Logo BeritaSatu

Hati-hati, Ancaman Siber Naik 89% di Puncak Musim Liburan

Selasa, 16 November 2021 | 11:00 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – McAfee Enterprise dan FireEye merilis temuan Cybercrime in a Pandemic World: The Impact of Covid-19, yang menunjukkan bahwa selama selama pandemi, 89% perusahaan di Asia Tenggara mengalami peningkatan ancaman siber dan sebanyak 81% mengalami downtime akibat insiden siber di waktu puncak liburan atau perayaan tertentu.

Meski para profesional TI tahu bahwa ancaman siber telah meningkat tajam, temuan tersebut membuktikan perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara belum secara efektif memprioritaskan keamanan selama Covid.

Advertisement

Catatan mereka menyebutkan bahwa ada peningkatan aktivitas serangan di online/web lebih dari 60%, tapi 31% justru melakukan pengurangan anggaran teknologi dan keamanan. Kemudian 62% mengalami downtime karena masalah siber, dengan kerugian lebih dari US$ 100.000 dan lebih dari 90% menyadari bahwa mempertahankan tim keamanan/SOC yang lengkap menjadi lebih sulit selama periode puncak.

Seiring datangnya musim liburan pada November-Desember 2021, dan menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota-kota besar sebelum musim liburan maka industri e-commerce, ritel, travel, rantai pasokan dan logistik diprediksi mengalami peningkatan aktivitas konsumen dan bisnis yang tajam. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap ancaman siber sekaligus meningkatkan risiko kebocoran data bisnis, karyawan, dan konsumen.

“Semua bisnis dalam berbagai skala harus mengevaluasi dan memprioritaskan teknologi keamanan agar tetap terlindungi, terutama selama puncak musim liburan. Pendekatan tradisional tidak lagi cukup – 94% perusahaan yang kami survei berencana untuk meningkatkan kesiapan sibernya secara keseluruhan – dan bisnis membutuhkan arsitektur keamanan terintegrasi serta pendekatan yang selalu siap untuk mencegah, melindungi, dan bereaksi terhadap ancaman siber masa kini,” ujar CEO McAfee Enterprise & FireEye, Bryan Palma dalam siaran pers Selasa (16/11).

Selain peningkatan belanja konsumen, musim liburan juga berdampak signifikan terhadap industri lain yang terkait. Berbagai keterbatasan, mulai dari tenaga kerja dan stok barang terutama elektronik, menciptakan urgensi bagi berbagai persusahaan untuk menyusun rencana keamanan untuk secara efektif menghalau dan menindaklanjuti ancaman.

E-commerce dan Ritel

Menurut studi 2021 oleh Facebook dan Bain & Company, tingkat penjualan e-commerce di Asia Tenggara akan mencapai dua kali lipat hingga US$ 254 miliar pada 2026. Bahkan dengan adanya penurunan level PPKM dan pembukaan kembali tempat keramaian, pergeseran ke belanja online akan terus meningkat. Berkendara di musim liburan dan penyelenggaraan festival penjualan besar akhir tahun, seperti 11.11 kemungkinan mengalami lonjakan traffic dan penjualan e-commerce, menjadikan industri ini target utama penjahat siber.

Sedangkan menurut dasbor McAfee Enterprise Covid-19, industri ritel global menyumbang 5,2% dari total ancaman siber yang terdeteksi. Ancaman ini termasuk kredensial pembayaran dan penyimpanan cloud yang disusupi, serta bentuk penipuan dan pencurian ritel lainnya.

Wisata

Ancaman siber bukanlah hal baru bagi industri wisata – termasuk bandara, maskapai penerbangan, situs perjalanan dan aplikasi menumpang kendaraan telah menjadi korban di tahun-tahun sebelumnya. Namun, industri ini berada dalam posisi bertahan karena adanya pembatasan perjalanan dan PPKM. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Asia Tenggara dapat menderita kerugian hingga 8,4% dari produksi domestik bruto (PDB) akibat pandemi. Strategi Pemerintah Indonesia menurunkan level PPKM di kota-kota besar, dan dibukanya pintu masuk bagi turis asing dari beberapa negara, diperkirakan bakal merangsang minat turis yang sudah lama memendam keinginan untuk jalan-jalan, meningkatkan penjualan tiket dan booking lewat online, yang merupakan kesempatan bagi para penjahat siber.

Logistik & Rantai Pasokan

Sementara itu Laporan Ketahanan Rantai Pasokan Global BCI 2021, menunjukkan 27,8% perusahaan melaporkan lebih dari 20 gangguan rantai pasokan selama 2020 atau naik dari 4,8% pada 2019. Berkurangnya kapasitas manufaktur dan logistik serta tenaga kerja, seiring meningkatnya permintaan barang, telah menciptakan vektor serangan yang sempurna bagi penjahat siber: infrastruktur yang lemah dan rentan untuk ditembus. Para pengatur rantai pasokan harus mengidentifikasi risiko, memahami potensi efek hilir dari serangan siber dan merencanakan tindakan sehingga dapat bergerak cepat jika terjadi insiden.

“Tantangan utama yang berdampak pada bisnis secara global menciptakan katalis sempurna bagi penjahat siber untuk memanfaatkannya. Untuk melindungi pendapatan mereka selama lonjakan aktivitas liburan, sekaranglah saatnya bagi perusahaan dan bisnis komersial untuk memastikan bisnis mereka sudah dilengkapi dengan arsitektur keamanan siber yang diperlukan untuk mengatasi ancaman yang semakin agresif dan inovatif,” kata Palma.

Palma menambahkan, ada beberapa cara bagi perusahaan agar menjadi lebih proaktif dan siap untuk menghadapi kejahatan siber, seperti menerapkan langkah-langkah keamanan dan persyaratan keamanan siber di seluruh industri, memberikan pelatihan kesadaran keamanan virtual untuk karyawan, dan mengembangkan rencana pencegahan serta tanggapan. Selain itu, perusahaan dan bisnis komersial dapat menerapkan keamanan berbasis cloud dengan MVISION Unified Cloud Edge (UCE) dan FireEye Extended Detection and Response (XDR).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Bareskrim Polri mengirimkan sampel ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dua kasus baru gagal ginjal akut yang ditemukan di DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Ibunya Tewas, Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Gempa Dahsyat

Keajaiban setelah bayi baru lahir ditemukan dalam kondisi selamat dari puing-puing akibat gempa dahsyat di sebuah rumah di Suriah utara.

INTERNASIONAL | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Alasan Ekonomi Jadi Motif Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online

Polisi tidak menjelaskan lebih rinci ada kesulitan apa sehingga HS, oknum anggota Densus 88 itu gelap mata melakukan pembunuhan terhadap sopir taksi online.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2023

Mardiono Sowan ke Ponpes Sukahideng, PPP Diminta Dekati Kiai dan Masyarakat

Muhamad Mardiono mengatakan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan kiai maka PPP diharapkan bisa mendengar serta menyerap aspirasi yang ada.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Daftar Obat Aman Dipertanyakan

Seiring munculnya kasus baru gagal ginjal akut, Tim Advokasi untuk Kemanusiaan meminta daftar obat aman yang dirilis BPOM harus diperiksa kembali.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

Diperlukan edukasi bagi masyarakat terkait bagaimana skrining untuk penyakit diabetes khususnya pada anak agar tidak terjadi peningkatan kasus secara signifikan.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Marein Cetak Laba Bersih Rp 64,90 Miliar Sepanjang 2022

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein/MREI) berhasil mencetak laba bersih Rp 64,90 miliar pada tahun 2022

EKONOMI | 7 Februari 2023

Ditangkap Densus 88, Tersangka Pembunuh Sopir Taksi Online Ditahan di Polda Metro

Pelaku anggota Densus 88 ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB sore di kawasan Bekasi, Jawa Barat tak lama setelah jasad sopir taksi online ditemukan.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

NASIONAL | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE