Logo BeritaSatu

Luhut Minta KPK, Polisi, dan Kejaksaan Penjarakan Mafia Pelabuhan

Jumat, 12 November 2021 | 08:52 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan membentuk satuan tugas untuk menindak tegas bahkan memenjarakan mafia yang bermain di pelabuhan. Tindakan tegas ini diperlukan lantaran mafia pelabuhan menghambat Indonesia menjadi negara maju terutama dalam menekan ongkos logistik.

"Saya mohon KPK dengan kejaksaan, polisi ayo kita ramai-ramai bentuk task force untuk memonitoring ini. Ini saya kira bagus dipenjarakan," kata Luhut dalam Bincang Stranas "Memangkas Waktu dan Biaya di Pelabuhan" secara telekonferensi, Kamis (11/11/2021).

Luhut menekankan, mafia di Pelabuhan merusak sistem yang dibangun pemerintah untuk menekan ongkos logistik. Ditekankan Luhut, peran pelabuhan sangat penting meningat 80% perdagangan internasional ditransportasikan melalui laut.

"Sudah jelas orang begini masih macam-macam, saya sudah bilang Pak Pahala (Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan), ayo kita bawa orang ini sudah jelas merusak sistem kita diganti atau dipenjarakan," tegas Luhut.

Diungkapkan Luhut, dalam tata kelola di pelabuhan, masih terdapat data yang tidak transparan, penyalahgunaan wewenang, dan potensi kerugian engara yang besar. Bahkan, di salah satu pelabuhan menunjukkan ada selisih surat persetujuan izin berlayar yang membuat potensi penerimaan negara bernilai miliaran rupiah hilang begitu saja.

"Ini saya kira bisa akan banyak angka lain yang bisa kita hemat. Bisa saja triliunan rupiah kita hemat kalau kita melakukan perbaikan di sini," katanya.

Luhut mengatakan sistem pelabuhan di Indonesia masih belum efisien. Pemerintah saat ini tengah mengusahakan mengatur sistem yang membuat kerja seluruh pelabuhan di Indonesia jadi efisien.

"Tahapan untuk memangkas birokrasi sudah kita lakukan, pemerintah juga sudah launching Batam Logistic Ecosystem sebagai pilot project di mana penyederhanaan proses logistik dan operasi nonstop di pelabuhan dapat mempersingkat waktu layanan, mendorong lebih banyak investasi yang maju," ujar Luhut.

Namun, salah satu masalah pemerintah untuk mengefisienkan pelabuhan adalah pihak-pihak yang bermain di sana. Mafia membuat itu sistem tetap tumpang tindih dan tidak efektif.

"Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, nilai ini masih belum dapat perhatian karena belum direalisasikan sesuai dengan best practice benchmarks. Misalnya digitalisasinya belum mencapai level seperti Tanjung Priok," tutur Luhut.

Luhut mengatakan, tidak efektifnya tata niaga di pelabuhan menghambat Indonesia untuk menjadi negara maju. Minat pebisnis dan investor akan menurun jika biaya logistik masih tinggi.

"Berkuranglah lapangan kerja dan daya beli masyarakat makin rendah. Ini menyebabkan masyarakat negara tersebut hanya jadi pangsa pasar negara yang lebih kompetitif. Apa kita mau terus begitu? saya kira tidak," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Arif Rachman Ungkap Momen Dimarahi Ferdy Sambo, Dituding Apatis

Arif Rachman Arifin mengungkapkan momen saat dirinya dimarahi oleh Ferdy Sambo. Dia mengaku dituding apatis oleh Sambo.

NEWS | 28 November 2022

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

UMP DKI Jakarta tahun 2023 naik sebesar 5,6 persen. Kenaikan itu menjadi Rp 4.900.798 dari yang sebelumnya sebesar Rp 4.641.854.

NEWS | 28 November 2022

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Indramayu

Seorang anak tega bunuh ayah kandungnya sendiri di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

NEWS | 28 November 2022

Ini Pertimbangan Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Sejumlah organisasi profesi mempunyai beragam alasan untuk menolak penyusunan RUU Kesehatan Omnibus Law oleh Badan Legislasi DPR.

NEWS | 28 November 2022

Prabowo Subianto Pastikan Jokowi Pilih Calon Panglima TNI secara Profesional

Prabowo Subianto memastikan calon Penglima TNI pengganti Jenderal TNI Andika Perkasa telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara profesional.

NEWS | 28 November 2022

Diresmikan Jokowi Besok, AMN Libatkan BIN untuk Persiapan

Peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada besok Selasa, 29 November 2022.

NEWS | 28 November 2022

Fraksi PDIP: Draf RUU Kesehatan yang Beredar Bukan dari DPR

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR menerima para perwakilan organisasi kesehatan yang berdemontrasi di depan gedung DPR untuk menolak RUU Kesehatan.

NEWS | 28 November 2022

Agus Nurpatria Minta Peti Jenazah Terbaik Buat Brigadir J

Arif Rachman Arifin mengungkap soal permintaan Agus Nurpatria kepadanya. Agus meminta kepasa Arif agar dicarikan peti jenazah terbaik untuk Brigadir J.

NEWS | 28 November 2022

Saksi Ini Ungkap Momen Ferdy Sambo Menangis Lihat Foto Keluarga

Saksi Arif Rachman Arifin mengungkap momen saat Ferdy Sambo menangis ketika melihat foto keluarganya.

NEWS | 28 November 2022

Nelayan Dilibatkan dalam Pencarian 3 Kru Helikopter Polri yang Jatuh

Nelayan dilibatkan dalam pencarian 3 kru helikopter Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Minggu (28/11/2022).

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Saksi Duga Ada Teroris Saat Disuruh Bawa Senjata ke Rumah Ferdy Sambo

Saksi Duga Ada Teroris Saat Disuruh Bawa Senjata ke Rumah Ferdy Sambo

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE