Logo BeritaSatu

Cynthiara Alona Divonis 10 Bulan Terkait Kasus Prostitusi

Rabu, 8 Desember 2021 | 17:28 WIB
Oleh : Chairul Fikri / LES

Tangerang, Beritasatu.com - Setelah sempat tertunda minggu lalu, sidang putusan kasus prostitusi yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang dengan terdakwa artis Cynthiara Alona akhirnya digelar hari ini, Rabu (8/11/2021). Di mana dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim, Mahmuriadin dengan anggota, I Arief Budi dan anggota II, Fathul Mujib menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 10 bulan kepada Alona karena dianggap terbukti melanggar Pasal 296 KUHP tentang Prostitusi.

"Berdasarkan saksi-saksi dan pertimbangan Majelis Hakim, kami menjatuhkan terdakwa (Cynthiara Alona) dengan hukuman pidana selama 10 bulan lantaran melanggar pasal 296 KUHP tentang prostitusi," ungkap Mahmuriadin dalam persidangan.

Ditambahkannya, salah satu alasan hakim menjatuhkan hukuman pidana terhadap Alona lantaran artis tersebut mengetahui usahanya yang merupakan sebuah hotel di kawasan Ciledug digunakan sebagai tempat prostitusi dan Alona dianggap melakukan pembiaran dengan mengizinkan para wanita penjaja seks online melakukan transaksi di hotelnya.

"Menurut majelis hakim (PN Tangerang), itu (vonis 10 bulan penjara) sudah sesuai dengan rasa keadilan, menurut majelis halim. Dan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan bahwa Alona melakukan eksploitasi anak tidak terbukti. Lantaran dalam kasus ini Alona dianggap tidak punya peran dan tidak terbukti melibatkan anak dalam bisnis hotelnya, dan Alona hanya meraup keuntungan dari kamar yang dijualnya tidak dengan tarif yang dikenakan para wanita yang menginap di hotelnya sehingga menurut Majelis hakim itu adil," tambah Arief selaku Humas PN Tangerang usai persidangan.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum sendiri mengaku kecewa dan akan mengajukan banding atas vonis majelis hakim terkait kasus yang menyeret Alona itu. Hal itu diungkapkan JPU Kejari Kota Tangerang, Adib Fachri usai persidangan.

"Kami akan mengajukan banding. Karena apa yang diputus Majelis Hakim jauh lebih rendah dari tuntutan kami yakni enam tahun penjara dan denda sebesar Rp. 200 juta. Putusan hakim yang hanya menyatakan bahwa Alona hanya melanggar pasal 296 tentang prostitusi dan tidak menggunakan Pasal 88 Juncto Pasal 76 huruf I UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jelas bertentangan sehingga kami mengajukan banding," terang Adib.

Pihak Alona sendiri yang hadir dalam sidang putusan secara virtual lantaran dirinya menjalani penahanan di Polda Metro Jaya mengaku menerima dengan apa yang diputuskan hakim. "Saya dengar yang Mulia dan saya terima keputusan yang mulia," tandas Alona sambil menangis.

Diketahui, Polda Metro Jaya menggerebek Hotel Alona, terkait kasus dugaan prostitusi online, di wilayah Kreo, Larangan, Kota Tangerang, Banten, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (18/3/2021). Pasca-penggerebekan dan penyelidikan, polisi kemudian menetapkan Alona dan 2 orang karyawannya sebagai tersangka kasus prostitusi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Patologi Anatomi

Polda Metro Jaya menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk menyimpulkan penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. 

NEWS | 30 November 2022

Kuasa Hukum Bharada E Gali Fakta Sarung Tangan Ferdy Sambo

Kuasa hukum Bharada E menyatakan akan menggali keterangan dari Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal mengenai sarung tangan yang digunakan Ferdy Sambo.

NEWS | 30 November 2022

Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

Ismail Bolong mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Dit Tipidter Bareskrim Polri terkait kasus tambang ilegal dengan alasan sakit. 

NEWS | 30 November 2022

Ditembak OTK, Anggota Polres Yahukimo di Dekai Tewas

Orang tak dikenal atau OTK, Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 23.09 WIT menembak Brigadir Polisi Muhammad Yusdar, anggota Polres Yahukimo hingga tewas.

NEWS | 30 November 2022

Cianjur Bangkit, Warga Sarampad Wetan Bangun Kembali Masjid

Sepekan lebih bencana gempa Cianjur, Jawa Barat, warga mulai semangat untuk kembali bangkit dari bencana.

NEWS | 30 November 2022

Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa Keluarga Ismail Bolong

Bareskrim Polri akan memeriksa keluarga Ismail Bolong pada Kamis (1/11/2022) terkait kepemilikan saham perusahaan dalam kasus tambang ilegal.

NEWS | 30 November 2022

Sidang Kasus Brigadir J Hari Ini, 3 Terdakwa Saling Bersaksi

Sidang perkara dugaan pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel hari ini akan menghadirkan Bharada E, Kuat Maruf, dan Bripka RR yang saling bersaksi. 

NEWS | 30 November 2022

Polri Kerahkan 261 Personel Layani Kesehatan Korban Gempa Cianjur

Polri mengerahkan 21 dokter spesialis untuk melayani korban gempa Cianjur. Total ada 261 personel dari jajaran medis yang tangani korban gempa Cianjur.

NEWS | 30 November 2022

Korban Gempa Cianjur, Paboi: Layanan Ortopedi Butuh 4 Bulan

Paboi menyatakan tindakan medis bedah untuk korban gempa Cianjur membutuhkan waktu hingga 4 bulan.

NEWS | 30 November 2022

KPU Sebut Pelamar Calon PPK Sebanyak 304.602 Orang

KPU menyebut pelamar calon panitia pemilihan kecamatan atau PPK untuk Pemilihan Umum Serentak 2024 berjumlah 304.602 orang.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bahlil Janji Target Investasi Rp 1.200 T Tercapai Desember

Bahlil Janji Target Investasi Rp 1.200 T Tercapai Desember

EKONOMI | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE