Logo BeritaSatu

Survei IDM: Kinerja Kejagung dan Polri Memuaskan

Kamis, 4 November 2021 | 14:43 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Development Monitoring (IDM) kembali melakukan survei terhadap kinerja penegak hukum. Hasil Jajak Pendapat Masyarakat dengan tema 'Evaluasi Publik terhadap kondisi penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin dilakukan 4 Oktober- 16 Oktober 2021.

Direktur Eksekutif IDM, Fahmi Hafel mengatakan penegakan hukum terutama kinerja Kejaksaan Agung dan Polri sepanjang dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mulai memberikan harapan. Sejumlah sinyal perbaikan ditangkap publik meski masalah mendasar, seperti budaya taat hukum dan mentalitas aparat, masih belum terselesaikan.

Advertisement

Fahmi menilai bahwa publik menaruh harapan besar pada sejumlah kebijakan penegakan hukum yang diambil pemerintah sembari mengapresiasi lembaga hukum yang telah gencar memerangi korupsi.

Ia menjelaskan hasil evaluasi masyarakat terhadap kondisi penegakan hukum ini terekam dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Indonesia Development Monitoring (IDM).

Mayoritas responden (85,7 persen) saat ini menilai kondisi penegakan hukum selama dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin berjalan sama baik, bahkan lebih baik, dibandingkan dengan periode Jokowi-Jusuf Kalla sebelumnya menurut publik. Hanya 12,1 persen yang menyatakan kondisi penegakan hukum tidak berjalan dengan baik dan sebanyak 2,2 persen tidak memberikan pendapat.

“Persepsi dan sikap publik terhadap lembaga-lembaga hukum yang berkinerja sangat baik dan banyak membawa perubahan akan penegakan tergambar dengan Apresiasi tertinggi diraih Kejaksaaan Agung yang diapresiasi oelh publik berkinerja baik dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang di apresiasi 88,6 persen responden," ujar Fahmi Hafel melalui keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia yang diapresiasi 80,2 persen Respoden, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang diapresiasi 67,6 persen responden, dan Mahkamah Agung 52,1 persen.

Kata Fahmi, hasil survei juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tertinggi tingkat kepercayaan publik kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dibandingkan lembaga-lembaga penegak hukum lainnya,

Seperti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan dan Mahkamah Agung hasilnya adalah sebagai berikut 79,2 persen. Sementara itu, responden yang percaya kepada Kejaksaan dan 16,2 persen mengaku kurang atau tak percaya dan selebihnya 4,6 persen tidak menjawab.

Kemudian pada posisi kedua ditempati oleh Polri. 73,4 persen responden percaya kepada Kepolisian, sedangkan 20,9 persen lainnya menyatakan tidak percaya. Sebanyak 5,7 persen tidak menjawab.

Untuk KPK, hanya 62,8 persen responden yang menyatakan percaya terhadap lembaga antirasuah itu. Sedangkan 33,1 persen responden mengaku kurang atau tak percaya, dan 4,1 persen sisanya tak memberi penilaian.

Untuk lembaga peradilan hanya 62,3 persen responden yang sangat atau cukup percaya pada pengadilan. Adapun sebanyak 32,3 persen responden kurang atau tidak percaya. Selebihnya 5,4 persen warga tidak dapat memberi penilaian.

Selain itu, survei ini juga menemukan adanya sentimen negatif publik pada kondisi korupsi dimana mayoritas publik yaitu 57,2 persen menilai korupsi di era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin semakin banyak dibanding periode lalu.

“Hanya 19,2 persen yang menilai semakin sedikit, dan 20,2 persen persen yang menilai sama saja. Yang tidak menjawab 3,4 persen,” terangnya.

Menurut dia, hasil jajak pendapat juga memperlihatkan, aparat penegak hukum dinilai oleh 57,9 persen telah berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

“Masih ada 38,8 persen yang tidak puas terhadap aparat penegak hukum terutama mengarah pada penanganan pelanggaran hak asasi manusia, kriminalitas, dan kasus korupsi,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, penilaian publik terhadap kejaksaan pada beberapa aspek pada umumnya cenderung positif atau lebih banyak yang menilai positif dibanding negatif.

Fahmi membeberkan, penilaian yang paling positif terkait Kejaksaan, sebanyak 83,6 persen menilai pemberantasan korupsi atau kasus -kasus korupsi kakap yang diungkap oleh Kejaksaan Agung sangat memuaskan publik dan hanya 10,7 persen yang tidak puas dan sebanyak 5,7 persen tidak memberikan penilaian.

“Dimana Kejaksaan menangani perkara yang memiliki nilai kerugian yang cukup besar, menangani korporasi sebagai pelaku tindak pidana, serta menangani perkara yang bersentuhan dengan sektor penerimaan negara,” ucapnya.

Kejaksaan juga dinilai publik berhasil menginisiasi penindakan tindak pidana korupsi yang merugikan perekonomian negara.

Di mana Kejaksaan Agung dan kejaksaan di seluruh Indonesia berhasil menyelamatkan keuangan negara sebanyak Rp19,2 triliun dan telah berkontribusi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 346,1 miliar.

Namun, masih ada penilaian negatif terhadap kejaksaan yaitu menilai jaksa di negara kita tidak bersih dari praktik suap.

“Yang menilai jaksa bersih dari praktik suap hanya 62,3 persen. Dan sebanyak 32,4 persen menyatakan Jaksa banyak terlibat partik suap dan tidak bersih. Sisanya, sekitar 5,3 persen tidak dapat memberi penilaian,” ungkapnya.

Selain itu, penilaian publik terhadap Kejaksaan Agung pada beberapa aspek pada umumnya cenderung positif atau lebih banyak yang menilai positif dibanding negatif.

Ini konsisten dengan penilaian warga terhadap bagaimana Kejaksaan menangani kasus kasus kasus Korupsi besar dan kasus kasus di daerah. Sekitar 72,8 persen responden menilai kasus-kasus di daerah ditangani oleh Kejaksaan Agung secara serius dan profesional.

Hanya 20,8 persen yang menilai sebaliknya dan 6,4 persen lainnya tak tahu/tidak menjawab. Lebih lanjut dia meyebutkan, penilaian-penilaian ini berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan warga terhadap Kejaksaan dan menyikapinya dengan bijak dan menjadikannya masukan demi memperbaiki kinerja lembaganya di masa mendatang.

Menurutnya, sejumlah langkah yang diambil pemerintah tampak lebih banyak menuai keyakinan daripada ketidakyakinan publik. Sikap tegas terhadap birokrasi yang korupsi, pengungkapan kasus-kasus korupsi besar dan tuntutan hukum yang berat bagi para koruptor oleh kejaksaan.

“Survei ini melibatkan 1.680 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei ini sebesar 2,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95% survei dilakukan sejak 4 -16 Oktober 2021,” tandas Fahmi Hafel.

Sementara itu Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan kinerja Kejagung pada periode ini sudah semakin membaik dalam melakukan penindakan hukum baik hukum pidana dan hukum pemberantasan korupsi.

“Saya melihat kinerja Kejagung sudah baik di mata publik, karena penindakan hukum pidana dan penindakan hukum korupsi sudah berjalan baik,” kata dia.

Selain itu ia menilai banyak kasus korupsi yang telah dibongkar seperti mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan kasus korupsi Asabri patut diberikan apresiasi atas kinerja Kejagung.

“Bongkar kasus korupsi besar seperti Asabri, Jiwasraya, Asabri, Alex Noerdin itu juga bagian dari langkah yang baik untuk Kejagung,” jelasnya.

Namun, terkait hal itu dia meminta Kejagung terus melakukan evaluasi terhadap kinerja kejaksaan di daerah-daerah agar berjalan dalam mendukung langkah Kejagung.

“Harus ada evaluasi bagi kejaksaan di daerah-daerah agar berjalan dalam penegakan hukum untuk mendukung Kejagung,” kata Ujang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ratusan Warga Bersenjata Tajam Menyerang Polres Malinau

Ratusan warga bersenjata tajam menyerang Polres Malinau, Kalimantan Utara lantaran tidak terima setelah ada warga yang tewas akibat tertembak peluru polisi.

NASIONAL | 6 Februari 2023

PPA Lakukan Pendampingan Psikologis terhadap Korban Pedofilia Ibu Muda

Pendampingan psikologis dan sosial terhadap anak-anak korban seks menyimpang (pedofilia) segera diberikan oleh PPA Provinsi Jambi.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Angin Kencang Sebabkan Atap Pusat Belanja di Serang Roboh, 2 Luka

Sebuah atap salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Minggu (5/2/2023) sore roboh lantaran angin kencang.

NASIONAL | 5 Februari 2023

PGIW Apresiasi Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Islam Toleran

Ketekunan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga dan merawat toleransi antar kerukunan umat beragama telah dirasakan oleh seluruh umat agama lai.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Polda Metro: Bripka Madih Tak Konsisten soal Laporan Sengketa Tanah

Polda Metro nilai Bripka Madih tak konsisten soal laporan sengketa tanah milik orang tuanya yang sempat dilaporkannya pada 2011 silam.

NASIONAL | 5 Februari 2023

Top News, Penembakan Calon Anggota DPD hingga Pengakuan Duloh Setubuhi Korbannya

Berita penembakan calon anggota DPD RI Bengkulu hingga pengakuan Duloh bersetubuh dengan mertua Wowon menjadi berita terpopuler

NASIONAL | 4 Februari 2023

Korban Gempa Cianjur Diminta Pastikan Termasuk Penerima Bantuan Perbaikan Rumah

Warga korban gempa di Cianjur diminta memastikan rumahnya masuk dalam penerima bantuan perbaikan rumah yang sudah diumumkan di sejumlah desa terdampak.

NASIONAL | 4 Februari 2023

Kesehatan Lukas Enembe, Komnas HAM dan KPK Lakukan Koordinasi

Guna memastikan diperhatikannya hak-hak tahanan dalam hal ini Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan KPK.

NASIONAL | 3 Februari 2023

Bakamla RI Berpartisipasi Latihan Sea Lion SAR Avitex

Bakamla RI berpartisipasi dalam latihan yang digelar Turkish Coast Guard karena kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keamanan wilayah

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kepala BNPT Apresiasi Upaya ESQ Jaga Pancasila dan NKRI

Upaya ESQ guna menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 16 Mei 2022


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Perhatikan Asupan Makanan untuk Cegah Risiko Diabetes Anak

Perhatikan Asupan Makanan untuk Cegah Risiko Diabetes Anak

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE