Logo BeritaSatu

Penggunaan Vaksin Non-Sinovac Rendah, Ini Penyebabnya

Selasa, 30 November 2021 | 20:42 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk mempercepat penggunaan vaksin non-Sinovac. Pasalnya, hanya 13 kabupaten/kota yang menggunakan vaksin non-Sinovac yang lebih dari 50%.

Menurut Nadia, penyebab cakupan vaksin non-Sinovac rendah karena masyarakat takut mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

“Kita ingin menyampaikan sebenarnya KIPI yang non-Sinovac sama Sinovac sama. Jadi, enggak ada bedanya,” tegas Nadia pada dialog tentang Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit: Melawan Hoaks tentang Covid-19, secara daring, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan data Kemenkes, KIPI serius per 1 juta dosis vaksin untuk vaksin Pfizer hanya 0,20, Sinophram 0,36, Moderna 1,52, Sinovac 1,79, dan Astrazeneca 1,82.

Oleh karena itu, Nadia berharap kabupaten/kota yang sasaran vaksinasinya masih banyak agar dapat menyelesaikan dengan menggunakan vaksin non-Sinovac.

Nadia menegaskan, vaksin dengan platform mRNA berdasarkan penelitian sangat baik untuk lansia dengan komorbid. Sementara yang terjadi saat ini hanya 13 provinsi yang capaian vaksinasi kelompok lansia di atas 60%.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Calon Kasal Pengganti Laksamana Yudo Harus Paham Geopolitik Maritim

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok yang benar-benar paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Kabur, Satu Tahanan Lapas Pangkalan Bun Bawa Senjata Petugas

Seorang tahanan kabur dan diduga mencuri senjata petugas yang berisi enam butir peluru dari Lapas Pangkalan Bun, Kalteng, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Delapan Korban Hilang Gempa Cianjur Belum Ditemukan

Hari ini upaya pencarian 8 korban gempa Cianjur belum membuahkan hasil, sehingga total jumlah korban yang meninggal dunia masih 334 jiwa.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasus Keluarga Tewas di Kalideres Rampung Sebelum HUT Polda Metro

Kasus keluarga tewas di Kalideres rampung sebelum hari ulang tahun (HUT) Polda Metro Jaya, 6 Desember 2022.

NEWS | 4 Desember 2022

Penerbangan di Bandara Juanda Tak Terganggu Erupsi Semeru

Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, tidak terganggu adanya erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

BNPB: 1.979 Jiwa Mengungsi Akibat Awan Panas Guguran Semeru

Sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah adanya luncuran awan panas guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mbappe Jadi Andalan, Ini Susunan Pemain Prancis vs Polandia

Mbappe Jadi Andalan, Ini Susunan Pemain Prancis vs Polandia

SEMESTA BOLA 2022 | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE