan tersebut ke Komnas HAM," kata Perwakilan Tim Advokasi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Ma'ruf Bajammal, Kamis (28/10/2021).

Pengaduan tersebut bermula ketika Tim Advokasi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang terdiri atas LBH Masyarakat (LBHM), LBH Jakarta, Imparsial, dan LPBH NU Tangerang membuka posko pengaduan.

Selama itu, kata dia, pihaknya menerima sembilan pengaduan dan tujuh di antaranya memberi kuasa untuk meminta pendampingan hukum.

Dari pengakuan para keluarga korban, Tim Advokasi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menemukan setidaknya tujuh poin penting dari tragedi tersebut.

Pertama, adanya ketidakjelasan proses identifikasi korban tewas. Identifikasi yang dilakukan dinilainya tidak transparan. Hingga korban dimakamkan tidak ada informasi jelas yang diterima oleh ahli waris.

"Jadi apa dasar korban tersebut bisa teridentifikasi," kata Ma'ruf Bajammal.

Kedua, adanya ketidakterbukaan penyerahan jenazah korban tewas. Pada saat penyerahan jenazah, pihak keluarga merasa disugesti oleh petugas agar tidak melihat.

Keluarga korban yang mengadu, bersikukuh ingin melihat untuk terakhir kalinya, namun tetap saja tidak bisa.

Ketiga, tim menemukan ketidaklayakan peti jenazah korban, yakni hanya terbuat dari triplek. Bahkan, ada keluarga korban yang terpaksa membeli sendiri peti jenazah karena menilai peti yang disediakan pemerintah tidak layak untuk pemakaman anggota keluarganya.

Keempat, adanya indikasi intimidasi saat ahli waris menandatangani surat administrasi pengambilan jenazah korban. Saat akan menandatangani surat tersebut, keluarga korban diminta secepatnya menyelesaikan.

"Atas dasar itu kami melihat adanya upaya intimidasi saat proses penandatanganan penyerahan jenazah," ujar Ma'ruf Bajammal.

Kelima, terdapat upaya pembungkaman agar para keluarga korban tidak menuntut pihak manapun atas peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Keenam, tim menemukan tidak adanya pendampingan psikologis berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham, pascapenyerahan jenazah.

Akibatnya, ada keluarga korban yang hingga saat ini ketika mendengar kata “bakar” atau melihat sesuatu yang dibakar, merasa trauma atau tidak kuat.

Ketujuh, pemberian uang duka senilai Rp 30 juta dinilainya sama sekali tidak cukup.

"Uang tersebut hanya habis untuk penghiburan atau kegiatan berdoa keluarga korban saja. Bahkan, ada yang terpaksa menomboki untuk kegiatan pascapemakaman," ujar Ma'ruf Bajammal.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ganjar Pranowo: Pembangunan IKN Amanat Undang-undang

Ganjar Prawono mengatakan bahwa pembangunan IKN sesuai undang-undang tentu akan tetap dilaksanakan karena menjadi amanah undang-undang.

NEWS | 10 Desember 2022

Ganjar: Kawasan Industri Kendal Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Ganjar Prawono menyebutkan Kawasan Industri Kendal saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

NEWS | 10 Desember 2022

5.000 Petugas Gabungan Bersihkan Material Bangunan Akibat Gempa Cianjur

5.000 petugas gabungan diterjunkan untuk membantu membersihkan puing dan material rumah yang rusak akibat gempa Cianjur,

NEWS | 10 Desember 2022

Ganjar Sebut Pernikahan Kaesang Jadi Ajang Pertunjukan Budaya

Ganjar Pranowo mengatakan, momen pernikahan Kaesang dengan Erina bakal menjadi ajang pertunjukan budaya. 

NEWS | 10 Desember 2022

Forensik Patahkan Teori Keluarga Tewas di Kalideres Akibat Mogok Makan

Tim forensik mematahkan teori yang menyebut satu keluarga tewas di Kalideres akibat mogok makan.

NEWS | 10 Desember 2022

Soal Hubungan dengan Jokowi, Ini Pengakuan Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo mengaku menjalin hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo sejak ia masih menjabat sebagai anggota DPR.

NEWS | 9 Desember 2022

Mengenal Taman Pracima yang Jadi Lokasi Resepsi Pernikahan Kaesang-Erina

Taman Pracima, Solo, menjadi lokasi resepsi pernikahan Kaesang-Erina pada Minggu 11 Desember 2022.

NEWS | 9 Desember 2022

Panitia Siapkan Layar untuk Saksikan Akad Nikah Kaesang-Erina

Layar itu untuk masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi akad nikah Kaesang-Erina di Mal Plaza Ambarrukmo, Sleman.

NEWS | 9 Desember 2022

BNPT: Masyarakat Harus Cerdas Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus diberikan pemahaman ada oknum yang melakukan tindak kejahatan terorisme tapi dibalut dengan bahasa keagamaan.

NEWS | 9 Desember 2022

Cianjur Revisi Rencana Pembangunan Sesuai Analisis BMKG

Pemkab Cianjurmerevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai hasil analisa BMKG terkait Patahan atau Sesar Cugenang.

NEWS | 10 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Argentina Ungguli Belanda pada Babak I

Piala Dunia 2022: Argentina Ungguli Belanda pada Babak I

SEMESTA BOLA 2022 | 27 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE