Logo BeritaSatu

Prancis Bantu BKKBN Atasi Stunting

Kamis, 18 November 2021 | 21:56 WIB
Oleh : WM

Jakarta, Beritasatu.com - Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard menyatakan akan membantu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatasi permasalahan stunting (kekerdilan) dan kesehatan reproduksi pada perempuan.

Pada tahap bilateral, Kedutaan Besar Prancis selalu menyambut baik kerja sama multilateral dengan otoritas Indonesia dan badan-badan PBB terkait.

"Misalnya, pada topik yang sangat akrab dengan BKKBN, kami sedang menjajaki upaya bersama UNFPA untuk mengelaborasi buku teks tentang kesehatan seksual dan reproduksi untuk Sekolah Menengah Atas Indonesia,” kata Olivier, di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Olivier menjelaskan, pihaknya selalu berkomitmen dan menerapkan upaya serupa dalam bidang pengurangan permasalahan malnutrisi seperti stunting.

Menurut Olivier, stunting membutuhkan strategi yang tidak hanya terbatas pada makanan saja, tetapi juga mencakup kesehatan, lingkungan yang bersih, sehat, dan perawatan kesehatan untuk ibu dan anak.

Untuk mengatasi permasalahan itu, berbagai cara seperti kerja sama ilmiah, pelatihan bersama ahli dan pengembangan proyek di bidang medis dan kebijakan publik dapat diwujudkan bersama Indonesia.

“Komitmen Prancis berkontribusi dalam penurunan kekerdilan melalui pemenuhan nutrisi yang baik bagi ibu dan anak, terlihat pada beberapa proyek. Misalnya, di Laos dengan meningkatkan status nutrisi 480 penduduk desa di Laos,” ujar dia.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal M Damanik mengapresiasi itikad baik tersebut dan akan berusaha menjaga hubungan dengan Prancis untuk mengatasi kekerdilan di Indonesia.

“Kami berharap melalui acara ini, BKKBN dan Kedutaan Besar Perancis dapat membangun hubungan dan kerjasama yang baik, terutama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia, termasuk pengurangan kasus kekerdilan,” kata dia.

Menurut Rizal, memastikan nutrisi yang tepat merupakan kunci untuk mengoptimalkan kesehatan anak perempuan, ibu hamil, ibu, dan bayi baru lahir. Oleh sebab itu intervensi harus direncanakan sesuai dengan siklus hidup manusia, termasuk periode pra-kehamilan.

Dalam kesempatan itu dia menambahkan gizi yang tidak memadai untuk ibu hamil dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu, kelahiran prematur, keguguran dan kekurangan gizi.

“Oleh karena itu, intervensi dini yang menargetkan perempuan dan remaja putri terutama mereka yang berada dalam posisi rentan sangat penting,” kata Rizal.

Sebelumnya dalam rangka menjalankan amanah Peraturan Presiden 72/2021, pemerintah Indonesia telah menargetkan angka kekerdilan turun menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk dapat mencapai angka tersebut, pemerintah harus menurunkan sebesar 2,7% setiap tahun dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak supaya angka itu terus mengalami penurunan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022

Pertukaran Tahanan, Bintang Bola Basket Wanita AS Dibebaskan Rusia

Bintang bola basket wanita AS Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, dalam sebuah pertukaran tahanan.

NEWS | 8 Desember 2022

Dapat Suntikan Rp 551 M, Jakpro Segera Bangun ITF Sunter

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyuntikkan modal Rp 551 miliar kepada PT Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ronaldo: Timnas Portugal Terlalu Kompak untuk Dipecah Belah Pihak Luar

Ronaldo: Timnas Portugal Terlalu Kompak untuk Dipecah Belah Pihak Luar

SEMESTA BOLA 2022 | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE