Logo BeritaSatu

Pengusaha Sebut Sulit Ubah Lagi Angka Kenaikan UMP DKI

Rabu, 1 Desember 2021 | 08:56 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur pengusaha Heber Lolo Simbolon menilai sulit untuk mengubah lagi angka kenaikan upah minimun provinsi (UMP) DKI Jakarta 2022. Pasalnya, untuk mengubah angka tersebut harus mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Ubah lagi PP-nya kan langkah panjang lagi, PP No 36 Tahun 2021 yang merupakan turunan UU Cipta Kerja,” ujar Heber saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (30/11/2021).

Advertisement

Heber mengatakan penetapan UMP DKI 2022 merujuk pada aturan PP Nomor 36 Tahun 2021. Ketentuan-ketentuan di dalam PP tersebut tidak boleh dilanggar oleh Pemprov DKI karena bisa dikenai sanksi. Karena itu, kata Heber, surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah untuk meninjau kembali formula penetapan UMP 2022 sulit diwujudkan.

“Kalau Pak Gubernur mengajukan surat kepada menteri, monggo, nanti Ibu Menteri yang (menilai) bagaimana, tetapi kita berharap supaya semua aturan dan keputusan yang mengikat tentang upah ini tidak berlawanan dengan aturan undang-undang yang ada,” tandas Heber.

Heber juga yakin Menaker tidak akan melanggar ketentuan dalam PP 36 Tahun 2021 terkait formula penetapan UMP DKI. Menurut dia, jika Gubernur Anies ingin menbahas ulang UMP DKI tahun 2022, maka harus mengubah PP 36 Tahun 2021 terlebih dahulu.

“Kalau Pak Anies kirim surat ke Bu Menteri, kami tidak tahu, kami belum baca apa formula yang diajukan (Pak Anies). Pada prinsipnya seperti apa nanti petunjuk dari Bu Menteri, saya pikir Bu Menteri juga tidak bisa memutuskan melawan PP. Jadi, UMP 2022 ini berdasarkan PP No 36 Tahun 2021 atas data-data dari BPS karena pertumbuhan ekonomi dan inflasi kita dapatkan dari BPS,” pungkas Heber.

Diketahui, Gubernur Anies telah mengirimkan surat kepada Menaker Ida Fauziyah dengan tujuan meninjau kembali formula penetapan UMP tahun 2022. Anies menilai formula yang diatur dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan tidak adil dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Akibat dari formula ini, kata Anies, kenaikan UMP DKI Tahun 2022 hanya naik 0,85% atau sekitar Rp 38.000 dari UMP 2021.

Surat bernomor 533/-085.15 dikirim Anies pada 22 November 2021, seusai menetapkan UMP 2022 pada 21 November 2021 lalu. Dalam surat ini, Anies melampirkan angka rata-rata kenaikan UMP DKI dari 2016 hingga 2022.

Terdapat 6 poin yang disampaikan Anies dalam surat tersebut yang secara umum memuat alasan Pemprov DKI terpaksa menetapkan UMP 2022, permintaan meninjau kembali formula UMP 2022 termasuk alasannya. Namun, Anies tidak mengusulkan formula yang diinginkan dan angka yang dinilai adil untuk kenaikan UMP 2022.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PDUI Minta Masyarakat Bijak Pilih Kemasan Pangan

PDUI meminta masyarakat agar lebih bijak memilih kemasan pangan yang aman untuk menghindari bahaya keracunan EG dan DEG.

NEWS | 29 Januari 2023

Tandan Pisang Setinggi 2 Meter Hebohkan Warga Kudus

Warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dibuat heboh dengan adanya tandan pisang yang menjulur dari atas sampai ke bawah setinggi 2 meter.

NEWS | 29 Januari 2023

Jembatan Putus, 4 Anggota TNI dan Polri Hilang di Sungai Digoel Papua

Tiga anggota Polri dan satu anggota TNI dikabarkan hilang di Sungai Digoel, Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jalur Semarang-Grobogan Ambles Sepanjang 25 Meter

Jalur utama yang menghubungkan antara Kabupaten Grobogan dengan Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gubug, Grobogan, ambles.

NEWS | 29 Januari 2023

7 Pelaku Perusakan Bus Persis Solo Ditangkap Polisi

Polres Tangerang Selatan menangkap tujuh suporter yang diduga pelaku perusakan bus Persis Solo usai pertandingan melawan Persita Tangerang, Sabtu (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Masuki Peralihan Musim, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca pada saat peralihan musim.

NEWS | 29 Januari 2023

Pura-pura Hendak Salat Duha, Pasangan Suami Istri Curi Kotak Amal Terekam CCTV

Pasangan suami istri yang berpura pura hendak menjalankan salat Duha terekam kamera pengawas CCTV mencuri uang dalam kotak amal masjid.

NEWS | 29 Januari 2023

Serahkan Diri, Sopir Audi Tersangka Penabrak Mahasiswi Cianjur Diperiksa Polisi

Sopir Audi A6 berinisial SG, tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswi Cianjur, Selvi Amalia Nuraini sedang diperiksa Polres Cianjur. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat selama tiga hari ke depan.

NEWS | 29 Januari 2023

Banjir di Jalan Bangun Nusa Raya Cengkareng karena Drainase Buruk

Banjir yang kerap melanda Jalan Bangun Nusa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat disebabkan sistem drainase yang buruk.  

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

EKONOMI | 29 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE