Logo BeritaSatu

Fenomena Bunuh Diri di Iran Ungkap Derita Ekonomi Rakyat

Rabu, 10 November 2021 | 13:19 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Teheran, Beritasatu.com- Kasus bunuh diri Ruhollah Paraazideh di kota Yasuj mengejutkan banyak orang di Iran. Dia adalah putra Golmohammad Parazideh, seorang pahlawan provinsi terkemuka dari perang Iran-Irak tahun 1980-1988. Kasus ini menyoroti meningkatnya kemarahan dan frustrasi publik ketika ekonomi Iran tenggelam, pengangguran melonjak, dan harga makanan meroket.

Sosok pria kurus berusia 38 tahun dengan kumis tebal dan rambut beruban itu sangat membutuhkan pekerjaan. Ayah tiga anak di Iran selatan itu berjalan ke kantor lokal satu yayasan yang membantu veteran perang dan keluarganya. Dia memohon bantuan.

Media lokal melaporkan bahwa Paraazideh sempat mengancam kepada para pejabat bahwa dia akan menjatuhkan diri dari atap rumah jika mereka tidak dapat membantu. Para pejabat mencoba berunding dengannya, menjanjikan sedikit pinjaman, tetapi dia pergi dengan tidak puas.

Parazideh segera kembali ke gerbang gedung, menuangkan bensin ke sekujur tubuhnya, dan menempelkan korek api di lehernya. Dia meninggal karena luka bakar dua hari kemudian, pada 21 Oktober.

Kematian Ruhollah Parazideh terjadi di luar kantor lokal Foundation for Martyrs and War-Disabled People, satu badan pemerintah yang kaya dan berkuasa yang membantu keluarga mereka yang terbunuh dan terluka dalam Revolusi Islam Iran 1979 dan perang-perang berikutnya.

"Saya terkejut ketika mendengar berita itu. Saya pikir keluarga korban (perang) menikmati dukungan yang murah hati dari pemerintah," kata Mina Ahmadi, seorang mahasiswa di Universitas Beheshti, sebelah utara Teheran.

Iran menghargai pahlawan perangnya yang mati dalam konflik dengan Irak, yang dikenal di Teheran sebagai "Pertahanan Suci". Yayasan memainkan peran besar dalam hal itu. Setelah revolusi memasang sistem yang dijalankan secara klerus, yayasan tersebut mulai menyediakan pensiun, pinjaman, perumahan, pendidikan, dan bahkan beberapa pekerjaan pemerintah tingkat tinggi.

Menyusul insiden bunuh diri Paraazideh, yayasan tersebut memecat dua pejabat tinggi provinsi dan menuntut pemecatan penasihat urusan veteran gubernur serta seorang pekerja sosial. Yayasan mengecam kegagalan pejabat tinggi untuk mengirim pria yang menderita itu ke fasilitas medis atau orang lain untuk mendapatkan bantuan.

Dampak kasus bunuh diri Paraazideh mencapai tingkat tertinggi pemerintahan. Ayatollah Sharfeddin Malakhosseini, penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menyebut kasus itu sebagai peringatan bahwa para pejabat harus "menyingkirkan pengangguran, kemiskinan, dan gangguan ikatan sosial."

Pada tahun 2014, parlemen meluncurkan penyelidikan ke salah satu bank utama yang berafiliasi dengan yayasan tersebut karena diduga menggelapkan US$5 juta atau Rp 71,5 miliar. Namun hasil investigasi tidak pernah terungkap.

Yayasan tersebut diketahui menyalurkan dukungan keuangan kepada organisasi-organisasi milisi Islam di wilayah tersebut, dari Hizbullah di Lebanon hingga Hamas di Gaza, yang menyebabkan Amerika Serikat memberikan sanksi pada 2007 karena mendukung terorisme.

Bunuh diri Paraazideh adalah salah satu dari beberapa kasus dalam beberapa tahun terakhir yang tampaknya didorong oleh kesulitan ekonomi.

Bakar diri menewaskan sedikitnya dua veteran lainnya dan melukai istri seorang veteran cacat di luar cabang yayasan di Teheran, Kermanshah, dan Qom dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi banyak orang di Timur Tengah, tindakan bakar diri yakni protes yang digunakan oleh penjual buah bernama Mohammed Bouazizi di Tunisia yang menjadi katalis untuk pemberontakan Musim Semi Arab 2011, membangkitkan ketidakpuasan yang lebih luas dengan kesengsaraan ekonomi dan kurangnya kesempatan.

Ketika sanksi AS dan pandemi virus corona mendatangkan malapetaka pada ekonomi Iran, kasus bunuh diri di negara itu meningkat lebih dari 4%, menurut satu studi pemerintah yang dikutip oleh harian reformis Etemad.

"Saya tidak tahu ke mana kami menuju karena kemiskinan," kata Reza Hashemi, seorang guru sastra di satu sekolah menengah Teheran.

Di sisi lain, banyak pekerja berupah rendah, yang menanggung beban krisis Iran, sudah tidak memiliki harapan.

Bulan lalu, dalam kasus lain yang menarik perhatian besar, seorang guru berusia 32 tahun yang menghadapi utang besar gantung diri di selatan kota Guerash setelah bank menolak permintaannya untuk pinjaman US$ 200 (Rp 2,84 juta).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Sejarah Lokananta, Perusahaan Musik Tertua di Indonesia

Lokananta, adalah harta karun yang nyaris terlupakan. Titik nol industri musik Indonesia ini sempat mengalami jatuh bangun sejak didirikan pada 1956.

NEWS | 28 November 2022

Said Aqil: Utamakan Keutuhan Bangsa di Tahun Politik

Said Aqil Siroj meminta seluruh bangsa Indonesia tidak terpecah belah karena kondisi itu justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik identita.

NEWS | 28 November 2022

Menkominfo: GPR Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Menkominfo), Johnny G. Plate mengatakan Humas Pemerintah (GPR) memiliki peran sentral dalam diseminasi informasi bagi masyarakat.

NEWS | 28 November 2022

Pasca-Gempa Cianjur, BNPB Ajak Warga yang Rumah Masih Layak Huni Kembali

BNPB melaporkan hingga hari ini, Minggu (27/11/2022), telah terdaftar 62.628 rumah yang rusak akibat gempa Cianjur.

NEWS | 28 November 2022

Ini Cara Cegah Nyeri Sendi Semakin Parah

Seiring bertambahnya usia, kekuatan tulang dan sendi juga ikut berkurang dan menjadi penyebab osteoartritis atau radang sendi.

NEWS | 27 November 2022

Persoalan Papua Harus Jadi Prioritas Panglima TNI Baru

Salah satu skala prioritas dari Panglima TNI baru adalah persoalan pengamanan di Papua

NEWS | 27 November 2022

Panglima TNI Baru Harus Pastikan Anak Buah Selalu Bersama Rakyat

Panglima TNI baru yang nantinya akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa harus bisa memastikan anak buah selalu dekat dan berada bersama rakyat.

NEWS | 27 November 2022

Butuh Tenda Kecil, Pengungsi Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit ISPA

Menurut Bupati Cianjur, tenda-tenda kecil dibutuhkan agar pengungsi bisa pindah ke depan rumahnya masing-masing guna menghindari penderita ISPA.

NEWS | 27 November 2022

Kemenkominfo Apresiasi Kerja Humas Pemerintah Selama G-20

Kemenkominfo memberi apresiasi atas hasil kerja keras kerja humas pemerintah, utamanya terkait komunikasi publik perhelatan Presidensi G-20 Indonesia.

NEWS | 27 November 2022

Longsor Tutup Jalan Lembang Maribaya

Material tanah longsor yang menutup badan jalan, membuat arus lalu lintas yang menghubungkan antardua desa dan sejumlah tempat wisata ditutup sementara.

NEWS | 27 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kementerian PPPA Harap Pemda Perkuat Regulasi Ramah Perempuan

Kementerian PPPA Harap Pemda Perkuat Regulasi Ramah Perempuan

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE