Logo BeritaSatu

Konsolidasi Operator Bikin Moncer Bisnis Internet of Things

Rabu, 3 November 2021 | 22:03 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kehidupan harian manusia saat ini sangat terbantu oleh kehadiran internet of things (ioT), mulai dari hal sederhana seperti smart watch, toko online, smart home hingga sistem perbankan atau industri manufaktur yang menggunakan robot.

Pengertian IoT sendiri merupakan sebuah infrastruktur global bagi masyarakat yang memungkinkan layanan canggih dapat terhubung secara fisik dan virtual menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Ini dapat diibaratkan sebuah jaringan raksasa yang menghubungkan berbagai macam hal. Simpelnya, IoT dapat menghubungkan berbagai perangkat dan sistem melalui jaringan internet.

Sejatinya, terdapat 4 layer yang mendasari IoT, yakni perangkat sensor, jaringan dan gateway, platform (perangkat manajemen, keamanan, analitik, dan lain-lain), serta aplikasi dan solusi. Meski hanya memiliki porsi 9% dari keseluruhan hal yang mendasari IoT, namun tanpa jaringan internet sebuah perangkat canggih tidak akan berfungsi istimewa lagi.

Menyoal ketersediaan jaringan internet sangat erat kaitannya dengan operator seluler. Saat ini operator berlomba untuk memberikan layanan data tercepat dengan tarif yang terjangkau pada masyarakat. Meski secara bisnis sudah berdarah-darah, sebab tarif internet di Indonesia adalah yang termurah kedua di dunia setelah India dan kebutuhan investasi yang tidak pernah turun nominalnya, akhirnya operator dipaksa untuk berpikir cerdas mencari solusi bisnis yang mendatangkan keuntungan.

Konsolidasi bisnis atau merger merupakan salah satu solusinya. Seperti yang dilakukan oleh dua operator Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia belum lama ini. Kolaborasi keduanya tidak hanya menggabungkan jumlah pelanggan menjadi 104 juta tapi juga mengoptimalkan pemanfaatan frekuensi, kualitas layanan, dan infrastruktur lain yang dimiliki.

Founder Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya mengatakan, aksi merger sendiri belum bisa mendatangkan keuntungan yang cukup bagi pihak operator. Menurutnya, operator dapat lebih banyak masuk ke industri IoT dan bertransformasi menjadi digital solution company untuk mendatangkan pendapatan yang cukup tinggi.

"Sepertinya rekan-rekan operator sudah punya unit khusus yang mengembangkan IoT. Modal utama berupa frekuensi sudah ada, sehingga siap untuk dikembangkan dari jarigan 4G ke 5G. Selanjutnya, bisa menyediakan solusi platform yang menyasar industri-industri tertentu. Peluang ini masih cukup terbuka lebar celahnya," ujar Teguh dalam acara diskusi "Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia" yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF), Rabu (3/11/2021).

Ketua Bidang Industri dan Kemandirian IOT, AI dan Big Data (Triota) Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) ini menjelaskan, Indosat Ooredoo saja sebenarnya sudah memperoleh pendapatan dari sektor solusi IoT. Ia menyebut pendapatan dari solusi bisnis mencapai sekitar Rp 3 triliun.

"Sementara Tri, pada induknya Hutchison sendiri malah telah menawarkan banyak sekali solusi bisnis berbasis IoT. Dan pasarnya datang dari berbagai belahan dunia," imbuhnya.

Kebutuhan pasar IoT di Indonesia cukup besar dan penetrasinya bisa ke berbagai sektor industri seperti manufaktur, kesehatan, agrikultur, retail, sektor publik, dan lain sebagainya, termasuk sektor telekomunikasi dan media.

Ditunjang juga dengan kondisi pasar aplikasi dan platform IoT di Indonesia juga terus berkembang. Kebutuhan setiap tahunnya meningkat signifikan dan berpotensi naik hingga 78% di tahun 2025.

Implementasi IoT juga memiliki potensi yang besar pada efisiensi biaya, jaminan pertumbuhan pendapatan, mempermudah quality control sesuai standar yang ditetapkan, keamanan lebih tinggi dan keselamatan yang lebih terjaga.

IoT sendiri menduduki urutan pertama dari 4 industri teknologi teratas selain artificial intelligence, cloud infrastructure, dan big data/analytics yang memberi dampak berdasarkan survei dari Deloitte.

Industri ini bahkan tidak terpengaruh oleh pandemi yang terjadi sekarang. Melihat potensi dan perkembangannya ke depan, dapat dikatakan bahwa IoT berpeluang cukup tinggi sebagai salah satu pemasok pendapatan bagi operator.

Konsolidasi Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia tentu akan memperkuat mereka untuk bertarung di industri IoT. Dengan semua infrastruktur yang dimiliki paling tidak mereka berada di urutan kedua teratas.

Teguh mengungkapkan, pada tahun 2019, baru sekitar 1,5 juta rumah di Indonesia yang berstatus smart home. Artinya rumah-rumah ini telah memiliki akses internet dan berbagai aktivitas di rumah telah menggunakan digital. Situasi pandemi Covid-19 mendongkrak jumlah smart home menjadi sekitar 6,5 juta.

Menurut ICT Expert yang juga paham tentang marketing industri telekomunikasi dan digital ini, tahun 2021 bukan tidak mungkin akan mencapai 12,5 juta smart home.

"Potensi IoT di rumah-rumah juga masih sangat besar. Sedikitnya, masih ada 60 juta rumah lagi yang potensial," tambahnya.

Teguh berpendapat, pasca-merger membuat operator akan berbenah. Paling tidak ada tiga aspek yang akan dilakukan oleh operator konsolidasi untuk bersiap di industri IoT. Pertama, konsolidasi alat produksi, mulai BTS dan infrastruktur lain sehingga operator dapat menyajukan jaringan dan gateway yang dibutuhkan untuk solusi IoT.

Kedua, optimalisasi solusi dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis (korporasi) dan non-bisnis (retail), di mana hadir beragam pilihan. Ketiga, pengelolaan platform yang terdiri dari manajemen perangkat, sistem keamanan bagi user maupun korporat, kemampuan analitik dan sebagainya.

"Beberapa hal inilah tulang punggung dari terlaksananya IoT yang dianggap mampu menjadi motor dari transformasi digital di Indonesia," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Suap, Eks Kepala BPN Riau M Syahrir Ditahan KPK

KPK menahan mantan Kepala Kanwil BPN Riau M Syahrir, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan perpanjangan HGU di Kanwil BPN Riau. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bertambah, Pengungsi Gempa Cianjur Mencapai 114.414 Orang

Jumlah pengungsi akibat gempa Cianjur bertambah menjadi sebanyak 114.414 orang sementara sehari sebelumnya 109.386 orang. 

NEWS | 1 Desember 2022

CCTV Rumah Ferdy Sambo 26 Kali Dimatikan secara Paksa

CCTV rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 26 kali dimatikan secara paksa.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Jadi Profesor, Prabowo: Guru Besar Penentu Peradaban Bangsa

Terkait pengukuhan Sufmi Dasco Ahmad sebagai profesor, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan guru besar merupakan penentu peradaban bangsa.

NEWS | 1 Desember 2022

Update Gempa Cianjur, 329 Orang Meninggal dan 595 Luka Berat

Bupati Cianjur, Herman Suherman menyampaikan hingga saat ini terdapat 349 orang meninggal dunia dan 595 orang luka berat akibat gempa Cianjur. 

NEWS | 1 Desember 2022

KLHK Raih Peringkat Pertama Indonesia SDGs Action Awards 2022

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meraih peringkat pertama Indonesia SDGs Action Awards 2022 kategori kementerian/lembaga.

NEWS | 1 Desember 2022

Ganjar Sebut Pendidikan Anti Korupsi di 23 SMA/SMK di Jateng Efektif

Pendidikan anti korupsi bisa diberikan melalui komunikasi yang kreatif lain seperti melalui media sosial, kaus, atau berbagai media seperti stiker dan lainnya.

NEWS | 1 Desember 2022

Ganjar Dorong Seluruh Daerah Komitmen Antikorupsi Usai Hadiri Hakordia di Surabaya

Acara dibuka oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri, dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Parawansa, Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Wagub Kalteng, dan Sekda Kalbar.

NEWS | 1 Desember 2022

Konvoi Geng Motor Bersenjata Parang Resahkan Warga Bogor

Geng motor bersenjata parang dan golok konvoi di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Aksi itu meresahkan warga.

NEWS | 1 Desember 2022

Anak Disabilitas Punya Hak Untuk Belajar

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyapa dan mengajak berinteraksi anak-anak penyandang disabilitas di Kecamatan Bergas untuk menonton film Tegar. 

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE